Jemaah Haji Madiun Mulai Hadapi Armuzna, Tuntaskan Pembayaran Dam
- account_circle Tova Pradana
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 56
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Madiun – Jemaah haji asal Kabupaten Madiun mulai menghadapi puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Menjelang fase krusial tersebut, seluruh jemaah dipastikan telah menunaikan pembayaran dam dan diminta menjaga kondisi fisik agar tetap prima.
Kepala Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Madiun, Bisri Mustafa, mengatakan seluruh jemaah telah menyelesaikan kewajiban pembayaran dam sebagai bagian dari pelaksanaan ibadah haji.
Menurut Bisri, mayoritas jemaah memilih membayar dam melalui lembaga Adahi, sedangkan sebagian lainnya melalui Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU).
“Pembayaran dam itu sesuai pilihan masing-masing jemaah. Pemerintah hanya memberikan opsi,” ujar Bisri, Senin (25/5/2026).
Ia menjelaskan, secara umum kondisi kesehatan jemaah haji asal Kabupaten Madiun dalam keadaan baik. Saat ini para jemaah mulai fokus mempersiapkan diri menghadapi Armuzna yang menjadi rangkaian paling padat dan menguras tenaga selama ibadah haji.

Pihak Kemenhaj, kata Bisri, juga telah memberikan sosialisasi terkait teknis pelaksanaan Armuzna kepada seluruh jemaah agar mereka memahami alur dan persiapan yang harus dilakukan.
Selain itu, petugas haji juga sudah melakukan pengecekan lokasi yang nantinya digunakan jemaah selama berada di Armuzna. Meski demikian, kepastian penempatan jemaah SUB Kloter 24 masih menunggu informasi resmi dari pihak syarikah atau perhotelan di Arab Saudi.
“Lokasinya sebenarnya sudah kami survei dan ketahui, tetapi untuk penataan resminya masih menunggu informasi dari syarikah,” jelasnya.
Bisri turut mengimbau seluruh jemaah agar mulai mengurangi aktivitas yang berpotensi menguras tenaga. Ia meminta para jemaah menyesuaikan aktivitas dengan kondisi kesehatan masing-masing supaya tetap fit saat menjalani puncak ibadah haji.
“Jangan terlalu memforsir tenaga sebelum Armuzna. Kondisi fisik harus benar-benar dijaga,” pungkasnya. (Tov)
- Penulis: Tova Pradana
- Editor: Diez





