Pemkot Madiun Rombak 52 ASN di Sejumlah OPD, Plt Wali Kota Tekankan Kinerja Sesuai Aturan
- account_circle Kriswanto
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 52
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Kota Madiun — Pemerintah Kota Madiun melakukan perombakan aparatur sipil negara (ASN) di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD). Sebanyak 52 ASN resmi diambil sumpah jabatan dan dilantik oleh Plt Wali Kota Madiun F Bagus Panuntun di Gedung Government Chief Information Officer(GCIO) Pemkot Madiun, Jumat (14/8/2026). Puluhan ASN yang dilantik tersebut terdiri atas 28 Pejabat Administrator, 22 Pejabat Pengawas, dan 2 Pejabat Fungsional.
Plt Wali Kota Madiun F Bagus Panuntun mengatakan, para pejabat yang baru dilantik akan menghadapi tugas dan tanggung jawab baru, termasuk bagi ASN yang mengalami perpindahan dinas maupun bidang.
Ia meminta seluruh pejabat dapat segera menyesuaikan diri dan menjalankan pekerjaan sesuai aturan yang telah ditetapkan.
“Pola kita kerja Pemerintah Kota ini sudah saya ubah polanya, semuanya berjalan sesuai rules. Ini harus semuanya dijalankan dengan baik,” ujar Bagus.
Menurutnya, pergantian jabatan tersebut juga berlangsung di tengah sejumlah agenda besar Pemkot Madiun yang masih berjalan. Karena itu, ia meminta jajaran yang baru dilantik tetap ikut mengawal berbagai kegiatan pemerintah daerah hingga agenda tersebut selesai.
Bagus menyebut sejumlah agenda masih harus dikawal hingga pelaksanaan kegiatan pada 17 Agustus dan sejumlah agenda di bulan ini. Selain itu, ia meminta pejabat yang baru dilantik dapat membantu menyelesaikan sejumlah pekerjaan yang masih perlu diperbaiki hingga akhir tahun.
“Harapannya beberapa hal yang mungkin nanti harus diperbaiki, sambil kita nanti ini kan mau ada perubahan anggaran, kita lagi mengejar di situ, ini harus bisa diselesaikan,” katanya.
Sementara itu, Kepala BKPSDM Kota Madiun Haris Rahmanuddin mengatakan proses seleksi untuk jabatan pimpinan tinggi (JPT) Pratama atau eselon II masih berlangsung.
Menurut Haris, pengumuman seleksi dibuka mulai 2 hingga 16 Agustus 2026. Karena proses pendaftaran belum berakhir, pihaknya belum dapat menyampaikan jumlah final pendaftar.
“Pengumumannya mulai tanggal 2 sampai tanggal 16. Sekarang masih berjalan, kami belum bisa menyampaikan secara akhir karena masih sampai tanggal 16,” jelas Haris.
Ia mengatakan, pendaftaran dilakukan melalui sistem ASN Karier sehingga dapat diakses oleh ASN dari berbagai daerah di Indonesia. Bahkan, sejumlah pendaftar disebut berasal dari luar Kota Madiun.
“Sudah ada. Tapi belum bisa menyampaikan karena memang masih jalan. Ada yang dari luar daerah,” ujarnya.
Haris menambahkan, data terkait kebutuhan dan proses pengisian jabatan eselon II selanjutnya akan disampaikan kepada Plt Wali Kota Madiun. Usulan tersebut juga akan diteruskan kepada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) sesuai ketentuan yang berlaku.
Selain pengisian jabatan pimpinan tinggi, BKPSDM Kota Madiun juga masih memproses rencana mutasi ASN. Haris menyebut terdapat sekitar 20 hingga 24 ASN yang masih dalam proses untuk kebutuhan mutasi.
Ia mengatakan, proses tersebut antara lain akan mempertimbangkan ASN yang memasuki masa pensiun hingga Desember mendatang.
“Kurang lebih ada 20 hingga 24. Masih proses nanti mutasi. Mungkin yang akan kita ajukan nanti mungkin yang sampai pensiun di bulan Desember. Masih proses,” kata Haris.
Dengan pelantikan 52 pejabat tersebut, Pemkot Madiun berharap roda pemerintahan di sejumlah OPD dapat berjalan lebih optimal. Para pejabat baru juga diminta segera beradaptasi dengan tugas masing-masing dan memastikan program pemerintah daerah tetap berjalan hingga akhir tahun. (Krs)
- Penulis: Kriswanto
- Editor: Diez



