Jumat, 23 Okt 2026
Trending Tags

Disnakerin Madiun Geram, Penahanan Ijazah oleh Pabrik Plastik Wonoasri Terus Berulang

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
  • visibility 511
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Kepala Disnakerin Kabupaten Madiun, Arik Krisdiananto, akan mengambil tindakan tegas terhadap praktik penahanan ijazah. (22/4/2026), Foto : Tova-Sinergia

Sinergia | Madiun — Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerin) Kabupaten Madiun geram terhadap praktik penahanan ijazah yang kembali terjadi di perusahaan produsen plastik CV Sukses Jaya Abadi, Desa Wonoasri, Kecamatan Wonoasri. Aduan serupa disebut bukan kali pertama muncul dan terus berulang di perusahaan yang sama.

Kepala Disnakerin Kabupaten Madiun, Arik Krisdiananto, menegaskan pihaknya akan mengambil tindakan tegas setelah laporan terbaru diterima. Ia menyebut, sebelumnya dinas telah beberapa kali memfasilitasi mediasi dan pengembalian ijazah, namun praktik tersebut kembali terulang.

“Ini sudah berulang. Kami sudah fasilitasi, bahkan sudah pernah diingatkan keras. Tapi masih terjadi lagi. Artinya harus ada tindakan tegas,” kata Arik saat ditemui awak media pada Rabu (22/4/2026).

Disnakerin telah menurunkan tim Hubungan Industrial (HI) ke lokasi untuk mendata jumlah ijazah yang masih ditahan oleh pihak perusahaan. Data tersebut akan menjadi dasar langkah lanjutan, termasuk upaya pemaksaan pengembalian dokumen kepada para pekerja dan mantan pekerja.

Arik menegaskan, penahanan ijazah oleh perusahaan dalam bentuk apa pun tidak dibenarkan, meskipun diklaim sebagai bagian dari komitmen kerja.

“Perusahaan boleh berdalih apa saja, tapi aturan jelas melarang penahanan ijazah. Hubungan kerja cukup diatur melalui perjanjian kerja, bukan dengan menahan dokumen pribadi,” ujarnya.

Ia juga menyoroti kondisi pekerja yang kerap berada dalam posisi terpaksa menyerahkan ijazah demi mendapatkan pekerjaan. Menurutnya, hal tersebut tetap tidak bisa dijadikan pembenaran oleh perusahaan.

Disnakerin sebelumnya telah meminta agar ijazah yang ditahan diserahkan ke dinas untuk kemudian dikembalikan kepada pemiliknya. Namun, permintaan itu tidak diindahkan oleh pihak perusahaan.

Selain langkah internal, Disnakerin juga telah berkoordinasi dengan pengawas ketenagakerjaan Provinsi Jawa Timur untuk menindaklanjuti kasus ini sesuai prosedur hukum yang berlaku.

“Kalau masih ditemukan ada ijazah yang ditahan, maka akan masuk ranah penegakan oleh pengawas provinsi,” tegas Arik.

Kasus ini kembali menyoroti lemahnya kepatuhan sebagian perusahaan terhadap aturan ketenagakerjaan, sekaligus membuka potensi pelanggaran hak dasar pekerja di daerah. (Tov)

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pria Ngaku Anggota TNI Tipu Mahasiswi Ngawi, Nikah Siri dan Bawa Kabur Uang Rp. 10,5 Juta

    Pria Ngaku Anggota TNI Tipu Mahasiswi Ngawi, Nikah Siri dan Bawa Kabur Uang Rp. 10,5 Juta

    • calendar_month Minggu, 14 Sep 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 223
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Kisah cinta seorang mahasiswi asal Ngawi berinisial AKI (22) berakhir pahit. Ia menjadi korban penipuan seorang pria berinisial RS (38), warga Sleman, DIY, yang mengaku sebagai anggota TNI AD. Tidak hanya dinikahi secara siri, korban juga mengalami kerugian materi hingga Rp. 10,5 juta. Kasus ini bermula pada Mei 2025, ketika AKI […]

    Bagikan
  • Polres Magetan Tanamkan Budaya Tertib Lalu Lintas Sejak Dini Lewat Program Polisi Sahabat Anak

    Polres Magetan Tanamkan Budaya Tertib Lalu Lintas Sejak Dini Lewat Program Polisi Sahabat Anak

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 196
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Upaya membangun kesadaran tertib berlalu lintas sejak usia dini dilakukan Polres Magetan. Melalui Unit Kamsel Satlantas, program Police Goes to School dengan konsep Polisi Sahabat Anak digelar di RA Roudhotul Jannah dan TK PGRI Panekan, Kecamatan Panekan. Kegiatan edukatif itu dipimpin Kanit Kamsel Satlantas Polres Magetan, Ipda Anjas Wisudarto, bersama anggotanya. […]

    Bagikan
  • Polemik Tak Berujung Dualisme PSHT

    Polemik Tak Berujung Dualisme PSHT

    • calendar_month Kamis, 4 Sep 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 1.048
    • 0Komentar

    Sinergia – Jakarta/Kota Madiun – Polemik di tubuh Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) seakan tidak ada ujungnya. Dualisme kepemimpinan pada organisasi yang berdiri sejak tahun 1922 itu kembali menghangat. Hal itu tidak lepas dari terbitnya keputusan Menteri Hukum RI Nomor AHU-0005248.AH.01.07.Tahun 2025 Tentang Pengesahan Pendirian Perkumpulan Persaudaraan Setia Hati Terate yang diteken pada 17 Juli 2025 […]

    Bagikan
  • Manfaatkan Pekarangan, Pasutri di Magetan Sukses Budidayakan Cabai Rawit

    Manfaatkan Pekarangan, Pasutri di Magetan Sukses Budidayakan Cabai Rawit

    • calendar_month Sabtu, 19 Jul 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 224
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Di tengah upaya pemerintah mendorong program ketahanan dan swasembada pangan nasional, pasangan suami istri di Desa Banyudono, Kecamatan Ngariboyo, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, berhasil membudidayakan tanaman cabai rawit secara mandiri. Budidaya dilakukan di lahan pekarangan rumah yang sebelumnya tak produktif. Pasangan Wawan Mariadi dan Fitri Rahmawati awalnya prihatin melihat lingkungan sekitar […]

    Bagikan
  • Alih-Alih Ikon Wisata, Eco Bamboo Park Magetan Kini Jadi Lahan Cari Rumput

    Alih-Alih Ikon Wisata, Eco Bamboo Park Magetan Kini Jadi Lahan Cari Rumput

    • calendar_month Jumat, 5 Sep 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 197
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Harapan besar menjadikan Eco Bamboo Park (EBP) sebagai ikon baru sekaligus pusat edukasi bambu di Jawa Timur tampaknya jauh dari kenyataan. Dua tahun sejak digagas di Kelurahan Tinap, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Magetan, kawasan seluas 18,5 hektare itu kini lebih sering dimanfaatkan warga sekitar untuk mencari rumput ketimbang menjadi destinasi wisata ramah […]

    Bagikan
  • IPB University Sosialisasikan Desinfeksi Kandang Cegah PMK di Magetan

    IPB University Sosialisasikan Desinfeksi Kandang Cegah PMK di Magetan

    • calendar_month Jumat, 20 Jun 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 258
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Dalam upaya mencegah penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak, tim dosen dari IPB University menggelar sosialisasi pentingnya desinfeksi kandang di Kabupaten Magetan. Kegiatan ini menjadi bagian dari program tahunan Dosen Pulang Kampung yang kini memasuki tahun ketiga pelaksanaannya. Dipimpin oleh Dr. Tekad Urip PS, tim menyasar peternak […]

    Bagikan
expand_less