Berita Terkini
Trending Tags

BPS Kabupaten Madiun Catat Sensus Ekonomi 2026 Baru 82 Persen, Puluhan Ribu Responden yang Belum Didata

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month 1 menit yang lalu
  • visibility 17
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Gambar ilustrasi

Sinergia | Madiun – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Madiun berpacu dengan waktu untuk menuntaskan Sensus Ekonomi 2026. Hingga Selasa (4/8), capaian pendataan baru menyentuh 82,04 persen atau 278.867 responden dari target 339.924 satuan lingkungan setempat (SLS) usaha dan keluarga. Masih ada lebih dari 61 ribu responden yang harus didata sebelum masa sensus berakhir.

Kepala BPS Kabupaten Madiun, Wisma Eka Nurcahyanti, mengatakan pihaknya telah menyiapkan sejumlah strategi untuk mengejar sisa target tersebut. Salah satunya dengan memetakan responden yang sulit ditemui maupun belum bersedia memberikan data, kemudian berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta berbagai pemangku kepentingan agar proses pendataan di lapangan berjalan lebih efektif.

“Responden yang susah ditemui atau masih berat memberikan data kami inventarisasi. Daftar itu kemudian kami koordinasikan dengan pemerintah daerah maupun stakeholder terkait agar petugas bisa terbantu dalam menyelesaikan pendataan,” ujar Wisma.

BPS juga menghadapi tantangan pada perusahaan yang hanya berstatus sebagai kantor cabang atau kantor penunjang. Menurut Wisma, perusahaan dengan status tersebut umumnya tidak memiliki data keuangan lengkap sehingga petugas harus menelusuri keberadaan kantor pusatnya.

BPS Kabupaten Madiun pun menggandeng BPS Provinsi hingga BPS di daerah lain untuk memperoleh data perusahaan yang berkantor pusat di luar wilayah Kabupaten Madiun.

“Kalau perusahaan di sini hanya kantor penunjang, tentu tidak bisa memberikan laporan keuangan. Karena itu kami telusuri kantor pusatnya dan berkolaborasi dengan BPS di wilayah tersebut melalui BPS Provinsi maupun BPS Pusat,” jelasnya.

Di sisi lain, pelaksanaan sensus dinilai menunjukkan perkembangan positif. Tingkat penolakan masyarakat terhadap petugas sensus terus menurun dibandingkan pada awal pendataan. Meski demikian, tantangan masih ditemukan pada sektor usaha pertanian.

Banyak pelaku usaha pertanian menganggap usahanya sudah tidak aktif karena hasil produksi sedang menurun. Padahal, menurut BPS, usaha tersebut masih berjalan dan tetap menghasilkan komoditas yang akan dijual ketika memasuki musim panen berikutnya. Petugas diminta melakukan verifikasi dengan mencocokkan data Sensus Pertanian 2023 agar tidak ada usaha yang terlewat dari pendataan.

Untuk meningkatkan kepercayaan publik, BPS Kabupaten Madiun juga membuka layanan pengaduan bagi masyarakat yang ingin menyampaikan keluhan maupun masukan selama pelaksanaan sensus.

Memasuki Agustus yang bertepatan dengan berbagai agenda peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan RI, Wisma meminta seluruh petugas tetap menjaga kesehatan, memperkuat koordinasi tim, serta menjaga komitmen agar target pendataan dapat diselesaikan tepat waktu.

“Sensus Ekonomi ini untuk kepentingan bersama. Kebijakan ekonomi pemerintah ke depan disusun berdasarkan data yang dikumpulkan saat ini. Karena itu kami mengajak masyarakat menerima petugas dengan baik dan memberikan jawaban yang sebenarnya. Data tersebut diolah menjadi statistik nasional dan tidak berkaitan dengan pajak,” tegas Wisma. (Tov)

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkot Madiun Segera Bangun 16 Dapur Makan Bergizi Gratis

    Pemkot Madiun Segera Bangun 16 Dapur Makan Bergizi Gratis

    • calendar_month Senin, 3 Mar 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 176
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Dalam 100 hari kerja pertama, Wali Kota Madiun, Maidi langsung tancap gas. Salah satunya mendukung program Presiden Prabowo Subianto yakni Makan Bergizi Gratis (MBG). Saat ini, di Kota Madiun baru terdapat 1 unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jalan Tirta Raya, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun sebagai penyuplai program MBG. “Pemerintah Kota […]

    Bagikan
  • Putra-Putri Magetan Gerakkan Perubahan Sosial, Migunani Foundation Jangkau Ratusan Penerima Manfaat

    Putra-Putri Magetan Gerakkan Perubahan Sosial, Migunani Foundation Jangkau Ratusan Penerima Manfaat

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 207
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Inisiatif anak muda di Kabupaten Magetan terus menunjukkan kiprah nyata dalam mendorong perubahan sosial. Yayasan Migunani Marang Sesami atau Migunani Foundation, yang digagas putra-putri daerah, kini berkembang menjadi gerakan pemberdayaan masyarakat dengan jangkauan nasional. Berbasis di Kecamatan Maospati, Migunani Foundation telah memberikan manfaat langsung kepada lebih dari 400 orang. Gerakan ini […]

    Bagikan
  • Ini Pesan dan Dukungan Warga Kepada Wali Kota Madiun Nonaktif Maidi

    Ini Pesan dan Dukungan Warga Kepada Wali Kota Madiun Nonaktif Maidi

    • calendar_month Sabtu, 24 Jan 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 242
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Perkara yang membelit Wali Kota Madiun nonaktif, Maidi menjadi sorotan publik dalam kurun waktu sepekan terakhir. Operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Minggu (18/01/2026) lalu membuat masyarakat Kota Madiun terkejut. Kini, Maidi bersama Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), Thariq Megah dan Rochim Ruhdiyanto, […]

    Bagikan
  • Dapur MBG Belum Kantongi Sertifikat, Pemkab Magetan Tegaskan Program Tetap Aman

    Dapur MBG Belum Kantongi Sertifikat, Pemkab Magetan Tegaskan Program Tetap Aman

    • calendar_month Selasa, 30 Sep 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 118
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Magetan terus berjalan, meski belum seluruh dapur pelaksana memenuhi standar administrasi. Dari target 45 dapur yang direncanakan, saat ini baru terbentuk 16, dengan 15 di antaranya sudah beroperasi. Namun, belum ada satu pun yang mengantongi Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi (SLHS). Koordinator Wilayah BGN […]

    Bagikan
  • Longsor Terjang Permukiman di Poncol Magetan, Dapur Rumah Warga Rusak Parah

    Longsor Terjang Permukiman di Poncol Magetan, Dapur Rumah Warga Rusak Parah

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 182
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Hujan dengan intensitas sedang hingga deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan, Rabu (8/4/2026), memicu terjadinya tanah longsor di Dukuh Dagung, Desa Gonggang. Material longsoran setinggi sekitar 7 hingga 8 meter itu menimpa bagian dapur rumah warga hingga mengalami kerusakan cukup parah. Peristiwa terjadi sekitar pukul 14.30 WIB. Longsoran berasal […]

    Bagikan
  • Permendikdasmen Akan Hapus Guru Honorer Pada Tahun 2027, Dikbud Madiun Mulai Pendataan

    Permendikdasmen Akan Hapus Guru Honorer Pada Tahun 2027, Dikbud Madiun Mulai Pendataan

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 215
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Pemerintah pusat mulai menerapkan penataan tenaga non-ASN di lingkungan sekolah negeri. Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 7 Tahun 2026 yang mengatur guru honorer di sekolah negeri hanya diperbolehkan mengajar hingga 31 Desember 2026. Mulai 1 Januari 2027, sekolah negeri dilarang menganggarkan maupun menggunakan tenaga […]

    Bagikan
expand_less