Berita Terkini
Trending Tags

BPS Kabupaten Madiun Catat Sensus Ekonomi 2026 Baru 82 Persen, Puluhan Ribu Responden yang Belum Didata

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month Selasa, 4 Agt 2026
  • visibility 109
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Gambar ilustrasi

Sinergia | Madiun – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Madiun berpacu dengan waktu untuk menuntaskan Sensus Ekonomi 2026. Hingga Selasa (4/8), capaian pendataan baru menyentuh 82,04 persen atau 278.867 responden dari target 339.924 satuan lingkungan setempat (SLS) usaha dan keluarga. Masih ada lebih dari 61 ribu responden yang harus didata sebelum masa sensus berakhir.

Kepala BPS Kabupaten Madiun, Wisma Eka Nurcahyanti, mengatakan pihaknya telah menyiapkan sejumlah strategi untuk mengejar sisa target tersebut. Salah satunya dengan memetakan responden yang sulit ditemui maupun belum bersedia memberikan data, kemudian berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta berbagai pemangku kepentingan agar proses pendataan di lapangan berjalan lebih efektif.

“Responden yang susah ditemui atau masih berat memberikan data kami inventarisasi. Daftar itu kemudian kami koordinasikan dengan pemerintah daerah maupun stakeholder terkait agar petugas bisa terbantu dalam menyelesaikan pendataan,” ujar Wisma.

BPS juga menghadapi tantangan pada perusahaan yang hanya berstatus sebagai kantor cabang atau kantor penunjang. Menurut Wisma, perusahaan dengan status tersebut umumnya tidak memiliki data keuangan lengkap sehingga petugas harus menelusuri keberadaan kantor pusatnya.

BPS Kabupaten Madiun pun menggandeng BPS Provinsi hingga BPS di daerah lain untuk memperoleh data perusahaan yang berkantor pusat di luar wilayah Kabupaten Madiun.

“Kalau perusahaan di sini hanya kantor penunjang, tentu tidak bisa memberikan laporan keuangan. Karena itu kami telusuri kantor pusatnya dan berkolaborasi dengan BPS di wilayah tersebut melalui BPS Provinsi maupun BPS Pusat,” jelasnya.

Di sisi lain, pelaksanaan sensus dinilai menunjukkan perkembangan positif. Tingkat penolakan masyarakat terhadap petugas sensus terus menurun dibandingkan pada awal pendataan. Meski demikian, tantangan masih ditemukan pada sektor usaha pertanian.

Banyak pelaku usaha pertanian menganggap usahanya sudah tidak aktif karena hasil produksi sedang menurun. Padahal, menurut BPS, usaha tersebut masih berjalan dan tetap menghasilkan komoditas yang akan dijual ketika memasuki musim panen berikutnya. Petugas diminta melakukan verifikasi dengan mencocokkan data Sensus Pertanian 2023 agar tidak ada usaha yang terlewat dari pendataan.

Untuk meningkatkan kepercayaan publik, BPS Kabupaten Madiun juga membuka layanan pengaduan bagi masyarakat yang ingin menyampaikan keluhan maupun masukan selama pelaksanaan sensus.

Memasuki Agustus yang bertepatan dengan berbagai agenda peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan RI, Wisma meminta seluruh petugas tetap menjaga kesehatan, memperkuat koordinasi tim, serta menjaga komitmen agar target pendataan dapat diselesaikan tepat waktu.

“Sensus Ekonomi ini untuk kepentingan bersama. Kebijakan ekonomi pemerintah ke depan disusun berdasarkan data yang dikumpulkan saat ini. Karena itu kami mengajak masyarakat menerima petugas dengan baik dan memberikan jawaban yang sebenarnya. Data tersebut diolah menjadi statistik nasional dan tidak berkaitan dengan pajak,” tegas Wisma. (Tov)

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bertahan Hidup dari Kerja Serabutan, Darus Salam Kerap Tak Tercatat Sebagai Penerima Bansos

    Bertahan Hidup dari Kerja Serabutan, Darus Salam Kerap Tak Tercatat Sebagai Penerima Bansos

    • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 306
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Di sebuah rumah sederhana berlantai tanah di Dusun Gunting, Desa Kradinan, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun, Darus Salam (52) menjalani hidup dengan segala keterbatasan. Meski hidup dalam kondisi ekonomi yang serba pas-pasan, namanya hingga kini tak pernah tercantum sebagai penerima bantuan sosial (bansos). Setiap hari, Darus bekerja serabutan demi menghidupi keluarganya. Apa […]

    Bagikan
  • Hujan Lebat Picu 10 Titik Longsor di Poncol Magetan, Sejumlah Rumah Rusak

    Hujan Lebat Picu 10 Titik Longsor di Poncol Magetan, Sejumlah Rumah Rusak

    • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 424
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang yang mengguyur wilayah Kecamatan Poncol selama lebih dari tiga jam pada Senin (9/3/2026) memicu bencana tanah longsor di sejumlah lokasi. Sedikitnya 10 titik longsor dilaporkan, sembilan di antaranya berada di Desa Plangkrongan, dan satu titik lainnya di Desa Genilangit. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian […]

    Bagikan
  • Pemkab Madiun Beri Bantuan dan Pelatihan Kerja Bagi Korban Dugaan Human Trafficking di Guinea

    Pemkab Madiun Beri Bantuan dan Pelatihan Kerja Bagi Korban Dugaan Human Trafficking di Guinea

    • calendar_month Rabu, 3 Sep 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 172
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun merespons cepat kasus enam warganya yang diduga menjadi korban perdagangan manusia saat bekerja di Guinea Ekuatorial, Afrika. Para korban tiba di kampung halaman pada Rabu (03/09/2025) dan langsung mendapat bantuan sosial berupa paket bahan pangan. Wakil Bupati Madiun, dr. Purnomo Hadi, menyambut kepulangan mereka di Kantor […]

    Bagikan
  • Ekspor Perdana ke AS, 13 Ribu Sepatu Kulit Buatan Madiun Tembus Pasar Internasional

    Ekspor Perdana ke AS, 13 Ribu Sepatu Kulit Buatan Madiun Tembus Pasar Internasional

    • calendar_month Rabu, 24 Jun 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 301
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Kabupaten Madiun kembali mencatatkan capaian di sektor industri. Sebanyak 13 ribu unit sepatu kulit produksi PT Golden Step Indonesia resmi diekspor ke Amerika Serikat dalam pengiriman perdana yang dilepas langsung oleh Bupati Madiun Hari Wuryanto, Rabu (24/6/2026). Pelepasan ekspor dilakukan di pabrik PT Golden Step Indonesia yang berlokasi di Desa Kuwu, […]

    Bagikan
  • Terungkap Makna Logo Hari Jadi ke-530 Ponorogo, Angka 530 Bertransformasi Jadi Sekar Kinanthi

    Terungkap Makna Logo Hari Jadi ke-530 Ponorogo, Angka 530 Bertransformasi Jadi Sekar Kinanthi

    • calendar_month Jumat, 7 Agt 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 172
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Logo Hari Jadi ke-530 Kabupaten Ponorogo tak sekadar menampilkan angka usia daerah. Di balik bentuk angka 530 yang saling menyatu, tersimpan filosofi tentang persatuan, budaya, gotong royong, hingga harapan Ponorogo menuju masa depan. Logo tersebut diluncurkan Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita dalam acara Ponorogo Street Fashion Carnival di Jalan HOS Cokroaminoto, Kamis […]

    Bagikan
  • BPBD Kota Madiun Evakuasi Rumah Roboh dan Pohon Tumbang Pasca Hujan Angin

    BPBD Kota Madiun Evakuasi Rumah Roboh dan Pohon Tumbang Pasca Hujan Angin

    • calendar_month Kamis, 23 Okt 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 192
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Madiun kembali melakukan evakuasi pascabencana akibat hujan disertai angin kencang yang melanda wilayah setempat pada Jumat (17/10/2025). Kegiatan evakuasi kali ini difokuskan di rumah milik Ririn yang mengalami kerusakan cukup parah akibat atap roboh di wilayah Kecamatan Manguharjo. Kasi Kegawatdaruratan dan Logistik BPBD Kota […]

    Bagikan
expand_less