Berita Terkini
Trending Tags

HUT ke-22 RSUD Kota Madiun, Pelayanan Meningkat, Inovasi Layanan Jadi Fokus ke Depan

  • account_circle Kriswanto
  • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
  • visibility 163
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Plt Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun, sapa pasien yang tengah mengantre di RSUD Kota Madiun. (24/4/2026), Foto : Kris-Sinergia

Sinergia | Kota Madiun – Suasana hangat terasa di RSUD Kota Madiun, Jumat (24/4/2026). Di tengah momentum tasyakuran hari ulang tahun ke-22, perhatian tidak hanya tertuju pada seremoni, tetapi juga pada denyut pelayanan yang terus bergerak melayani ratusan pasien setiap hari.

Plt Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun, meninjau langsung pelayanan rumah sakit. Ia menyusuri area poli, menyapa pasien yang tengah mengantre, serta berbincang dengan keluarga mereka. Di sela kunjungan, ia juga menyerahkan suvenir sebagai bentuk perhatian sekaligus memberi semangat bagi pasien agar lekas pulih.

Bagi Bagus, rumah sakit bukan sekadar fasilitas layanan kesehatan, tetapi juga ruang harapan. Ia menilai, tren pelayanan di RSUD Kota Madiun menunjukkan peningkatan signifikan, bahkan melampaui target yang telah ditetapkan. Karena itu, ia mendorong agar pengembangan layanan terus dilakukan.

“Pelayanan di RSUD ini naik dari target dan harus terus ditingkatkan. Kami juga minta ada diferensiasi layanan agar masyarakat semakin percaya dan memilih berobat ke sini,” ujarnya.

Menurutnya, meskipun berstatus rumah sakit milik pemerintah daerah, kualitas layanan harus mampu bersaing dengan rumah sakit swasta ternama. Ia mengaku telah mengikuti perkembangan RSUD Kota Madiun selama tujuh tahun terakhir, sejak masih di DPRD dan melihat percepatan peningkatan terutama dalam empat tahun terakhir, baik dari sisi pelayanan maupun pembangunan.

“Saya berharap rumah sakit walaupun ini rumah sakit milik pemerintah daerah, ini seluruh pelayannya standar semuanya rumah sakit swasta yang sudah punya nama. Dalam 4 tahun terakhir ini peningkatannya cepat gitu dalam sisi pelayanan pembangunan dan semuanya itu cepat,” tutup Bagus.

Di sisi lain, Direktur RSUD Kota Madiun, dr. Muhammad Nur, menyebut pihaknya tengah menyiapkan langkah strategis untuk menjawab tantangan tersebut. Salah satunya dengan mengkaji layanan unggulan yang bisa menjadi pembeda dibanding rumah sakit lain.

“Ke depan kami ingin punya layanan yang berbeda. Tapi tentu kami lihat dulu kesiapan SDM dan sarana prasarana. Bisa dari layanan obgyn, jantung, atau saraf, ini masih kami telaah,” jelasnya.

Di tengah upaya pengembangan, lonjakan jumlah pasien menjadi indikator kepercayaan masyarakat yang terus tumbuh. Saat ini, kunjungan rawat jalan mencapai 600 hingga 800 pasien per hari, meningkat dari sebelumnya yang berkisar 500–600 pasien. Bahkan, setelah libur panjang, jumlah pasien bisa menyentuh angka 1.000 per hari.

Untuk mengantisipasi kepadatan, manajemen rumah sakit menerapkan sejumlah strategi. Di antaranya menambah jumlah dokter yang praktik secara bersamaan di jam pagi serta memangkas antrean di bagian pendaftaran dengan mengarahkan pasien langsung ke poli tujuan.

“Mengantisipasi peningkatan, pertama memang kita menurunkan misal poli ada 3 dokternya kita turunkan. Untuk mengurangi antrean di pendaftaran sebagian besar poli itu kita langsung arahkan pasien ke polinya, jadi tidak numpuk di pendaftaran,” jelas dr. Nur.

Image Not Found
HUT ke-22 RSUD Kota Madiun, pelayanan dan inovasi terus ditingkatkan. (24/4/2026), Foto : Kris-Sinergia

Namun, bagi manajemen RSUD, peningkatan layanan tidak hanya soal kecepatan dan jumlah pasien yang terlayani. Lebih dari itu, kenyamanan dan rasa aman menjadi bagian penting dalam pengalaman pasien.

“Harapan kami, pasien datang ke rumah sakit sudah merasa nyaman dan aman. Bahkan sebelum minum obat pun sudah merasa lebih baik,” ujar dr. Nur.

Memasuki usia ke-22, RSUD Kota Madiun terus berbenah. Tidak hanya meningkatkan kualitas layanan, tetapi juga memperluas ragam pelayanan dengan merekrut tenaga spesialis baru. Semangat untuk keluar dari zona nyaman menjadi pijakan, agar rumah sakit daerah ini mampu menjadi pilihan utama masyarakat.

Plt Wali Kota Bagus Panuntun dalam kesempatan ini juga melakukan potong tumbeng yang langsung diberikan kepada pasien. Menurutnya, pelayanan yang terutama adalah untuk masyarakat.

“Jadi pelayanan kepada masyarakat ini harus yang diutamakan. Kepercayaan masyarakat harus dijaga dan terus ditingkatkan,” tegasnya.

Di tengah langkah inovasi yang terus dirancang, RSUD Kota Madiun berupaya memastikan bahwa setiap pasien tidak sekadar dilayani, tetapi juga dihargai sebagai manusia yang membutuhkan harapan. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kriswanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • SiLPA Kota Madiun 2025 Tembus Rp154,79 Miliar, DPRD Soroti Perencanaan APBD dan Optimalisasi Aset

    SiLPA Kota Madiun 2025 Tembus Rp154,79 Miliar, DPRD Soroti Perencanaan APBD dan Optimalisasi Aset

    • calendar_month Jumat, 10 Jul 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 108
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Tingginya Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun tahun anggaran 2025 menjadi sorotan dalam rapat paripurna DPRD Kota Madiun dengan agenda Pemandangan Umum (PU) Fraksi terhadap Laporan Pertanggungjawaban (LPj) Pelaksanaan APBD 2025, Jumat (10/7/2026). Legislatif menilai besarnya SiLPA harus menjadi bahan evaluasi bersama agar kualitas perencanaan dan pelaksanaan […]

    Bagikan
  • Karang Taruna Karya Remaja Desa Wotan Gelar Bagi-Bagi Takjil

    Karang Taruna Karya Remaja Desa Wotan Gelar Bagi-Bagi Takjil

    • calendar_month Senin, 10 Mar 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 138
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Karang Taruna Karya Remaja Desa Wotan, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, mengadakan kegiatan bagi-bagi takjil sebagai salah satu kegiatan sosial di bulan Ramadhan. Kegiatan ini berlangsung pada Minggu (9/3/2025) yang melibatkan sekitar 40 anggota, mayoritas masih berstatus pelajar SMP dan SMA. Para anggota karang taruna terlihat antusias membagikan takjil kepada para […]

    Bagikan
  • Ditengah Kekhawatiran Pedagang Pasar, Anggaran Perawatan Pemkab Madiun Nihil di APBD 2026

    Ditengah Kekhawatiran Pedagang Pasar, Anggaran Perawatan Pemkab Madiun Nihil di APBD 2026

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 258
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Para pedagang pasar di Kabupaten Madiun masih menunggu kepastian revitalisasi dari pemerintah daerah. Hingga kini, sejumlah pasar tradisional di wilayah yang dikenal sebagai Kampung Pesilat itu belum mendapatkan alokasi anggaran pemeliharaan pada APBD murni 2026. Kepala Bidang Pengelolaan Pasar Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro Kabupaten Madiun, Erni Suryani, mengatakan belum […]

    Bagikan
  • Budidaya Jamur Merang, Peluang Bisnis Menjanjikan di Madiun

    Budidaya Jamur Merang, Peluang Bisnis Menjanjikan di Madiun

    • calendar_month Senin, 17 Mar 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 307
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Budidaya jamur merang menjadi salah satu peluang usaha yang menjanjikan di Madiun. Ahmad Fauzani, 44 tahun, seorang pembudidaya jamur merang dari Kelurahan Munggut, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, telah menekuni usaha ini sejak tahun 2016. Berkat bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui BKP Kabupaten Madiun, ia berhasil mengembangkan usahanya hingga […]

    Bagikan
  • SPMB Hampir Usai, Masih Ada Sekolah Kekurangan Murid, Dikbud Madiun Tetap Optimis

    SPMB Hampir Usai, Masih Ada Sekolah Kekurangan Murid, Dikbud Madiun Tetap Optimis

    • calendar_month Senin, 16 Jun 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 100
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Menjelang penutupan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang tinggal empat hari lagi, sejumlah sekolah di Kabupaten Madiun masih belum memenuhi kuota siswa. Salah satunya di SDN 01 Wayut Kecamatan Jiwan Kabupaten Madiun. Meski begitu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Madiun tetap optimis kuota akan terpenuhi. Kepala Disdikbud Kabupaten Madiun, […]

    Bagikan
  • 1.491 Warga di Kabupaten Madiun Positif HIV, KPAD Fokus Pendampingan dan Edukasi

    1.491 Warga di Kabupaten Madiun Positif HIV, KPAD Fokus Pendampingan dan Edukasi

    • calendar_month Senin, 6 Okt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 131
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Kasus HIV di Kabupaten Madiun menunjukkan kondisi darurat. Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) per 4 Oktober 2025, tercatat 1.491 warga positif HIV, dengan 779 orang di antaranya masih hidup dan menjalani pendampingan aktif. Angka ini menegaskan bahwa HIV masih menjadi persoalan kesehatan serius di wilayah tersebut. Pengelola Program dan Keuangan […]

    Bagikan
expand_less