Hilang Kendali, Mobilio Tabrak Dua Lapak Pedagang di Pasar Wisata Plaosan Magetan
- account_circle Kusnanto
- calendar_month 39 menit yang lalu
- visibility 33
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Magetan – Suasana Pasar Wisata Terminal Plaosan, Kabupaten Magetan, mendadak berubah menjadi kepanikan pada Rabu (29/7/2026) sekitar pukul 09.00 WIB. Sebuah mobil Honda Mobilio yang hendak parkir tiba-tiba melaju tak terkendali hingga menghantam dua lapak pedagang dan satu unit sepeda motor yang terparkir di kawasan pasar.
Peristiwa itu sontak mengundang perhatian pengunjung dan pedagang. Suara benturan keras membuat sejumlah pedagang berhamburan menyelamatkan diri karena khawatir kendaraan masih terus melaju.
Berdasarkan keterangan di lokasi, mobil Honda Mobilio bernomor polisi AE 1764 PE yang dikemudikan Dandung Wijanarka (60), pensiunan pegawai negeri sipil (PNS) asal Desa Dadi, Kecamatan Plaosan, semula hendak memarkirkan kendaraannya di area Pasar Wisata Terminal Plaosan.
Namun, saat akan menginjak rem, pengemudi diduga justru menginjak pedal gas. Mobil pun meluncur ke depan tanpa terkendali dan menghantam lapak mainan milik Windriyani Fauziati, kemudian menyerempet sepeda motor Honda Scoopy bernomor polisi AE 6745 RO yang terparkir di depannya. Laju kendaraan baru terhenti setelah kembali menabrak gerobak pedagang kaki lima milik Suwarti, warga Desa Puntukdoro.
Salah seorang pedagang, Siti, mengatakan mobil datang dari arah barat dengan kecepatan cukup tinggi sebelum menghantam lapak dagangan. Menurutnya, kendaraan sempat menyerempet kendaraan lain sebelum akhirnya menabrak kios pedagang.
“Mobilnya dari arah barat langsung kencang. Sempat menyerempet mobil dulu, lalu menabrak kios. Mungkin karena terlalu kencang,” ujar Siti.
Siti menuturkan, berdasarkan informasi yang diterimanya dari warga di lokasi, pengemudi memiliki riwayat penyakit stroke sehingga diduga keliru menginjak pedal saat hendak mengerem.
“Katanya bapaknya punya riwayat stroke. Mau menginjak rem, tapi malah salah menginjak gas,” tambahnya.
Ia juga menjelaskan, saat kejadian di dalam mobil hanya terdapat pengemudi bersama anaknya. Sementara sang istri telah lebih dahulu turun dari kendaraan untuk berbelanja di pasar sehingga tidak berada di dalam mobil ketika kecelakaan terjadi. Setelah insiden berlangsung, pengemudi dan anaknya dievakuasi oleh petugas kepolisian yang berada di sekitar lokasi.
Kapolsek Plaosan AKP Agus Budi membenarkan kronologi tersebut. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, kecelakaan murni dipicu kesalahan pengemudi saat hendak memarkirkan kendaraan.
“Pengemudi bermaksud menginjak rem, namun yang terinjak justru pedal gas sehingga mobil langsung melaju ke depan dan menabrak kios-kios pedagang di depannya,” kata AKP Agus Budi.
Kapolsek juga mengungkapkan bahwa pengemudi mengaku memiliki riwayat penyakit stroke. Meski demikian, baik pengemudi maupun penumpangnya tidak mengalami luka.
“Dari keterangan pengemudi, sebelumnya memang pernah mengalami stroke. Alhamdulillah tidak ada korban luka maupun korban jiwa, hanya kerusakan material pada mobil, kios pedagang, dan sepeda motor,” jelasnya.
Usai kejadian, petugas Polsek Plaosan langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), meminta keterangan para saksi, serta mendata kerusakan yang dialami para pedagang. Polisi mengimbau masyarakat, terutama pengemudi yang memiliki riwayat penyakit tertentu, untuk memastikan kondisi kesehatan sebelum berkendara guna mencegah terjadinya kecelakaan serupa. (Kus)
- Penulis: Kusnanto
- Editor: Diez




