Senin, 19 Okt 2026
Trending Tags

Masalah Pengolahan Limbah, 11 Dapur MBG di Magetan Disuspensi, Lebih dari 22 Ribu Siswa Terdampak

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Sabtu, 30 Mei 2026
  • visibility 303
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Satgas MBG Kabupaten Magetan Awang Arifaini Rudin, membenarkan ada 11 SPPG disuspensi karena IPAL. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Magetan kembali menghadapi kendala serius. Sebanyak 11 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG di wilayah tersebut dihentikan sementara operasionalnya oleh Badan Gizi Nasional (BGN) setelah ditemukan permasalahan pada sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang belum memenuhi standar operasional.

Kebijakan suspensi mulai diberlakukan sejak 25 Mei 2026 dan berdampak langsung terhadap ribuan pelajar yang selama ini menjadi penerima manfaat program unggulan pemerintah tersebut.

Sebelas dapur MBG yang terkena penghentian sementara tersebar di sejumlah kecamatan, yakni SPPG Lembeyan Pupus, Panekan Milangsari, Takeran Banjarejo, Takeran Kuwonharjo, Karas Sobontoro, Karas Temboro, Panekan Milangsari 2, Karas Temboro 2, Magetan Kepolorejo, Kawedanan Kawedanan, dan Sukomoro Tambakmas.

Satgas MBG Kabupaten Magetan, Awang Arifaini Rudin, membenarkan adanya penghentian operasional tersebut. Menurutnya, sebagian besar temuan BGN berkaitan dengan pengelolaan limbah dapur yang dinilai belum berjalan sesuai ketentuan.

Ia menjelaskan, seluruh SPPG pada dasarnya telah diwajibkan memiliki IPAL sebelum memperoleh izin operasional. Namun, dalam praktiknya masih ditemukan sejumlah pengelola yang belum memahami tata cara pengoperasian maupun pengawasan sistem pengolahan limbah secara optimal.

“Dari 11 itu hampir sebagian besar karena permasalahan IPAL. Ada yang sudah membangun IPAL, alatnya juga ada, tetapi tata cara operasionalnya belum dipahami dengan baik,” kata Awang.

Menurut dia, keberadaan IPAL bukan sekadar syarat administratif, melainkan bagian penting dalam menjaga kualitas lingkungan di sekitar dapur MBG. Karena itu, selain ketersediaan fasilitas, aspek pengoperasian dan pemeliharaan juga menjadi perhatian utama dalam evaluasi yang dilakukan BGN.

Awang menegaskan, dapur MBG yang belum memiliki IPAL tidak akan memperoleh rekomendasi untuk beroperasi. Namun demikian, persoalan yang ditemukan saat ini lebih banyak berkaitan dengan standar teknis dan efektivitas pengelolaan limbah yang dihasilkan.

“Kalau tidak punya IPAL pasti tidak direkomendasi running. Tetapi yang menjadi evaluasi adalah apakah IPAL yang dibangun sudah memenuhi standar minimal atau belum. Ada juga yang alatnya sudah bagus, tetapi pengoperasiannya belum benar sehingga hasilnya tidak maksimal,” ujarnya.

Besarnya volume produksi makanan di setiap dapur MBG menjadi alasan mengapa pengelolaan limbah harus dilakukan secara ketat. Dalam satu hari, satu SPPG dapat melayani antara 2.000 hingga 3.000 porsi makanan untuk para siswa.

Dengan kapasitas produksi sebesar itu, limbah cair maupun sisa pengolahan makanan yang dihasilkan tidak bisa diperlakukan seperti limbah rumah tangga biasa. Jika tidak dikelola sesuai standar, limbah berpotensi mencemari lingkungan dan menimbulkan dampak kesehatan bagi masyarakat sekitar.

“Kalau masak hanya untuk dua atau tiga orang mungkin tidak masalah. Tetapi ini setiap hari melayani ribuan porsi, sehingga limbah yang dihasilkan juga besar dan harus ditangani secara serius,” tambahnya.

Dampak suspensi tersebut cukup signifikan. Berdasarkan estimasi Satgas MBG, satu dapur rata-rata melayani sekitar 2.000 penerima manfaat. Dengan dihentikannya 11 SPPG, lebih dari 22 ribu siswa diperkirakan sementara waktu tidak menerima layanan makan bergizi gratis.

Kondisi ini menjadi perhatian pemerintah daerah mengingat program MBG merupakan salah satu upaya strategis untuk meningkatkan kualitas gizi anak sekolah sekaligus mendukung tumbuh kembang generasi muda.

Saat ini Pemerintah Kabupaten Magetan bersama dinas teknis terkait dan instansi lingkungan hidup tengah melakukan pendampingan intensif kepada pengelola SPPG yang terdampak. Pendampingan difokuskan pada penyempurnaan sistem IPAL, peningkatan pemahaman operator, serta pemenuhan standar baku mutu lingkungan yang ditetapkan.

Pemkab berharap seluruh dapur MBG yang disuspensi dapat segera melakukan perbaikan sehingga operasional layanan kembali berjalan normal dan ribuan siswa penerima manfaat dapat kembali memperoleh makanan bergizi secara rutin.

“Harapannya alat yang sudah ada benar-benar berfungsi maksimal sehingga limbah yang dilepas ke lingkungan memenuhi standar mutu air dan layanan MBG dapat segera berjalan kembali,” pungkas Awang. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kebakaran Warung Kopi Diduga Dipicu Puntung Rokok, Dua Orang Alami Luka Bakar Serius photo_camera 3

    Kebakaran Warung Kopi Diduga Dipicu Puntung Rokok, Dua Orang Alami Luka Bakar Serius

    • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 332
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Sebuah warung kopi yang juga menjual bensin eceran di Desa Sambirobyong, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi, terbakar pada Selasa malam (17/2/2026) sekitar pukul 22.17 WIB. Insiden ini mengakibatkan dua orang mengalami luka bakar dan harus dilarikan ke rumah sakit. Setelah menerima laporan kebakaran, tim Damkar Kabupaten Ngawi segera menuju lokasi. Namun, setibanya […]

    Bagikan
  • Ratusan Umat Kampung Budha Khusyuk, Tangis Haru Iringi Momen Saling Memaafkan

    Ratusan Umat Kampung Budha Khusyuk, Tangis Haru Iringi Momen Saling Memaafkan

    • calendar_month Selasa, 13 Mei 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 172
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Siapa sangka, di ujung barat Kabupaten Ponorogo terdapat sebuah kampung yang mayoritas warganya memeluk agama Budha. Dusun Sodong, yang berada di Desa Gelang Kulon, Kecamatan Sampung, kerap disebut sebagai “Kampung Budha” karena jumlah umat Budha di kawasan ini cukup besar. Di dusun ini berdiri satu vihara yang menjadi pusat ibadah […]

    Bagikan
  • Pemkot Madiun Ajak Masyarakat Tingkatkan Keindahan Makam

    Pemkot Madiun Ajak Masyarakat Tingkatkan Keindahan Makam

    • calendar_month Senin, 24 Feb 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 245
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun kembali mengadakan lomba kebersihan makam yang memasuki tahun kelima pelaksanaannya. Lomba ini bertujuan untuk menjaga kebersihan dan keindahan makam di Kota Madiun. Tidak hanya itu, kegiatan ini guna meningkatkan manajemen pengelolaan makam secara lebih modern. Budi Santoso, Juri Perlombaan Makam, mengungkapkan bahwa lomba ini bertujuan agar tidak […]

    Bagikan
  • Tersangka Kasus Sabu Menikah di Polres Ngawi, Kapolres : Hak Warga Tetap Dihormati

    Tersangka Kasus Sabu Menikah di Polres Ngawi, Kapolres : Hak Warga Tetap Dihormati

    • calendar_month Sabtu, 13 Jun 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 188
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Sebuah peristiwa yang tidak biasa terjadi di lingkungan Polres Ngawi. Dua tersangka kasus peredaran narkotika jenis sabu yang tengah menjalani proses hukum resmi melangsungkan akad nikah di Masjid Miftahul Huda Polres Ngawi, Sabtu (13/6/2026). Pernikahan tersebut melibatkan ND (30) alias Sinyo dan OST (31), dua tersangka yang sebelumnya diamankan Satresnarkoba Polres […]

    Bagikan
  • Akhir Tahun 2025 Bulog Madiun Optimis Penuhi Target 10 Ribu Ton Distribusi SPHP

    Akhir Tahun 2025 Bulog Madiun Optimis Penuhi Target 10 Ribu Ton Distribusi SPHP

    • calendar_month Rabu, 24 Sep 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 130
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun -Bulog Cabang Madiun kian masif dalam ikut menjaga kestabilan dan ketersediaan pangan. Meski ditarget 10 ribu ton SPHP badan usaha plat merah optimis  mampu memenuhi target hingga akhir bulan Desember tahun 2025. Kepala Perum Bulog Madiun Agung Sarianto menjelaskan berbagai terobosan dilakukan untuk mendistribusikan pasokan pangan. “Optimis kita bisa tercapai targetnya […]

    Bagikan
  • Dinkes Madiun Targetkan SPPG yang Beroperasi Bersertifikat SLHS Dalam 2 Pekan Kedepan

    Dinkes Madiun Targetkan SPPG yang Beroperasi Bersertifikat SLHS Dalam 2 Pekan Kedepan

    • calendar_month Rabu, 22 Okt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 144
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun— Pemerintah Kabupaten Madiun tengah mempercepat proses penerbitan Sertifikat Laik Higienis Sanitasi (SLHS) bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Proses pendampingan hingga penerbitan SLHS ditarget rampung dalam 2 pekan mendatang. Langkah ini merupakan tindak lanjut atas instruksi pemerintah pusat untuk memastikan pelayanan makanan bagi masyarakat memenuhi standar […]

    Bagikan
expand_less