Berita Terkini
Trending Tags

Tragedi Berulang! Bekas Galian C di Madiun Telan Dua Nyawa Anak, Warga Tuding Pemerintah Desa Tulung Lalai

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
  • visibility 543
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Kepala Desa Tulung Kecamatan Saradan Kabupaten Madiun, Sukarno, tinjau lokasi galian C yang memakan korban jiwa. (14/4/2026), Foto : Tova-Sinergia

Sinergia | Madiun – Tragedi kembali terjadi di Desa Tulung, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun. Bekas tambang galian C yang tak kunjung direklamasi kembali memakan korban jiwa. Total sudah dua anak meninggal dunia akibat lokasi berbahaya yang dibiarkan terbuka tanpa penanganan serius.

Warga pun geram. Mereka menilai pemerintah desa terkesan abai meski peringatan sudah berulang kali disampaikan.

Maridi, salah satu warga, mengungkapkan bahwa insiden ini bukan kejadian pertama. Ia menegaskan, masyarakat sudah lama meminta tindakan tegas, namun hingga kini belum ada langkah konkret dari pihak terkait.

“Sudah dua kali memakan korban jiwa. Kami minta segera ditutup, diratakan, dan diuruk agar tidak membahayakan lagi,” tegasnya.

Menurut Maridi, meskipun pemerintah desa sempat memberikan peringatan, kondisi di lapangan tetap dibiarkan tanpa penyelesaian menyeluruh. Hal itu membuat lokasi bekas galian masih menjadi ancaman serius, terutama bagi anak-anak.

Keresahan serupa disampaikan Karjito, warga lainnya. Ia menyoroti fakta bahwa korban yang jatuh seluruhnya adalah anak-anak.

“Sudah dua kali makan korban, semuanya anak-anak. Sampai sekarang belum ada tanda-tanda akan diuruk,” ujarnya prihatin.

Image Not Found
Warga Desa Tulung protes karena galian C tersebut telah makan dua korban jiwa. Foto : Tova-Sinergia

Sementara itu, Kepala Desa Tulung, Sukarno, menjelaskan bahwa lahan bekas galian tersebut merupakan milik warga bernama Sunarto. Ia menyebut aktivitas tambang sebelumnya dikelola oleh pihak pengembang, Bambang dan Toha.

Sukarno mengakui bahwa sempat ada upaya reklamasi, namun hanya berlangsung sementara sebelum aktivitas penggalian kembali terjadi. Pihak desa, lanjutnya, telah berkoordinasi dengan pengelola tambang agar segera melakukan reklamasi sesuai harapan warga.

“Kami sudah menghubungi pihak pengembang agar segera melakukan reklamasi supaya lahan bisa dimanfaatkan dengan baik dan tidak membahayakan,” jelasnya.

Meski demikian, hingga berita ini diturunkan, belum terlihat adanya tindakan nyata di lokasi. Warga pun mendesak pemerintah daerah turun tangan dan mengambil langkah tegas sebelum korban kembali berjatuhan.

Kasus ini menjadi sorotan serius, mengingat potensi bahaya yang terus mengintai di tengah permukiman. Warga berharap tragedi serupa tidak kembali terulang hanya karena lambannya penanganan. (Tov)

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • BKD Magetan Tunggu Pemeriksaan Dikpora Terkait Laporan PMI Terhadap Guru PPPK

    BKD Magetan Tunggu Pemeriksaan Dikpora Terkait Laporan PMI Terhadap Guru PPPK

    • calendar_month Kamis, 13 Agt 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 130
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan — Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten (BKPSDM) Magetan belum mengambil tindakan terhadap NS, guru PPPK di salah satu SMP Negeri di Magetan yang dilaporkan seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Ngawi berinisial RW. Kepala BKPSDM Magetan Masruri mengatakan, laporan RW masih berada pada tahap awal. Penanganan selanjutnya akan dikoordinasikan […]

    Bagikan
  • Gapeka 2025 Diberlakukan, Daop 7 Operasikan 68 Perjalanan KA Penumpang

    Gapeka 2025 Diberlakukan, Daop 7 Operasikan 68 Perjalanan KA Penumpang

    • calendar_month Sabtu, 1 Feb 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 145
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Per 1 Februari 2025, PT Kereta Api Indonesia (Persero) resmi memberlakukan Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) 2025. Hal itu berdampak pada peningkatan frekuensi perjalanan KA di wilayah Daop 7 Madiun. Termasuk hadirnya KA Madiun Jaya relasi Madiun – Pasar Senen PP. “Dengan diberlakukannya Gapeka 2025, Daop 7 Madiun mengoperasikan 68 […]

    Bagikan
  • Jajaran KONI Kabupaten Madiun Dikukuhkan, Bupati : Pengurus Ramping, Tetapi Prestasi Yang Penting

    Jajaran KONI Kabupaten Madiun Dikukuhkan, Bupati : Pengurus Ramping, Tetapi Prestasi Yang Penting

    • calendar_month Sabtu, 22 Mar 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 164
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun –  Pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Madiun periode 2025-2029 resmi dikukuhkan. Arnowo Widjaja resmi didapuk sebagai Ketua KONI Kabupaten Madiun. Pengukuhan pengurus KONI Kabupaten Madiun dilakukan oleh Ketua Umum KONI Jawa Timur, Muhammad Nabil di Pendopo Muda Graha Kabupaten Madiun, ditandai dengan penyerahan bendera KONI pada Jum’at (21/3/2025). Sebanyak […]

    Bagikan
  • Dindikbud Kabupaten Madiun Gelar Forum Konsultasi Publik, Dorong Peningkatan Layanan Pendidikan

    Dindikbud Kabupaten Madiun Gelar Forum Konsultasi Publik, Dorong Peningkatan Layanan Pendidikan

    • calendar_month Kamis, 31 Jul 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 131
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Madiun menggelar Forum Konsultasi Publik (FKP) sebagai upaya evaluasi dan peningkatan mutu layanan publik di bidang pendidikan. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Rapat Dwija Hayu, Kamis (31/07/2025). Acara tersebut dihadiri berbagai pihak, mulai dari perwakilan kepala sekolah SD, SMP, dan TK, guru, komite sekolah, […]

    Bagikan
  • Hasil Uji Kasus Dugaan Keracunan MBG di Magetan, Diduga Ada Bakteri dari Alat Masak

    Hasil Uji Kasus Dugaan Keracunan MBG di Magetan, Diduga Ada Bakteri dari Alat Masak

    • calendar_month Senin, 3 Nov 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 161
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Hasil uji laboratorium terkait kasus dugaan keracunan makanan pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa belasan siswa di SDN 2 Kediren, Kecamatan Lembeyan, Kabupaten Magetan, akhirnya terungkap. Pemerintah setempat memastikan tidak ada kandungan bakteri berbahaya dalam makanan yang dikonsumsi siswa. Namun hasil uji ditemukan indikasi kuat adanya kontaminasi dari alat […]

    Bagikan
  • Pasutri Tewas Usai Terseret Truk, Selendang Masuk Gear Jadi Pemicu

    Pasutri Tewas Usai Terseret Truk, Selendang Masuk Gear Jadi Pemicu

    • calendar_month Rabu, 17 Sep 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 173
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Kecelakaan maut terjadi di Jalan Raya Ngawi–Ngrambe KM 34–35, tepatnya di Desa Cepoko, Kecamatan Ngrambe, Kabupaten Ngawi, Rabu (17/09/2025) sekitar pukul 11.00 WIB. Sepasang suami istri meninggal dunia di tempat setelah motor yang mereka kendarai terlibat tabrakan dengan truk. Korban adalah Sarno (50) dan istrinya Sarweni, warga Desa Cepoko, Kecamatan Ngrambe. […]

    Bagikan
expand_less