Berita Terkini
Trending Tags

ASN Ramai-Ramai Beli Telur, Aksi Solidaritas di Magetan Tuai Kritik Substansi

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
  • visibility 263
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
ASN Magetan beli telur sebagai aksi bantu peternak lokal terdampak. Foto : Istimewa

Sinergia | Magetan — Ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) memadati halaman Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Magetan, Selasa (12/5/2026), untuk membeli telur dari peternak lokal. Aksi yang dikemas dalam “Gerakan Membeli Telur” ini digagas sebagai upaya cepat membantu peternak ayam petelur yang tengah terpukul akibat anjloknya harga jual.

Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Bupati Magetan menyusul merosotnya harga telur di tingkat peternak dalam beberapa pekan terakhir. ASN di lingkungan Sekretariat Daerah tampak antusias membeli telur dalam jumlah besar dengan harapan dapat mendongkrak serapan pasar dan menahan laju penurunan harga.

Sekretaris Daerah Magetan, Welly Kristanto, menyebut langkah ini sebagai bentuk intervensi langsung pemerintah daerah dalam menjaga keberlangsungan usaha peternak. Menurutnya, peningkatan konsumsi telur lokal diharapkan mampu memberi ruang napas bagi peternak yang saat ini tertekan.

“Ini bagian dari upaya menstabilkan harga sekaligus membantu peternak agar tetap bertahan di tengah kondisi sulit,” ujarnya.

Namun, di balik aksi yang ramai di media sosial tersebut, kritik tajam mulai bermunculan. Sejumlah kalangan menilai gerakan itu hanya bersifat jangka pendek dan belum menyentuh akar persoalan yang dihadapi peternak.

Direktur Magetan Center, Beni Ardi, menilai langkah tersebut lebih bernuansa seremonial ketimbang solusi strategis. Ia menegaskan, persoalan utama peternak bukan sekadar rendahnya daya beli sesaat, melainkan tekanan struktural yang berlangsung lama.

“Masalahnya bukan hanya kurang pembeli hari ini. Peternak butuh kebijakan berkelanjutan, bukan aksi sesaat yang muncul ketika isu sedang ramai,” katanya.

Menurut Beni, pemerintah daerah perlu mengambil langkah lebih konkret, seperti pengendalian distribusi telur dari luar daerah, pemberian subsidi pakan ternak, hingga menciptakan skema penyerapan hasil produksi secara konsisten. Tanpa kebijakan tersebut, peternak akan terus berada dalam posisi rentan.

Ia juga menyoroti fenomena yang dinilai menyerupai budaya FOMO (fear of missing out) di lingkungan birokrasi, di mana respons cepat muncul saat isu menjadi sorotan publik, namun berpotensi tidak berlanjut dalam jangka panjang.

“Jangan sampai ini hanya tren. Ketika perhatian publik mereda, aksi ikut berhenti. Padahal yang dibutuhkan peternak adalah kepastian pasar dan keberpihakan kebijakan,” tegasnya.

Kondisi peternak ayam petelur di Magetan saat ini memang memprihatinkan. Harga telur di tingkat peternak dilaporkan berada di bawah biaya produksi, sementara harga pakan masih tinggi. Di sisi lain, pasokan telur dari luar daerah dengan harga lebih murah turut menekan daya saing peternak lokal.

Situasi tersebut memicu kekhawatiran akan keberlanjutan usaha peternakan di daerah. Tanpa intervensi kebijakan yang komprehensif dan berjangka panjang, aksi solidaritas seperti gerakan beli telur dikhawatirkan hanya menjadi solusi sementara—ramai di awal, namun tak cukup kuat untuk menyelesaikan persoalan mendasar. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Desa Sumberdodol Magetan Masuk 10 Besar Desa Wisata Terbaik Nasional versi BRIliAn 2025

    Desa Sumberdodol Magetan Masuk 10 Besar Desa Wisata Terbaik Nasional versi BRIliAn 2025

    • calendar_month Sabtu, 19 Jul 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 303
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Desa Sumberdodol, Kecamatan Panekan, kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Desa ini berhasil masuk dalam jajaran 10 besar Desa Wisata Terbaik Nasional dalam ajang Program Desa BRIliAn 2025 yang diselenggarakan oleh Bank Rakyat Indonesia (BRI). Tak main-main, Sumberdodol harus bersaing dengan 106 desa lainnya dari seluruh Indonesia. Program Desa BRIliAn […]

    Bagikan
  • Positif Narkoba, 1 Perwira dan 2 Bintara Polres Madiun Kota Bakal Diproses Kode Etik

    Positif Narkoba, 1 Perwira dan 2 Bintara Polres Madiun Kota Bakal Diproses Kode Etik

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 258
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Tindakan tegas dilakukan Polres Madiun Kota terhadap personilnya yang terlibat narkotika. Hal ini buntut penangkapan oleh jajaran Satresnarkoba Polres Madiun terhadap anggota Polres Madiun Kota berinisial Aiptu HD atas dugaan pengedar narkoba. Menyikapi hal itu, Polres Madiun Kota telah bergerak melakukan tes urine terhadap para personilnya. Hasilnya, ditemukan 3 personil […]

    Bagikan
  • Marak Isu Beras Premium Oplosasn, Produsen Beras di Madiun Pilih Hentikan Produksi

    Marak Isu Beras Premium Oplosasn, Produsen Beras di Madiun Pilih Hentikan Produksi

    • calendar_month Rabu, 13 Agt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 133
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Di tengah maraknya isu peredaran beras premium oplosan, CV Martindo Rice Indonesia memutuskan menghentikan sementara produksi beras merek Bulan Emas, Palur, dan Palur Ping. Kebijakan ini berlaku sejak 4 Agustus 2025 dan belum ditentukan batas waktunya. Keputusan tersebut disampaikan manajemen melalui surat terbuka yang ditujukan kepada seluruh konsumen dan distributor. […]

    Bagikan
  • Viral Pemotor Dikeroyok Usai Tabrakan Dengan Pedagang Nasi Goreng

    Viral Pemotor Dikeroyok Usai Tabrakan Dengan Pedagang Nasi Goreng

    • calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 190
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Sebuah video kecelakaan yang melibatkan sepeda motor Yamaha N-Max dan gerobak nasi goreng viral di media sosial. Peristiwa tersebut terjadi di simpang tiga Jalan Gajah Mada – Urip Sumoharjo, Kota Madiun, pada Minggu malam (16/11/2025). Dalam rekaman yang beredar, tampak pedagang nasi goreng tengah membersihkan dagangannya yang tumpah akibat insiden […]

    Bagikan
  • Kronologi Anak 7 Tahun Jatuh dari Lantai Atas RS Hermina Madiun, Polisi Cek CCTV

    Kronologi Anak 7 Tahun Jatuh dari Lantai Atas RS Hermina Madiun, Polisi Cek CCTV

    • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 527
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Seorang anak laki-laki berusia 7 tahun dilaporkan terjatuh dari lantai atas di Rumah Sakit Hermina Madiun, Jalan Ring Road Barat, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun, Rabu (29/4/2026). Peristiwa tersebut kini dalam penyelidikan pihak kepolisian. Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian bermula saat korban menjalani terapi di Klinik Tumbuh Kembang di rumah sakit […]

    Bagikan
  • Dampak PMK , Harga Ternak Sapi di Ngawi Anjlok

    Dampak PMK , Harga Ternak Sapi di Ngawi Anjlok

    • calendar_month Kamis, 2 Jan 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 148
    • 0Komentar

    KAB. NGAWI – Kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) kembali merebak di Kabupaten Ngawi. Dinas Perikanan Dan Peternakan Kabupaten Ngawi mencatat hingga akhir Desember 2024 terdapat 277 ternak sapi yang terjangkit PMK. Bahkan 13 diantaranya mati. Merebaknya kasus PMK berdampak pada harga ternak sapi. Hal itu sangat dikeluhkan para peternak lantaran harga sapi anjlok hingga […]

    Bagikan
expand_less