Truk Tronton Mogok di Perlintasan KA JPL Sukosari Madiun, Empat Kereta Api Terlambat
- account_circle Kriswanto
- calendar_month Selasa, 18 Agt 2026
- visibility 138
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Kota Madiun — Truk tronton bermuatan galon air mineral mogok di tengah perlintasan kereta api JPL 136 KM 164+887, Sukosari, Kota Madiun, Selasa (18/8/2026) pagi. Kejadian tersebut mengakibatkan perjalanan empat kereta api mengalami keterlambatan dengan total dampak mencapai 155 menit.
Truk bernomor polisi W 8640 PK yang dikemudikan Prasetyo, warga Mojokerto, mengalami gangguan mesin saat melintas di perlintasan sebidang. Kendaraan tersebut menghalangi jalur hulu dan hilir perjalanan kereta api.
Peristiwa terjadi sekitar pukul 09.50 WIB. Berdasarkan keterangan KAI Daop 7 Madiun, petugas yang menerima laporan langsung berkoordinasi dengan Pengatur Perjalanan Kereta Api (PPKA) dan unit terkait untuk mengamankan perjalanan kereta api di sekitar lokasi.
Petugas gabungan dari KAI Daop 7 Madiun, Satlantas Polres Madiun Kota, Dishub Kota Madiun, TNI, dan unsur terkait melakukan pengaturan arus lalu lintas untuk mencegah kemacetan di sekitar perlintasan.
Kasat Lantas Polres Madiun Kota AKP Nanang Cahyono mengatakan, petugas menerapkan pola contraflow untuk menjaga kelancaran lalu lintas selama proses evakuasi berlangsung.
Menurutnya, truk tersebut diketahui mengalami masalah pada bagian dinamo starter. Setelah dilakukan pemeriksaan dan penggantian komponen, kendaraan akhirnya dapat kembali dihidupkan.
“Kami dari Satlantas Polres Madiun Kota berkolaborasi dengan Dishub dan dari KAI melaksanakan pola-pola di mana kami memprioritaskan keamanan dan keselamatan pengguna jalan,” kata Nanang.
Proses penanganan hingga truk berhasil dipindahkan berlangsung sekitar 1 jam 30 menit. Pada pukul 11.02 WIB, kendaraan berhasil dievakuasi dan jalur hulu maupun hilir dinyatakan aman untuk kembali dilalui kereta api dengan kecepatan normal. Truk tersebut diketahui membawa air mineral dari Surabaya menuju Kaibon, Madiun.

“Evakuasi tadi kurang lebih 1 jam 30 menit. Karena memang harus mengganti dinamo starter yang posisinya memang panas tadi. Setelah diganti, alhamdulillah kita lihat bersama-sama bisa jalan,” ujar Nanang.
Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, mengatakan perjalanan kereta api yang akan melintas di lokasi langsung diamankan dengan menahan kereta di stasiun sisi kanan dan kiri perlintasan.
“Begitu menerima informasi adanya truk mogok di JPL 136, petugas yang berdinas langsung melakukan koordinasi dengan PPKA dan unit terkait. Sebagai langkah antisipasi, kereta api yang akan melintas di lokasi dipastikan berhenti atau ditahan di stasiun kanan dan kiri JPL 136, sampai kondisi jalur benar-benar dinyatakan aman,” ujar Tohari.
Dampak kejadian dirasakan sejumlah penumpang kereta api. KAI Daop 7 Madiun mencatat empat perjalanan mengalami keterlambatan, yakni PLB 7002A Gajayana Tambahan relasi Gambir–Malang terlambat 68 menit, PLB 9A Argowilis relasi Surabaya Gubeng–Bandung terlambat 48 menit, KA 5 Argo Semeru relasi Surabaya Gubeng–Gambir terlambat 14 menit, serta PLB 572B BIAS** relasi Solo Balapan/Adi Soemarmo–Madiun terlambat 25 menit.
“KAI memprioritaskan keselamatan dalam setiap perjalanan kereta api. Karena itu, ketika terdapat kondisi yang berpotensi mengganggu jalur, petugas akan mengambil langkah pengamanan dengan menahan perjalanan kereta api terlebih dahulu sampai jalur benar-benar aman untuk dilalui,” jelas Tohari.
KAI juga mengimbau pengguna jalan memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima sebelum melintasi perlintasan sebidang. Apabila kendaraan mengalami gangguan di atas rel, pengemudi diminta segera meminta bantuan dan tidak melakukan tindakan yang dapat membahayakan keselamatan diri maupun perjalanan kereta api. (Krs)
- Penulis: Kriswanto
- Editor: Diez



