Ratusan Massa Demo Tolak MBG, Soroti Nasib Guru Honorer di Ponorogo
- account_circle Ega Patria
- calendar_month 4 jam yang lalu
- visibility 158
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Ponorogo – Ratusan masyarakat yang tergabung dalam Konsorsium Ponorogo Bersatu menggelar aksi damai di depan Gedung DPRD Kabupaten Ponorogo, Kamis (7/5/2026). Dalam aksi tersebut, massa menyuarakan penolakan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai belum menjadi kebutuhan prioritas masyarakat.
Selain menolak program MBG, massa juga menuntut perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan guru honorer di Ponorogo yang dinilai masih jauh dari layak. Massa aksi membawa berbagai poster dan spanduk berisi tuntutan serta melakukan orasi secara bergantian di depan kantor legislatif daerah tersebut.
Koordinator aksi, Aang Pariyanto, menyebut program MBG belum relevan dengan kondisi masyarakat Ponorogo saat ini. Menurutnya, masih banyak persoalan mendasar yang seharusnya lebih diprioritaskan pemerintah, salah satunya kesejahteraan tenaga honorer.
“Masih ada guru honorer di Ponorogo yang hanya menerima gaji sekitar Rp250 ribu per bulan. Ini tentu sangat memprihatinkan dan perlu menjadi perhatian serius pemerintah,” ujarnya saat menyampaikan orasi.
Ia menambahkan, pemerintah seharusnya lebih fokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat kecil dibanding menjalankan program yang dinilai belum mendesak.
“Bukan berarti kami menolak program pemerintah secara keseluruhan, tetapi pemerintah juga harus melihat kebutuhan riil masyarakat di daerah,” tambahnya.
Dalam aksi tersebut, massa juga menyampaikan dukungan terhadap program Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Menurut mereka, program tersebut dinilai lebih berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat desa.
Sementara itu, Ketua DPRD Ponorogo, Dwi Agus Prayitno, menemui langsung peserta aksi dan menerima tuntutan yang disampaikan massa. Ia menyebut aspirasi masyarakat akan diteruskan kepada pemerintah pusat sebagai bahan evaluasi.
“Kami menerima seluruh aspirasi yang disampaikan masyarakat hari ini dan akan kami teruskan kepada pemerintah pusat,” katanya. (Ega)
- Penulis: Ega Patria
- Editor: Diez





