Berita Terkini
Trending Tags

Minyakita Langka di Pasar Tradisional Ngawi, Harga Tembus Rp22 Ribu per Liter

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month 3 jam yang lalu
  • visibility 70
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Potret Pembeli dan Pedagang di Pasar Ngawi, Foto : Istimewa

Sinergia | Ngawi – Kelangkaan minyak goreng bersubsidi merek Minyakita mulai dirasakan di sejumlah pasar tradisional di Ngawi, Jawa Timur. Sejak dua bulan terakhir, komoditas tersebut sulit ditemukan di lapak pedagang. Kalaupun tersedia, harganya melambung jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

Kondisi ini masih terjadi pada Senin (20/4/2026) pagi. Minyakita dijual hingga Rp22 ribu per liter, padahal HET-nya berada di angka Rp15.700 per liter. Lonjakan harga juga merembet ke minyak goreng kemasan lain dan minyak curah yang sama-sama mengalami kenaikan signifikan.

Pedagang mengungkapkan, kelangkaan terjadi sejak dari tingkat distributor. Mereka mengaku kesulitan mendapatkan pasokan meski telah berupaya mencari ke berbagai jalur distribusi.

“Sudah sekitar dua bulan terakhir Minyakita sulit didapat. Kalau pun ada, harganya naik sampai Rp22 ribu. Tidak hanya minyak, harga gula juga ikut naik,” ujar Hana, salah satu pedagang.

Hal senada disampaikan pedagang lainnya. Menurut mereka, tidak hanya Minyakita yang langka, tetapi hampir seluruh minyak goreng kemasan juga sulit diperoleh di pasaran.

“Yang langka bukan hanya Minyakita, tapi hampir semua minyak goreng kemasan,” kata Bagus Widiantoro.

Image Not Found
Minyakita beragam kemasan, Foto : Istimewa

Kenaikan harga juga terjadi pada minyak goreng kemasan non-subsidi yang kini mencapai Rp22 ribu per 800 mililiter, dari sebelumnya sekitar Rp18 ribu. Sementara minyak goreng curah ikut terdongkrak menjadi Rp23 ribu per liter dari harga sebelumnya Rp18 ribu.

Selain minyak goreng, harga gula pasir juga mengalami kenaikan menjadi Rp18.500 per kilogram, dari sebelumnya Rp16 ribu. Meski demikian, harga sejumlah komoditas sayuran terpantau masih relatif stabil dan tidak mengalami lonjakan berarti.

Kondisi ini menambah beban masyarakat, terutama pelaku usaha kecil dan rumah tangga yang sangat bergantung pada ketersediaan bahan pokok dengan harga terjangkau. Pemerintah diharapkan segera mengambil langkah untuk menstabilkan pasokan dan harga di tingkat pasar. (Nan)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Arrachmando

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sejumlah Sapi di Jimbe Ponorogo Mati Mendadak

    Sejumlah Sapi di Jimbe Ponorogo Mati Mendadak

    • calendar_month Kamis, 2 Jan 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 57
    • 0Komentar

    KAB.PONOROGO – Diduga terserang penyakit kulit dan mulut (PMK) sejumlah sapi di Desa Jimbe Kecamatan Jenangan Ponorogo mati mendadak. Seperti sapi milik purwoto (45) yang ditemukan mati mendadak pada Rabu 1 Januari 2025 lalu. Bahkan sebelumnya, juga ada 1 ekor sapi yang mati dengan gejala serupa. Menurut Ismiati, kerabat Purwoto menuturkan total kini 3 ekor […]

    Bagikan
  • DPRD Magetan Akan Panggil KONI, Evaluasi Total Usai Gagal di Porprov Jatim

    DPRD Magetan Akan Panggil KONI, Evaluasi Total Usai Gagal di Porprov Jatim

    • calendar_month Kamis, 10 Jul 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 55
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kegagalan kontingen Kabupaten Magetan di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur IX/2025 memantik langkah tegas dari legislatif. Komisi A DPRD Magetan berencana memanggil Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Magetan untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap arah kebijakan olahraga daerah. “Olahraga kita ini harus di-review, ya. Kita ingin kontribusi yang lebih positif […]

    Bagikan
  • Perjalanan Jemaah Sindo Wisata Lempar Jumrah Sebagai Simbol Pembersihan Diri

    Perjalanan Jemaah Sindo Wisata Lempar Jumrah Sebagai Simbol Pembersihan Diri

    • calendar_month Senin, 9 Jun 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 71
    • 0Komentar

    Sinergia | Mina,Arab Saudi – Perjalanan panjang untuk menunaikan ibadah haji dilewati oleh Jemaah Haji Khusus Sindo Wisata. Usai melaksanakan wukuf di Arafah dan mabit di Muzdalifah dengan murur, jemaah Sindo Wisata pun bersiap untuk melaksanakan lempar jumrah. Pada 10 Dzulhijjah 1444 H, jemaah berangkat menuju ke Jamarat atau tempat melempar jumrah di Mina sekitar […]

    Bagikan
  • Pemkot Madiun Bakal Rombak Gedung Kesenian Menjadi Depo Arsip

    Pemkot Madiun Bakal Rombak Gedung Kesenian Menjadi Depo Arsip

    • calendar_month Selasa, 6 Mei 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 82
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan membutuhkan gedung depo arsip. Sebab, keberadaan bangunan tersebut sangat penting untuk tempat penyimpanan arsip statis. Dalam rangka memperingati Hari Kearsipan ke-54 pada Senin (05/05/2025), Wali Kota Madiun, Maidi memerintahkan Dinas terkait untuk segera merealisasikan gedung depo arsip. “Kota Madiun ini peringkat ke-4 […]

    Bagikan
  • DPD PKS Kota Madiun Periode 2025–2030 Didominasi Kader Muda

    DPD PKS Kota Madiun Periode 2025–2030 Didominasi Kader Muda

    • calendar_month Rabu, 20 Agt 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 49
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Struktur baru DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Madiun resmi diumumkan oleh DPP pada Kamis (14/08/2025) lalu. Formasi kepengurusan periode 2025–2030 kali ini dipenuhi wajah-wajah muda yang diharapkan mampu memberi semangat baru bagi partai. Sekretaris DPD PKS Kota Madiun, Hasta Hadiwiguna, mengungkapkan sejumlah perubahan penting terjadi dalam susunan kepengurusan. Di […]

    Bagikan
  • Peternak Sapi Perah Tak Merasakan Dampak PMK, Permintaan Susu Segar Meningkat

    Peternak Sapi Perah Tak Merasakan Dampak PMK, Permintaan Susu Segar Meningkat

    • calendar_month Selasa, 28 Jan 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 47
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Wabah virus Penyakit Mulut dan Kuku ( PMK) tidak begitu dirasakan dampaknya bagi peternak sapi perah di Kabupaten Madiun. Justru permintaan susu segar saat momen Imlek dan Isra’ Mi’raj meningkat dibanding hari biasanya.  Seperti yang dialami oleh kelompok peternak sapi perah Nedyo Rahayu di Desa Kresek, Kecamatan Wungu Kabupaten Madiun […]

    Bagikan
expand_less