BYD Haka Madiun Ajak Komunitas Uji Efisiensi BBM M6 DM dan Teknologi V2L
- account_circle Kriswanto
- calendar_month 56 menit yang lalu
- visibility 20
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Kota Madiun — BYD Haka Madiun mengajak komunitas dan media merasakan langsung teknologi kendaraan elektrifikasi melalui kegiatan challenge competition di Kota Madiun Sabtu (19/9/2026). Kegiatan tersebut menguji pengalaman penggunaan BYD M6 DM, termasuk efisiensi konsumsi bahan bakar minyak (BBM), serta teknologi Vehicle-to-Load (V2L) pada BYD M6 EV.
Kegiatan yang digelar PT Bumi Hijau Motor (Haka Auto) tersebut melibatkan sejumlah anggota Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) dan rekan media. Peserta tidak hanya mengikuti sesi berbagi informasi, tetapi juga mencoba langsung kendaraan melalui fun test drive competition.
Branch Manager BYD Haka Madiun Joko Pono Widagdo mengatakan, format kegiatan tersebut dipilih agar masyarakat dapat memahami teknologi kendaraan BYD melalui pengalaman langsung.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak kawan-kawan KORMI di Madiun untuk tidak hanya mengenal teknologi BYD melalui sharing session, tetapi juga merasakan langsung keunggulannya,” ujar Joko.
Salah satu aktivitas yang dilakukan peserta yakni kompetisi karaoke dengan memanfaatkan teknologi V2L pada BYD M6 EV. Teknologi tersebut memungkinkan kendaraan digunakan sebagai sumber daya listrik untuk mendukung kebutuhan di luar kendaraan.
Selain itu, peserta juga mengikuti fun test drive competition menggunakan BYD M6 DM. Dalam kegiatan tersebut, peserta dapat merasakan teknologi Dual Mode (DM) sekaligus membandingkan pengalaman berkendara dan konsumsi BBM.
Joko mengatakan, pengalaman berkendara secara langsung memberikan gambaran yang lebih konkret kepada masyarakat mengenai teknologi Dual Mode.
“Khusus melalui fun test drive M6 DM, kami ingin memberikan kesempatan kepada peserta untuk merasakan sendiri bagaimana teknologi Dual Mode bekerja dalam mendukung efisiensi konsumsi BBM,” katanya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ridwan Hanif, influencer otomotif Indonesia yang juga menggunakan kendaraan BYD. Ia mengaku antusias mengikuti kegiatan sekaligus mencoba BYD M6 DM dalam perjalanan di wilayah Kota Madiun.
“Acara ini ramai dan antusiasnya luar biasa. Tadi kita sudah mencoba mobilnya muter-muter, kita adu seberapa irit antar pengguna,” kata Ridwan.
Menurut Ridwan, pengalaman tersebut sekaligus memberinya kesempatan melihat suasana Kota Madiun. Ia menilai sejumlah kawasan di kota tersebut terlihat bersih dan tertata.

Foto : Kris-Sinergia
“Kesempatan buat saya melihat Kota Madiun di siang hari. Ternyata kotanya bagus, saya suka. Kebersihannya bagus, rapi, dan di trotoar banyak tempat duduk yang disediakan buat pejalan kaki,” ujarnya.
Ridwan mengatakan, perkembangan kendaraan listrik menurutnya tidak hanya berkaitan dengan perubahan teknologi kendaraan, tetapi juga perubahan pola penggunaan kendaraan masyarakat.
“Mobil listrik buat saya itu nggak cuma sekadar mobil, tapi juga mengubah gaya hidup. Yang awalnya kita beli bensin, sekarang jadi ngisi listrik. Ngisi listriknya bisa di rumah atau di SPKLU,” katanya.
Ridwan mengaku telah menggunakan kendaraan elektrifikasi selama sekitar empat tahun dan memiliki dua model BYD, yakni BYD Atto 3 dan BYD M6 DM. “Selama saya pakai sekitar empat tahun, alhamdulillah sejauh ini puas. Untuk M6 DM, kalau dipakai harian sebaiknya dicas supaya kita nggak perlu isi bensin,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sistem Dual Mode pada BYD M6 DM juga memberikan fleksibilitas ketika kendaraan digunakan untuk perjalanan lebih jauh. Menurutnya, ketika daya baterai yang digunakan untuk berkendara listrik telah habis, mesin berbahan bakar bensin dapat digunakan.
“Sekali cas itu sekitar 100 kilometer. Habis itu mesin bensinnya akan nyala. Jadi kita nggak perlu khawatir kalau di jalan baterainya habis. Tinggal isi bensin,” katanya.
Menurut Ridwan, karakter penggunaan tersebut membuat kendaraan Dual Mode dapat digunakan untuk aktivitas harian sekaligus perjalanan luar kota tanpa kekhawatiran terkait keterbatasan daya baterai.
“Kalau dipakai harian dalam kota, jarang orang setiap hari sampai 100 kilometer. Jadi kita seperti pakai mobil listrik, tetapi tidak takut kalau sewaktu-waktu harus ke luar kota,” ujarnya.
Sementara itu, General Manager Marketing Haka Auto Muhammad Shobirin mengatakan kegiatan komunitas di Madiun dan Makassar merupakan bagian dari pendekatan Haka Auto untuk memperkenalkan teknologi kendaraan elektrifikasi melalui pengalaman langsung.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak kawan-kawan dari komunitas lokal di Kota Makassar dan Kota Madiun untuk merasakan langsung keunggulan teknologi V2L yang ada pada kendaraan BYD, sekaligus merasakan level efisiensi konsumsi BBM pada BYD M6 DM,” ujar Shobirin.
Menurutnya, pengenalan kendaraan elektrifikasi tidak cukup hanya melalui spesifikasi produk. Masyarakat juga perlu mendapatkan kesempatan untuk mencoba teknologi tersebut dan melihat manfaatnya dalam aktivitas sehari-hari.
Kegiatan komunitas di Madiun menjadi bagian dari upaya Haka Auto memperluas interaksi dengan masyarakat lokal sekaligus memperkenalkan teknologi dan produk BYD melalui pengalaman berkendara secara langsung. (Krs)
- Penulis: Kriswanto
- Editor: Diez





