Berita Terkini
Trending Tags

ASN Ramai-Ramai Beli Telur, Aksi Solidaritas di Magetan Tuai Kritik Substansi

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
  • visibility 264
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
ASN Magetan beli telur sebagai aksi bantu peternak lokal terdampak. Foto : Istimewa

Sinergia | Magetan — Ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) memadati halaman Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Magetan, Selasa (12/5/2026), untuk membeli telur dari peternak lokal. Aksi yang dikemas dalam “Gerakan Membeli Telur” ini digagas sebagai upaya cepat membantu peternak ayam petelur yang tengah terpukul akibat anjloknya harga jual.

Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Bupati Magetan menyusul merosotnya harga telur di tingkat peternak dalam beberapa pekan terakhir. ASN di lingkungan Sekretariat Daerah tampak antusias membeli telur dalam jumlah besar dengan harapan dapat mendongkrak serapan pasar dan menahan laju penurunan harga.

Sekretaris Daerah Magetan, Welly Kristanto, menyebut langkah ini sebagai bentuk intervensi langsung pemerintah daerah dalam menjaga keberlangsungan usaha peternak. Menurutnya, peningkatan konsumsi telur lokal diharapkan mampu memberi ruang napas bagi peternak yang saat ini tertekan.

“Ini bagian dari upaya menstabilkan harga sekaligus membantu peternak agar tetap bertahan di tengah kondisi sulit,” ujarnya.

Namun, di balik aksi yang ramai di media sosial tersebut, kritik tajam mulai bermunculan. Sejumlah kalangan menilai gerakan itu hanya bersifat jangka pendek dan belum menyentuh akar persoalan yang dihadapi peternak.

Direktur Magetan Center, Beni Ardi, menilai langkah tersebut lebih bernuansa seremonial ketimbang solusi strategis. Ia menegaskan, persoalan utama peternak bukan sekadar rendahnya daya beli sesaat, melainkan tekanan struktural yang berlangsung lama.

“Masalahnya bukan hanya kurang pembeli hari ini. Peternak butuh kebijakan berkelanjutan, bukan aksi sesaat yang muncul ketika isu sedang ramai,” katanya.

Menurut Beni, pemerintah daerah perlu mengambil langkah lebih konkret, seperti pengendalian distribusi telur dari luar daerah, pemberian subsidi pakan ternak, hingga menciptakan skema penyerapan hasil produksi secara konsisten. Tanpa kebijakan tersebut, peternak akan terus berada dalam posisi rentan.

Ia juga menyoroti fenomena yang dinilai menyerupai budaya FOMO (fear of missing out) di lingkungan birokrasi, di mana respons cepat muncul saat isu menjadi sorotan publik, namun berpotensi tidak berlanjut dalam jangka panjang.

“Jangan sampai ini hanya tren. Ketika perhatian publik mereda, aksi ikut berhenti. Padahal yang dibutuhkan peternak adalah kepastian pasar dan keberpihakan kebijakan,” tegasnya.

Kondisi peternak ayam petelur di Magetan saat ini memang memprihatinkan. Harga telur di tingkat peternak dilaporkan berada di bawah biaya produksi, sementara harga pakan masih tinggi. Di sisi lain, pasokan telur dari luar daerah dengan harga lebih murah turut menekan daya saing peternak lokal.

Situasi tersebut memicu kekhawatiran akan keberlanjutan usaha peternakan di daerah. Tanpa intervensi kebijakan yang komprehensif dan berjangka panjang, aksi solidaritas seperti gerakan beli telur dikhawatirkan hanya menjadi solusi sementara—ramai di awal, namun tak cukup kuat untuk menyelesaikan persoalan mendasar. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dinkes Madiun Akan Lakukan Pembinaan Pelaku Usaha Kerupuk Yang Diduga Pakai Boraks

    Dinkes Madiun Akan Lakukan Pembinaan Pelaku Usaha Kerupuk Yang Diduga Pakai Boraks

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 249
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun merespons temuan dugaan kandungan boraks pada sejumlah sampel takjil yang diuji oleh Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Surabaya di kawasan Alun-Alun Caruban, Kamis (5/3/2026) sore. Pemerintah daerah menilai pengawasan tersebut penting untuk memastikan keamanan pangan bagi masyarakat selama Ramadan. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun dr […]

    Bagikan
  • Belanja Pegawai Pemkab Magetan Capai Rp. 596 Miliar, 34 Persen dari APBD 2025

    Belanja Pegawai Pemkab Magetan Capai Rp. 596 Miliar, 34 Persen dari APBD 2025

    • calendar_month Selasa, 19 Agt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 210
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan mengalokasikan anggaran belanja pegawai sebesar Rp. 596 miliar pada tahun 2025. Jumlah itu menyerap sekitar 34 persen dari total Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun berjalan. Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Magetan, Yayuk Sri Rahayu, menjelaskan sebagian besar anggaran tersebut diperuntukkan bagi pembayaran […]

    Bagikan
  • KPK Periksa 13 Pejabat Pemkab Ponorogo, Pendalaman Kasus Suap Jabatan Masuki Babak Baru

    KPK Periksa 13 Pejabat Pemkab Ponorogo, Pendalaman Kasus Suap Jabatan Masuki Babak Baru

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 200
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Penanganan kasus dugaan suap jual beli jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo kembali memasuki fase krusial. Pada Senin (01/12/2025), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa sedikitnya 13 pejabat Pemkab Ponorogo dalam agenda pemeriksaan maraton yang dipusatkan di Polres Madiun Kota. Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, membenarkan adanya pemanggilan tersebut. Ia […]

    Bagikan
  • Pemkot Madiun Salurkan 146 Ton Pupuk Non Subsidi untuk 32 Kelompok Tani

    Pemkot Madiun Salurkan 146 Ton Pupuk Non Subsidi untuk 32 Kelompok Tani

    • calendar_month Kamis, 23 Okt 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 174
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) menyalurkan bantuan pupuk non subsidi kepada kelompok tani di wilayah setempat. Program ini ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan pupuk majemuk para petani di tengah terbatasnya alokasi pupuk subsidi dari pemerintah pusat. Subkor Budidaya, Sarana dan Prasarana Pertanian DKPP Kota Madiun, […]

    Bagikan
  • Lebih dari 13 Ribu Pelajar di Magetan Alami Gangguan Mata, Penggunaan Gadget Berlebihan Jadi Sorotan

    Lebih dari 13 Ribu Pelajar di Magetan Alami Gangguan Mata, Penggunaan Gadget Berlebihan Jadi Sorotan

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 166
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Tingginya penggunaan perangkat elektronik di kalangan anak-anak dan remaja mulai berdampak pada kesehatan mata. Dinas Kesehatan Kabupaten Magetan mencatat lebih dari 13.000 pelajar tingkat SD hingga SMA mengalami gangguan penglihatan yang sebagian besar memerlukan koreksi menggunakan kacamata. Data tersebut diperoleh dari hasil skrining kesehatan mata yang dilakukan Dinas Kesehatan Magetan sepanjang […]

    Bagikan
  • 4 Hari Dibawa Kabur Kumbang, Tim Reaksi Cepat Distrik Buruway Berhasil Menjemput Melati

    4 Hari Dibawa Kabur Kumbang, Tim Reaksi Cepat Distrik Buruway Berhasil Menjemput Melati

    • calendar_month Senin, 10 Feb 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 215
    • 0Komentar

    Sinergia | Kaimana – Tim reaksi cepat Distrik Buruway, Kaimana, Papua Barat, berhasil menjemput kembali anak perempuan dibawah umur yang dibawa kabur seorang lelaki. Korban ini sebut saja Melati (17) dibawa kabur oleh pacarnya si Kumbang (22) selama 4 hari. Kapolres Kaimana, AKBP Gadug Kurniawan membenarkan kejadian tersebut. Korban saat ini sudah diserahkan pada orang […]

    Bagikan
expand_less