Motor dan Sandal Ditemukan di Jembatan, Pelajar SMK di Magetan Diduga Tercebur Sungai
- account_circle Kusnanto
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 108
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Magetan — Warga Desa Goranggareng Taji, Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, digegerkan dengan penemuan sebuah sepeda motor dan sepasang sandal di Jembatan Ngujur, Rabu (22/4/2026) pagi. Kendaraan bernomor polisi AE 3721 OW itu ditemukan sekitar pukul 07.00 WIB di jalur penghubung Kabupaten Madiun–Magetan tanpa keberadaan pemiliknya.
Kondisi tersebut memicu kekhawatiran warga dan pengguna jalan yang melintas, lantaran tidak ada tanda-tanda keberadaan pemilik kendaraan di sekitar lokasi. Setelah dilakukan penelusuran, sepeda motor tersebut diketahui milik Jarno (44), warga Desa Kuwonharjo, Kecamatan Takeran.
Berdasarkan keterangan keluarga, kendaraan itu dibawa oleh anaknya, Davin Andriano Mustaqin (19), seorang pelajar kelas XII di SMK Bendo. Davin diketahui meninggalkan rumah pada Selasa (21/4/2026) sekitar pukul 20.30 WIB dan hingga kini belum kembali maupun diketahui keberadaannya.
Rekan korban, Kevin Rafian Surya Pratama, mengaku mengetahui kabar tersebut dari orang tua Davin. Ia kemudian mendatangi lokasi dan memastikan bahwa sepeda motor yang ditemukan memang milik temannya.
“Saya ditelepon ibunya, ditanya apakah Davin bersama saya. Lalu saya ke sini dan benar, motornya ada di jembatan,” ujarnya. Kevin juga menyebut Davin dikenal sebagai sosok pendiam dan jarang bercerita.

Sementara itu, Kapolsek Nguntoronadi, AKP Mahfud Sidiq, membenarkan adanya laporan penemuan kendaraan di lokasi tersebut. Pihak kepolisian bersama unsur Forkopimca dan BPBD telah melakukan langkah awal penyelidikan.
“Dari hasil penelusuran, kendaraan tersebut milik warga Kecamatan Takeran. Saat ini kami masih melakukan analisis terkait kemungkinan korban tercebur atau menceburkan diri ke Sungai Bengawan Madiun,” jelasnya.
Ia menambahkan, proses pencarian akan dilanjutkan dengan melibatkan tim gabungan, namun sempat terkendala kondisi cuaca. Hingga saat ini, korban belum ditemukan dan pencarian masih terus dilakukan.
Polisi juga mengungkapkan, berdasarkan keterangan keluarga, saat meninggalkan rumah korban mengenakan celana pendek dan baju lengan panjang warna hitam serta tidak membawa telepon genggam. Dugaan sementara, korban berada di sekitar aliran Sungai Bengawan Madiun, namun hal tersebut masih dalam proses pendalaman lebih lanjut. (Kus)
- Penulis: Kusnanto
- Editor: Diez





