Labfor Polda Jatim Dalami Penyebab Ledakan Alat Pengering di SPPG Kandangan 2
- account_circle Kusnanto
- calendar_month 8 jam yang lalu
- visibility 69
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Ngawi — Penyelidikan kasus ledakan alat pengering (oven) di SPPG Kandangan 2, Desa Kandangan, Kecamatan Ngawi, terus berlanjut. Untuk memastikan penyebab pasti insiden tersebut, Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jawa Timur turun langsung melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian.
Olah tempat kejadian perkara (TKP) dilakukan pada Selasa (14/4/2026) sekitar pukul 10.00 WIB. Tim yang dipimpin Penata I Nevi Vitriyah Sutamto melakukan pemeriksaan teknis secara menyeluruh terhadap alat pengering yang sebelumnya dilaporkan meledak. Kegiatan ini turut didampingi Kapolsek Ngawi Kota AKP Jais Bintoro bersama anggota.
Kapolsek Ngawi Kota AKP Jais Bintoro menjelaskan, pemeriksaan forensik dilakukan untuk mengungkap sumber ledakan secara ilmiah.
“Tim Labfor melakukan pemeriksaan mendalam pada komponen alat untuk memastikan apa yang menjadi pemicu ledakan, sehingga penanganan kasus ini bisa dilakukan secara tepat,” ujarnya saat berada di lokasi.
Ia menambahkan, hasil pemeriksaan tersebut nantinya akan menjadi dasar dalam menentukan langkah hukum maupun evaluasi teknis ke depan.
“Kami ingin memastikan penyebabnya benar-benar jelas, apakah karena faktor teknis, kelalaian, atau hal lain. Semua masih dalam proses pendalaman,” imbuhnya.
Diketahui, peristiwa ledakan terjadi pada Rabu (8/4/2026) sekitar pukul 18.40 WIB. Saat itu, alat pengering yang digunakan untuk aktivitas dapur mendadak berhenti beroperasi. Ketika salah satu pekerja mencoba menyalakan kembali, alat justru meledak.
Akibat kejadian tersebut, seorang pekerja mengalami luka bakar di bagian wajah dan hingga kini masih menjalani perawatan di rumah sakit. Selain korban luka, ledakan juga menyebabkan kerusakan di area dapur dengan total kerugian material diperkirakan mencapai Rp20 juta.
AKP Jais Bintoro juga menegaskan bahwa proses penyelidikan dilakukan secara transparan dan sesuai prosedur. Pihak kepolisian terus berkoordinasi dengan berbagai pihak guna melengkapi hasil pemeriksaan.
“Kami pastikan penanganan perkara ini berjalan terbuka dan profesional. Hasil dari Labfor nantinya akan menjadi rujukan utama dalam pengungkapan kasus ini,” tegasnya.
Selama proses pemeriksaan berlangsung, situasi di lokasi terpantau aman dan kondusif. Polisi berharap hasil analisis Labfor segera keluar agar penyebab ledakan dapat diketahui secara pasti, sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan standar keselamatan kerja di lingkungan dapur maupun industri sejenis. (Kus)
- Penulis: Kusnanto
- Editor: Diez





