Selasa, 20 Okt 2026
Trending Tags

Petani Tembakau Ngawi Terpuruk, Harga Anjlok Panen Merosot

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Sabtu, 13 Sep 2025
  • visibility 214
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Petani Tembakau mengeluhkan harga jual tembakau yang terus merosot, Foto : Kusnanto – Sinergia

Sinergia | Ngawi – Cuaca ekstrem memukul keras petani tembakau di Kabupaten Ngawi. Selain kualitas daun tembakau yang menurun, luas lahan panen juga menyusut drastis. Data terbaru menyebutkan sekitar 500 hektare lahan gagal panen, sementara produksi yang berhasil dipetik pun jauh di bawah target.

Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Ngawi, Sojo, menjelaskan bahwa pada 2025, total lahan yang semula diproyeksikan mencapai 2.000 hektare, ternyata hanya terealisasi sekitar 1.500 hektare. Dari jumlah itu, yang bisa dipanen bahkan tak sampai seribu hektare akibat curah hujan tinggi yang merusak tanaman.

“Biasanya hasil bisa 1,8 ton per hektare, tetapi tahun ini 1 ton saja sudah dianggap bagus. Banyak lahan tidak bisa diselamatkan,” terangnya, Sabtu (13/09/2025).

Penurunan produktivitas berimbas langsung pada harga. Tembakau kering rajang yang sebelumnya mampu menembus Rp. 50 ribu per kilogram, kini hanya laku di kisaran Rp. 20 ribu hingga Rp. 40 ribu.

Sojo mengungkapkan, tanaman tembakau Ngawi kini hanya tersebar di 14 kecamatan dengan konsentrasi terbesar di wilayah timur, terutama Karangjati, yang memiliki sekitar 10 ribu petani aktif. Namun, kerugian akibat gagal panen sepenuhnya ditanggung petani lantaran tidak ada perlindungan dari pemerintah.

“Kami terpaksa menjalin jaringan sendiri dengan pabrik dan pemodal. Kalau hasil sedikit tapi harga tinggi, kerugian bisa ditutup. Tapi kalau hasil kecil dan harga juga jatuh, posisi petani yang paling tertekan,” jelasnya.

Tak hanya itu, tingginya beban cukai rokok turut memperburuk kondisi. Menurut Sojo, dampaknya tidak hanya dirasakan petani, tetapi juga mengancam kelangsungan industri rokok nasional. Ia menyinggung kabar pemutusan hubungan kerja (PHK) yang melanda ratusan buruh di salah satu pabrik besar.

Menyadari besarnya persoalan, APTI Ngawi bersama APTI Jawa Timur berencana mengajukan rekomendasi kepada Dinas Perkebunan dan instansi terkait. Rekomendasi itu nantinya akan dibawa dalam Rapat Kerja Nasional APTI.

“Ini bukan sekadar masalah lokal. Ini sudah menjadi persoalan nasional yang harus segera ditangani bersama,” tegas Sojo.

Kusnanto – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Specta Night Kota Madiun Sedot Animo Ribuan Masyarakat, Pemkot Siapkan Evaluasi

    Specta Night Kota Madiun Sedot Animo Ribuan Masyarakat, Pemkot Siapkan Evaluasi

    • calendar_month Minggu, 20 Sep 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 149
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Kawasan Pahlawan Street Center (PSC) Kota Madiun kembali dipadati masyarakat pada Sabtu malam (19/9/2026). Gelaran Specta Night yang dikemas dalam kegiatan Car Free Night (CFN) tersebut menghadirkan beragam hiburan dan kreativitas komunitas. Deretan mobil modifikasi yang berjajar di sisi timur PSC menjadi salah satu daya tarik bagi pengunjung. Sementara itu, […]

    Bagikan
  • Penemuan Kerangka Manusia di Hutan Madiun, Diduga Berjenis Kelamin Perempuan

    Penemuan Kerangka Manusia di Hutan Madiun, Diduga Berjenis Kelamin Perempuan

    • calendar_month Kamis, 6 Nov 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 179
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Warga Desa Nglanduk, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, digemparkan oleh penemuan kerangka manusia di kawasan hutan Petak 202A RPH Bludru BKPH Mojorayung, Dusun Bribis, Kamis (06/11/2025). Penemuan bermula saat seorang warga bernama Agus Samiyono sedang mencari kroto atau pakan burung di area hutan tersebut. Saat berjalan di dekat saluran air, ia […]

    Bagikan
  • Dua Truk Adu Banteng di Madiun, Satu Pengemudi Luka-Luka

    Dua Truk Adu Banteng di Madiun, Satu Pengemudi Luka-Luka

    • calendar_month Minggu, 7 Des 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 151
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Dua truk terlibat kecelakaan di Jalan Raya Madiun–Ponorogo, tepatnya di Desa Kaibon, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Jawa Timur pada Sabtu (06/12/2025). Kecelakaan melibatkan Pick Up Mitsubishi L300 bernomor polisi AE 8643 GC yang dikemudikan Budi Pranoto (30), warga Desa Kecamatan Geger, dan truk boks Isuzu ekspedisi nopol L 9374 N […]

    Bagikan
  • Korban Longsor Tambang Trosono Akhirnya Ditemukan, Polres Magetan Evaluasi Aktivitas Penambangan

    Korban Longsor Tambang Trosono Akhirnya Ditemukan, Polres Magetan Evaluasi Aktivitas Penambangan

    • calendar_month Minggu, 28 Sep 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 145
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Tim gabungan akhirnya menemukan jasad Suroso (55), sopir truk yang tertimbun longsor di area tambang galian C Desa Trosono, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan. Korban ditemukan pada Minggu (28/9/2025) siang dalam kondisi sudah tidak bernyawa. Anggota Basarnas Pos SAR Trenggalek, Fitra Atma Casandra, menjelaskan korban ditemukan di sisi barat tebing longsoran dalam […]

    Bagikan
  • Anggaran Raksasa Pengadaan Pick Up 4×4 KDKMP Disorot, DPR RI Minta Pemerintah Evaluasi Kebijakan Impor

    Anggaran Raksasa Pengadaan Pick Up 4×4 KDKMP Disorot, DPR RI Minta Pemerintah Evaluasi Kebijakan Impor

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 293
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kritik atas kebijakan impor kendaraan pick up 4×4 untuk menunjang operasional Koperasi Merah Putih kembali mencuat. Anggota Komisi VI DPR RI Budi Sulistyono, yang dikenal dengan sapaan Kanang, menilai keputusan pemerintah pusat tersebut perlu dikaji ulang karena dinilai tidak tepat sasaran dan berpotensi melemahkan industri otomotif nasional. Pengadaan kendaraan itu dilakukan […]

    Bagikan
  • Permintaan Sandal Kulit Magetan Menurun Jelang Lebaran 2026, Perajin Hadapi Tantangan Baru

    Permintaan Sandal Kulit Magetan Menurun Jelang Lebaran 2026, Perajin Hadapi Tantangan Baru

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 189
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Menjelang Hari Raya Idulfitri 2026, para perajin sandal kulit di Kabupaten Magetan menghadapi situasi yang berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. Momentum yang biasanya menjadi puncak penjualan justru tidak memberikan lonjakan signifikan pada permintaan. Sejumlah perajin mengaku, peningkatan pesanan menjelang Lebaran tahun ini tidak setinggi biasanya. Jika pada periode yang sama di tahun-tahun […]

    Bagikan
expand_less