Berita Terkini
Trending Tags

Krupuk Upil Goreng Pasir, Efisien di Tengah Kenaikan Harga Minyak Goreng

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
  • visibility 312
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Produksi krupuk upil goreng pasir di Buluharjo, lebih hemat tanpa minyak. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Pelaku usaha krupuk upil di Desa Buluharjo, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, terus berinovasi untuk menjaga keberlangsungan produksi di tengah kenaikan harga minyak goreng. Sejak dirintis pada 2022, usaha rumahan ini memilih metode penggorengan menggunakan pasir sebagai alternatif yang dinilai lebih efisien.

Pemilik usaha, Rohman, mengungkapkan bahwa ide tersebut berangkat dari keterbatasan modal serta keinginan meminimalkan risiko usaha.

“Awalnya saya berpikir bagaimana membuka usaha dengan modal kecil dan risiko yang tidak besar. Kalau krupuk ini, biaya paling besar hanya bahan baku dan kemasan, jadi lebih aman untuk dijalankan,” ujarnya.

Metode penggorengan dengan pasir tidak hanya menekan biaya, tetapi juga menghasilkan krupuk dengan kualitas yang berbeda. Teksturnya lebih renyah dan tidak berminyak. Pasir yang digunakan pun melalui proses khusus sebelum dipakai dalam produksi.

Image Not Found
Menurut Rohman, 10 kilogram pasir bisa digunakan hingga 10 hari produksi, sehingga biaya operasional dapat ditekan. Foto : Kus-Sinergia

“Pasirnya tidak langsung dipakai. Kami cuci dulu untuk menghilangkan debu, lalu dijemur sampai benar-benar bersih dan kering,” kata Rohman.

Pasir tersebut didatangkan dari wilayah Blitar dengan karakteristik tertentu agar aman digunakan. Dalam praktiknya, sekitar 10 kilogram pasir bisa digunakan hingga 10 hari produksi, sehingga biaya operasional dapat ditekan secara signifikan dibandingkan penggunaan minyak goreng.

Dalam sehari, usaha ini mampu memproduksi hingga 2.000 bungkus krupuk upil. Produk dijual Rp5.000 per bungkus untuk pembelian langsung, dan Rp6.250 untuk agen. Pemasarannya pun telah menjangkau berbagai daerah di wilayah karesidenan Madiun.

“Sekarang pemasaran sudah sampai Pacitan, Ponorogo, Madiun, Ngawi, Magetan, sampai wilayah barat karesidenan,” jelasnya.

Selain memberikan keuntungan ekonomi, usaha ini juga membuka lapangan pekerjaan bagi warga sekitar. Sedikitnya 15 orang pekerja dilibatkan, mayoritas ibu rumah tangga.

“Kalau semua masuk, ada sekitar 15 pekerja. Kebanyakan ibu-ibu. Sistemnya fleksibel, jadi kalau ada yang ke sawah atau ada keperluan lain, tetap bisa menyesuaikan,” tambah Rohman.

Meski demikian, tantangan lain muncul dari kenaikan harga bahan kemasan plastik yang turut membebani biaya produksi. Untuk mengatasinya, pelaku usaha memilih strategi penyesuaian isi kemasan tanpa menaikkan harga jual secara signifikan.

“Kalau harga bahan naik, kami siasati dengan mengatur isi kemasan. Yang penting kualitas tetap dijaga dan harga masih bisa dijangkau pembeli,” tuturnya.

Dari sisi pendapatan, usaha ini terbilang menjanjikan dengan omzet harian mencapai puluhan juta rupiah. Inovasi sederhana melalui penggorengan pasir menjadi bukti bahwa pelaku UMKM mampu beradaptasi di tengah tekanan ekonomi.

Ke depan, Rohman berharap usahanya dapat terus berkembang dan menjadi contoh bagi pelaku usaha lain.

“Yang penting terus berusaha dan berinovasi. Walaupun sederhana, kalau dijalankan dengan tekun tetap bisa berkembang,” pungkasnya. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkab Magetan Dukung Pengembangan Unesa, Minta Kampus Jadi Penggerak Pemerataan Pembangunan

    Pemkab Magetan Dukung Pengembangan Unesa, Minta Kampus Jadi Penggerak Pemerataan Pembangunan

    • calendar_month Rabu, 2 Sep 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 154
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Pemerintah Kabupaten Magetan menyatakan dukungan terhadap rencana pengembangan Universitas Negeri Surabaya (Unesa) di Kabupaten Magetan. Namun, Pemkab berharap pengembangan kampus tidak hanya berorientasi pada perluasan fasilitas pendidikan, tetapi juga mampu menjadi pengungkit pemerataan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di wilayah lain di Kabupaten Magetan. Bupati Magetan Nanik Sumantri mengatakan, keberadaan Kampus 5 […]

    Bagikan
  • Pemerintah Siapkan Stimulus Dongkrak Penguatan Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II 2026

    Pemerintah Siapkan Stimulus Dongkrak Penguatan Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II 2026

    • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 222
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun — Pemerintah pusat bersama pemerintah daerah mulai menyiapkan sejumlah langkah antisipasi untuk menjaga pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal II 2026 di tengah tantangan global, pelemahan nilai tukar rupiah, hingga perlambatan daya beli masyarakat. Hal itu mengemuka dalam diskusi antara Sekretaris Kementerian Koordinator (Sesmenko) Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso bersama Plt Wali Kota […]

    Bagikan
  • Kejari Kota Madiun Monitoring dan Evaluasi Proyek Pavingisasi dan PJU

    Kejari Kota Madiun Monitoring dan Evaluasi Proyek Pavingisasi dan PJU

    • calendar_month Kamis, 16 Okt 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 121
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Madiun melalui Tim Sambang Kelurahan meninjau hasil pekerjaan untuk program pavingisasi serta penerangan jalan umum (PJU) di wilayah Kecamatan Kartoharjo pada Kamis (16/10/2025). Kegiatan ini bagian dari program penyuluhan hukum terkait pembangunan sarana dan prasarana yang ada di tingkat kelurahan yang dilakukan oleh kelompok masyarakat (Pokmas). Korps […]

    Bagikan
  • Wisatawan Asal Ponorogo Meninggal Mendadak di Telaga Sarangan

    Wisatawan Asal Ponorogo Meninggal Mendadak di Telaga Sarangan

    • calendar_month Minggu, 9 Nov 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 233
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Ketenangan lokasi wisata Telaga Sarangan, Kabupaten Magetan, terusik dengan insiden mengejutkan pada Minggu (9/11/2025) siang. Seorang wisatawan asal Ponorogo, Wahyu Eko Apriliyono (34), ditemukan tak sadarkan diri di pinggir jalan kawasan tikungan selatan Hotel Kintamani. Meski sempat dilarikan ke Puskesmas Plaosan, namun nyawanya tak tertolong. Peristiwa itu bermula saat Wahyu datang […]

    Bagikan
  • Polres Magetan Gelar Salat Ghoib dan Donasi untuk Korban Banjir Bandang di Sumatera

    Polres Magetan Gelar Salat Ghoib dan Donasi untuk Korban Banjir Bandang di Sumatera

    • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 211
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Suasana haru menyelimuti Masjid Shiratal Mustaqim Polres Magetan, Rabu (03/12/2025) siang. Ratusan anggota kepolisian berdiri rapat dalam barisan, menundukkan kepala, dan memanjatkan doa untuk para korban banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Ibadah Salat Ghoib yang dipimpin Kapolres Magetan AKBP Raden Erik Bangun Prakasa […]

    Bagikan
  • Dari Pokir hingga E-Katalog, KPK Dorong Pemkab Ponorogo Benahi Tata Kelola

    Dari Pokir hingga E-Katalog, KPK Dorong Pemkab Ponorogo Benahi Tata Kelola

    • calendar_month Minggu, 26 Okt 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 152
    • 0Komentar

    Sinergia | Jakarta –Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendorong Pemerintah Kabupaten Ponorogo memperkuat transparansi dan integritas tata kelola pemerintahan daerah. Informasi ini dilansir dari situs resmi KPK pada kanal Ruang Informasi – Berita dengan judul “Dari Pokir hingga E-Katalog, KPK Dorong Ponorogo Benahi Tata Kelola”. Dalam audiensi dan koordinasi yang digelar Direktorat Koordinasi dan Supervisi (Korsup) […]

    Bagikan
expand_less