Penantian Sejak Muda Berbuah Manis, Mbah Robiah Rela Jual Tanah Demi Berangkat ke Tanah Suci
- account_circle Ega Patria
- calendar_month 8 jam yang lalu
- visibility 63
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Ponorogo – Kebahagiaan tengah dirasakan Siti Robiah (91), warga Dusun Jatisari, Desa Prajegan, Kecamatan Sukorejo, Ponorogo. Di usia senjanya, ia akhirnya mendapat kesempatan menunaikan ibadah haji setelah menunggu selama enam tahun sejak mendaftar pada 2020.
Nenek yang akrab disapa Mbah Robiah tersebut tercatat sebagai calon jemaah haji tertua asal Ponorogo tahun 2026. Ia dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci pada 26 April 2026 mendatang bersama kelompok terbang (kloter) 20.
Perjalanan menuju panggilan haji bagi Mbah Robiah bukanlah hal yang mudah. Sejak muda, ia telah bekerja keras demi mengumpulkan biaya. Berbagai pekerjaan pernah dijalani, mulai dari petani, buruh, hingga berjualan arang dan buah.
Demi mewujudkan impiannya, Mbah Robiah bahkan rela menjual sebidang tanah miliknya senilai Rp100 juta untuk biaya pendaftaran haji pada Juli 2020. Kesabaran dan ketekunan itu akhirnya terbayar dengan keberangkatan ke Tanah Suci di usia 91 tahun.
“Dulu waktu mendengar akan berangkat, saya merasa sangat senang. Tahun berapa mendaftar, saya sudah lupa. Awalnya saya hanya ingin umrah, tetapi diajak keponakan untuk sekalian menunaikan ibadah haji. Untuk biayanya, saya menjual sedikit yang saya miliki. Sehari-hari saya bekerja sebagai petani, juga berjualan kayu bakar, dan menjadi buruh pabrik.”ujar Robiah (9/4/2026)
Tak hanya soal ekonomi, tantangan juga muncul saat proses administrasi. Mbah Robiah sempat mengalami kendala ketika perekaman sidik jari karena faktor usia. Namun, berkat kesabaran dan bantuan petugas, proses tersebut akhirnya dapat diselesaikan.
Meski telah berusia lanjut, kondisi kesehatan Mbah Robiah dilaporkan stabil. Keluarga pun optimistis ia mampu menjalankan rangkaian ibadah haji dengan lancar.
“Alhamdulillah, kondisi simbah sehat. Kami sekeluarga sangat bersyukur dan akan terus mendampingi serta mendoakan agar ibadahnya lancar,” ujar Binti Masruroh, cucu Mbah Robiah.
Mbah Robiah akan berangkat bersama total 565 jemaah calon haji asal Ponorogo. Seluruh jemaah dijadwalkan dilepas secara resmi dari Pendopo Kabupaten Ponorogo sebelum bertolak ke embarkasi.
Kisah Mbah Robiah menjadi inspirasi tentang keteguhan hati dan kesabaran dalam menjemput panggilan ibadah, bahwa tidak ada kata terlambat untuk mewujudkan niat suci ke Tanah Suci. (Ega)
- Penulis: Ega Patria
- Editor: Diez





