TPID Kota Madiun Pantau Bapokting, Cabai Aman Minyak Goreng Curah Naik
- account_circle Kriswanto
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 57
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Kota Madiun — Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Madiun memastikan harga cabai di wilayahnya masih terkendali. Hingga akhir April, harga cabai merah dan cabai keriting berada di kisaran Rp 55 ribu per kilogram, atau masih di bawah harga eceran tertinggi (HET).
Kabag Perekonomian dan Kesra Setda Kota Madiun, Danang Novianto, mengatakan kondisi tersebut relatif stabil dibandingkan sejumlah daerah lain, terutama di wilayah timur Indonesia yang mengalami kenaikan harga.
“Untuk cabai di Kota Madiun masih di bawah HET,” ujarnya.
Meski demikian, TPID menaruh perhatian pada harga minyak goreng (migor) curah yang saat ini berada di kisaran Rp20 ribu per liter atau sedikit di atas ketentuan. Kondisi tersebut dinilai perlu diantisipasi agar tidak memicu inflasi daerah.
“Minyak goreng curah menjadi perhatian kami untuk menjaga stabilitas harga,” kata Danang.
Ia menjelaskan, potensi kenaikan harga cabai tetap ada, terutama dipengaruhi faktor cuaca yang dapat mengganggu produksi. Untuk mengantisipasi hal itu, TPID akan memperkuat koordinasi dengan Dinas Perdagangan serta pelaku pasar.
Salah satu langkah yang disiapkan adalah memperlancar distribusi dari daerah penghasil, termasuk menjalin kerja sama dengan wilayah sekitar seperti Magetan dan daerah penyangga lainnya.
“Distribusi harus lancar agar harga tetap terkendali,” ujarnya.
Selain itu, TPID juga akan meningkatkan koordinasi dengan pedagang untuk menjaga ketersediaan pasokan di pasar. Upaya tersebut diharapkan mampu menjaga stabilitas harga bahan pokok di tingkat konsumen. (Kris)
- Penulis: Kriswanto
- Editor: Diez





