Pedagang Pasar Legi Ponorogo Keluhkan Harga Minyak Goreng Meroket, Minyakita Dibatasi
- account_circle Ega Patria
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 46
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Ponorogo — Harga minyak goreng premium di Kabupaten Ponorogo mengalami kenaikan cukup signifikan dalam beberapa hari terakhir. Salah satunya terpantau di Pasar Legi Ponorogo, di mana harga minyak goreng premium kini menembus Rp23 ribu hingga Rp24 ribu per liter, dari sebelumnya sekitar Rp19 ribu per kemasan 1 liter.
Kenaikan harga ini diduga dipengaruhi situasi global, khususnya konflik yang terjadi di Timur Tengah, yang berdampak pada pasokan dan distribusi bahan pokok, termasuk minyak goreng.
Salah seorang pedagang di Pasar Legi Ponorogo, Wiwik Setyowati, mengungkapkan bahwa kenaikan harga juga terjadi pada tingkat pembelian dari distributor. Bahkan, harga naik lebih dari Rp10 ribu per karton.
“Kalau premium yang satu literan itu harganya Rp23 ribu. Kalau stok ya nggak banyak, soalnya kulakan lagi sudah nggak dapat lagi harga segitu. Kalau dijual terlalu mahal juga nggak berani, takut nggak laku,” ujarnya, Jum’at (17/4/2026).
Kondisi ini membuat sejumlah pedagang memilih tidak menyetok dalam jumlah besar karena khawatir harga terus berubah dan daya beli masyarakat menurun.
Sementara itu, pedagang lainnya, Imam Mashuri, mengaku lebih memilih menjual minyak goreng subsidi, yakni Minyakita, karena lebih terjangkau bagi masyarakat. Namun, ia juga mengeluhkan adanya pembatasan pasokan dalam beberapa waktu terakhir.
“Perang di Timur Tengah ini ya ngaruh banget. Kalau yang premium saya jarang jual, lebih banyak minyak rakyat yang murah. Tapi sekarang kiriman juga dibatasi, biasanya dapat 30 karton, sekarang cuma 10 karton,” katanya.
Ia menambahkan, harga minyak goreng dari berbagai merek saat ini cenderung fluktuatif. Para pedagang berharap kondisi segera stabil agar harga kembali terjangkau dan pasokan kembali normal di pasaran. (Ega)
- Penulis: Ega Patria
- Editor: Diez





