Berita Terkini
Trending Tags

Belajar Meracik Warisan Nusantara, Siswa SMPN 13 Kota Madiun Antusias Kenal Jamu di D’Jamoe

  • account_circle Kriswanto
  • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
  • visibility 186
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Siswa SMPN 13 Kota Madiun praktik meracik jamu tradisional, (7/5/2026), Foto : Kris-Sinergia

Sinergia | Kota Madiun – D’Jamoe menjadi ruang belajar berbeda bagi puluhan siswa SMPN 13 Kota Madiun pada Kamis (7/5/2026). Bukan sekadar duduk di kelas, sebanyak 87 siswa bersama guru pendamping mengikuti kegiatan outdoor learning yang mengajak mereka mengenal lebih dekat budaya jamu tradisional Indonesia.

Suasana hangat langsung terasa sejak para siswa memasuki area produksi D’Jamoe. Mereka diajak memahami filosofi jamu gendong yang sudah dikenal sejak jaman dulu. Meski sekarang sudah jarang ada, namun eksistensi jamu kini terus dipertahankan. Para siswa pun juga dikenalkan dengan beragam rempah-rempah yang banyak digunakan untuk bahan baku jamu.

Owner D’Jamoe, Oktavia Purnawati Wijayaningrum atau akrab disapa Vivie, mengakui mengenalkan jamu kepada generasi Z bukan perkara mudah. Karena itu, pihaknya memilih pendekatan kreatif melalui permainan dan praktik langsung agar anak-anak merasa dekat dengan jamu.

“Kalau langsung disuruh minum jelas enggak menarik buat mereka. Jadi kami ajak lewat games, praktik bikin jamu, supaya mereka suka dulu. Kalau sudah suka, nanti mereka mau minum sendiri,” jelasnya.

Untuk itu, 6 perwakilan siswa yang dibagi menjadi 3 kelompok pun praktik langsung membuat jamu setelah diberikan demo pembuatan oleh peracik dari D’Jamoe. Mereka pun sangat antusias karena menjadi pengalaman pertama kali meracik jamu tradisional.

Seperti yang dirasakan oleh Airi Bunga Glaria (15), siswi kelas 8, pengalaman tersebut menjadi momen pertama yang berkesan. Ia mengaku awalnya sempat ragu saat harus membuat jamu sendiri.

“Jujur karena ini pertama kali agak takut ya, takut rasanya enggak enak dan enggak jadi jamu. Tapi ternyata seru banget karena kita jadi tahu budaya jamu gendong, filosofi, sampai cara membuatnya,” ujarnya sambil tersenyum.

Gelak tawa pecah ketika sebagian hasil racikan terasa terlalu manis atau terlalu pedas. Namun dari situlah proses belajar berlangsung dengan cara yang menyenangkan.

Salah satu peserta yang berhasil mencuri perhatian adalah Athena Dyozha Mahendra (14) dari kelas 8E. Racikan jamunya berhasil menjadi yang terbaik dalam sesi games meracik jamu.

Athena mengaku dirinya memperhatikan setiap tahapan demo yang diberikan instruktur sebelum mulai mencampurkan bahan-bahan.

“Saya catat takarannya dan tahapan memasukkan bahannya. Awalnya memang kemanisan, akhirnya saya tambah jahenya supaya rasanya pas,” katanya.

Menariknya, kedua siswi itu mengaku jarang mengonsumsi jamu dalam kehidupan sehari-hari. Menurut mereka, penjual jamu gendong kini semakin sulit ditemui dibanding saat masih kecil dulu. Namun setelah mengikuti kegiatan tersebut, keduanya justru mulai tertarik untuk kembali rutin minum jamu.

Image Not Found
Outdoor learning kenalkan jamu Nusantara kepada generasi muda, (7/5/2026), Foto : Kris-Sinergia

“Kayaknya nanti jadi sering minum jamu, karena ternyata saya suka,” ucap Airi.

Sementara itu, lanjut Vivie, jamu tradisional sebenarnya mampu bersaing dengan minuman modern yang kini digandrungi anak muda. Kuncinya terletak pada inovasi rasa tanpa menghilangkan manfaat kesehatan.

Ia mencontohkan temulawak yang identik dengan rasa pahit kini dimodifikasi dengan perpaduan rempah dan gula kelapa agar lebih ramah di lidah remaja.

“Sekarang membuat jamu itu harus enak dulu. Kalau rasanya enak, anak-anak pasti mau mencoba,” katanya.

Di balik kesederhanaannya, proses produksi di D’Jamoe masih mempertahankan cara tradisional. Mulai dari pencucian bahan hingga proses perasan masih dilakukan manual menggunakan tangan. Modernisasi hanya hadir lewat penggunaan blender untuk membantu produksi dalam jumlah besar.

“Jadi ya harapan kami nanti setelah ini mereka ya paling enggak entah seminggu sekali mereka rajin minum jamu, terutama kan yang cewek-cewek nih ya. Karena jamu ini sangat bagus untuk kesehatan,” terangnya.

Untuk menarik minat anak muda, D’Jamoe juga membuka program “Jamu Class” yang sudah berjalan selama dua tahun terakhir. Melalui kelas tersebut, peserta diajak belajar membuat jamu secara langsung dengan metode sederhana dan menyenangkan.

“Itu sudah kita lakukan dua tahun terakhir ini. Siapa yang pengen belajar secara grup, tapi kami masih menerima secara grup,” tegas Vivie.

Sementara itu, Kepala SMPN 13 Kota Madiun, Anik Suyanti, menilai kegiatan outdoor learning tersebut menjadi sarana penting mengenalkan warisan budaya sekaligus menanamkan semangat kewirausahaan kepada siswa.

“Dengan melihat antusiasme anak-anak ini, saya yakin nanti akan tetap terjaga warisan budaya ini,” ujarnya.

Menurutnya, jamu bukan hanya soal minuman tradisional, tetapi juga bagian dari kearifan lokal yang memiliki nilai kesehatan dan ekonomi.

“Anak-anak belajar banyak hal di sini. Ada ilmu IPA tentang tanaman dan manfaat kesehatan, ada juga IPS tentang produksi, pemasaran, sampai nilai ekonominya,” ujarnya.

Ia berharap pengalaman tersebut mampu menginspirasi siswa untuk terus berinovasi dan menjadi generasi yang mandiri.

“Harapan saya kepada siswa yang melakukan ODL hari ini, mereka terus berinovasi dengan inspirasi yang didapat dari sini sehingga dia menjadi pembelajar sepanjang hayat,” katanya.

Di tengah derasnya tren minuman modern, kegiatan sederhana di sudut Kota Madiun itu menjadi pengingat bahwa warisan budaya tak selalu harus dikenalkan lewat ceramah panjang. Kadang, cukup dengan segelas jamu racikan sendiri, generasi muda bisa mulai jatuh cinta kembali pada kekayaan tradisi Nusantara. (Krs)

Bagikan
  • Penulis: Kriswanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Counter HP di Ngawi Dibobol Maling, Puluhan Unit HP Raib

    Counter HP di Ngawi Dibobol Maling, Puluhan Unit HP Raib

    • calendar_month Kamis, 2 Okt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 183
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Kasus pencurian menimpa sebuah counter handphone di Dusun Pule, Desa Ngrambe, Kecamatan Ngrambe. Konter bernama Jawara Cell itu dibobol pelaku pada Senin (22/09/2025). Akibatnya, puluhan unit ponsel berbagai merek hilang bersama sejumlah voucher isi ulang dan aksesori. Kapolsek Ngrambe, Iptu Agus Hari Santoso, menjelaskan bahwa peristiwa itu pertama kali terungkap pada […]

    Bagikan
  • BPBD Magetan Tanamkan Budaya Sadar Bencana Sejak Dini, Mewaspadai Dampak Cuaca Ekstrem

    BPBD Magetan Tanamkan Budaya Sadar Bencana Sejak Dini, Mewaspadai Dampak Cuaca Ekstrem

    • calendar_month Kamis, 16 Jul 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 182
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Tingginya angka kejadian bencana di Kabupaten Magetan mendorong Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) semakin masif memberikan edukasi mitigasi kepada masyarakat, termasuk kepada pelajar sejak usia dini. Momentum Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran baru 2026/2027 dimanfaatkan BPBD untuk menanamkan budaya sadar bencana kepada siswa SD, SMP, SMA/SMK di Magetan, salah […]

    Bagikan
  • DKPP Kota Madiun Salurkan Bantuan 78,8 Ton Pupuk Kepada 34 Poktan

    DKPP Kota Madiun Salurkan Bantuan 78,8 Ton Pupuk Kepada 34 Poktan

    • calendar_month Minggu, 26 Jul 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 33
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Madiun mulai menyalurkan bantuan sebanyak 78.815 kilogram pupuk kepada 34 kelompok tani (poktan). Bantuan senilai Rp1,1 miliar yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tersebut ditujukan untuk mendukung produktivitas pertanian sekaligus menjaga kualitas lahan. Ketua Tim Prasarana dan Sarana Pertanian […]

    Bagikan
  • Berempati, Ketua Persit KCK Koorcab Rem 081 Jenguk Prajurit yang Sakit

    Berempati, Ketua Persit KCK Koorcab Rem 081 Jenguk Prajurit yang Sakit

    • calendar_month Kamis, 10 Apr 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 97
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Dua prajurit Korem 081/DSJ saat ini tengah dirawat di rumah sakit. Lettu Czi Siswanto dirawat di RS. DKT Madiun, sedangkan Lettu Inf Eka Adli Prayitno dirawat di RS. Soedono. Ketua Persit KCK Koorcab Rem 081 PD V/Brawijaya, Frieda Untoro berempati terhadap kondisi mereka. Bersama beberapa anggotanya, ia pun menjenguk keduanya. […]

    Bagikan
  • Sindikat Curanmor Lintas Provinsi Terbongkar, Pelaku Baru Bebas Dua Bulan

    Sindikat Curanmor Lintas Provinsi Terbongkar, Pelaku Baru Bebas Dua Bulan

    • calendar_month Senin, 20 Okt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 141
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Dalam waktu kurang dari sehari, jajaran Polres Ngawi berhasil mengungkap kasus pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) lintas provinsi yang melibatkan seorang residivis kambuhan. Operasi ini dipimpin langsung oleh Kapolres Ngawi AKBP Charles Pandapotan Tampubolon. Sebanyak 17 lokasi pencurian teridentifikasi, tersebar di wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah. Dari pengungkapan ini, polisi menetapkan […]

    Bagikan
  • Belanja Pegawai Pemkab Madiun Masih Gemuk, Target 30 Persen Dikejar Tahun Depan

    Belanja Pegawai Pemkab Madiun Masih Gemuk, Target 30 Persen Dikejar Tahun Depan

    • calendar_month Kamis, 2 Jul 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 114
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun masih menghadapi pekerjaan rumah besar menjelang berlakunya penuh Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (HKPD). Pasalnya, porsi belanja pegawai dalam APBD 2026 masih berada di atas batas maksimal 30 persen yang diwajibkan pemerintah mulai Januari 2027. Berdasarkan data Kementerian […]

    Bagikan
expand_less