Berita Terkini
Trending Tags

R-APBD Magetan 2026 Cuma Dibahas 2 Hari, Banggar DPRD Pertanyakan Kinerja TAPD

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
  • visibility 157
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Sidang Paripurna DPRD Kabupaten Magetan, Foto : Kusnanto – Sinergia

Sinergia | Magetan – Proses penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Magetan Tahun Anggaran 2026 menuai sorotan tajam. Nota Keuangan R-APBD baru diserahkan Pemerintah Kabupaten Magetan kepada DPRD pada 25 November 2025. Artinya hanya dua hari sebelum batas pengesahan pada 28 November 2025.

Keterlambatan ini dinilai memperburuk kualitas perencanaan anggaran dan kinerja Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) yang patut dipertanyakan. Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Magetan, Didik Haryono, menegaskan bahwa kondisi tersebut membuat DPRD harus bekerja dalam situasi yang tidak ideal. Dengan nilai APBD sekitar Rp. 1,83 triliun, Banggar dipaksa membahas seluruh pos anggaran hanya dalam dua hari.

“Hari ini tanggal 25 November rancangan APBD baru diserahkan, sementara 28 harus disahkan. Badan Anggaran DPRD ini dipaksa mau tidak mau harus membahas APBD satu koma delapan tiga triliun dalam dua hari. Ini sangat tidak rasional dan sangat dipaksakan,” tegas Didik.

Didik menyebut keterlambatan ini bukan sekadar persoalan waktu, tetapi menunjukkan buruknya tata kelola internal TAPD. Ia menilai TAPD tidak menjalankan proses penyusunan anggaran sebagaimana mestinya, yang seharusnya dilakukan secara simultan dan paralel.

“TAPD menunggu semuanya selesai baru mulai bahas KUA tanggal 19. Harusnya sejak awal sudah ada tim yang bekerja paralel. Ini tidak dilakukan sama sekali,” kritiknya.

Ia bahkan mengaitkan munculnya sikap apatis di tubuh TAPD dengan pergantian Sekretaris Daerah.

“Menurut saya ada dampak dari terpilihnya sekda baru. Efek dari itu TAPD menjadi apatis. Ini harus jadi perhatian bupati dan wakil bupati sebagai pengambil kebijakan utama”, ujar Didik.

Didik mengingatkan bahwa pembiaran terhadap ketidakteraturan jadwal anggaran dapat melahirkan budaya permisif yang berbahaya bagi tata kelola pemerintahan.

Meski mengkritik keras, DPRD tetap berkomitmen menuntaskan pembahasan APBD 2026. Namun, Didik menegaskan bahwa kelonggaran dari DPRD ini bukan sesuatu yang bisa diharapkan terjadi setiap tahun.

“DPRD ini berbaik hati. Kami tetap membahas meski waktunya tinggal dua hari. Tapi jangan berharap DPRD akan terus seperti itu di tahun-tahun mendatang”, tegasnya.

Banggar juga mendesak evaluasi menyeluruh terhadap TAPD, termasuk komposisi personel yang dinilai tidak mengalami perubahan signifikan dari tahun ke tahun.

“Kalau tidak dievaluasi dan orangnya itu-itu saja, pola ini pasti berulang. Apatisme yang dibiarkan akan dianggap sebagai hal biasa, bahkan benar,”imbuh Didik.

Karena dokumen baru diterima, Banggar belum dapat melakukan pendalaman detail. Namun Didik sudah mencatat beberapa pos anggaran yang diprediksi menjadi perhatian serius, khususnya tingginya belanja pegawai, hibah, dan bantuan keuangan. Menurutnya, idealnya porsi belanja modal harus ditingkatkan.

Banggar memastikan akan memaksimalkan seluruh sesi pembahasan meskipun waktunya sangat terbatas. Menutup pernyataannya, Didik meminta pemerintah daerah tidak bersikap defensif dalam pembahasan APBD. “Kami berharap eksekutif membuka ruang. DPRD ini kan punya hak konstitusional untuk membahas APBD. Dua hari ini akan kita maksimalkan,” pungkasnya. (Nan/Krs)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Koperasi MSI Janji Kembalikan Uang Nasabah, Tetapi Tak Jelas Waktunya

    Koperasi MSI Janji Kembalikan Uang Nasabah, Tetapi Tak Jelas Waktunya

    • calendar_month Selasa, 29 Apr 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 129
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) Mittra Sejahtera Indonesia (MSI) Magetan akhirnya angkat bicara terkait polemik uang nasabah. Ketua Pengurus KSPPS MSI Magetan, Wawan Wandoyo dalam konferensi pers yang digelar di Kantor Pusat Desa Driyorejo, Kecamatan Nguntoronadi, Senin (28/04/2025) menyatakan komitmen untuk mengembalikan seluruh hak nasabah. Hal itu disampaikan […]

    Bagikan
  • Kesiapsiagaan, BPBD Kota Madiun Gelar Sosialisasi Mitigasi Bencana

    Kesiapsiagaan, BPBD Kota Madiun Gelar Sosialisasi Mitigasi Bencana

    • calendar_month Selasa, 19 Agt 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 93
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Madiun menggelar sosialisasi mitigasi bencana kepada masyarakat pada Selasa (19/08/2025) di TPA Winongo. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kesiapsiagaan warga menghadapi potensi bencana yang sewaktu-waktu bisa terjadi. Kepala Pelaksana BPBD Kota Madiun, Wahyudi, menjelaskan bahwa bencana alam tidak bisa diprediksi […]

    Bagikan
  • Ular Berbisa Masuk Rumah Warga Pulung, Damkar Evakuasi Dini Hari

    Ular Berbisa Masuk Rumah Warga Pulung, Damkar Evakuasi Dini Hari

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 110
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Ponorogo mengevakuasi seekor ular berbisa yang masuk ke rumah warga di Desa Wotan, Kecamatan Pulung, Ponorogo, Jawa Timur, Kamis (22/1/2025) dini hari. Laporan diterima sekitar pukul 02.20 WIB. Ular yang masuk ke rumah tersebut diketahui merupakan jenis banjang taring (Boiga Cynodon), dengan panjang sekitar dua meter. […]

    Bagikan
  • Diduga Keracunan Makanan, 1 Warga Tewas dan Puluhan Lainnya di Rawat

    Diduga Keracunan Makanan, 1 Warga Tewas dan Puluhan Lainnya di Rawat

    • calendar_month Sabtu, 1 Feb 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 114
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Tim Inafis Polres Ponorogo Sabtu (1/2/2025) siang diterjunkan di Desa Bondrang Kecamatan Sawoo Kabupaten Ponorogo usai menerima laporan puluhan warga diduga mengalami keracunan makanan. Bahkan, satu warga atas nama Miskun (60) meninggal dunia. Menurut informasi, mereka menyantap makanan di kediaman Miswaji yang menggelegar hajatan dzikir fida’ pada hari kamis (30/1/2025) […]

    Bagikan
  • Kunjungi Pasar Plaosan, Wakil Kepala BGN Soroti Dampak MBG terhadap Stabilitas Harga Hortikultura

    Kunjungi Pasar Plaosan, Wakil Kepala BGN Soroti Dampak MBG terhadap Stabilitas Harga Hortikultura

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 127
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S. Deyang, melakukan kunjungan kerja ke Pasar Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, untuk memantau perkembangan harga komoditas hortikultura sekaligus melihat secara langsung aktivitas perdagangan yang menjadi bagian dari rantai pasok kebutuhan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dalam kunjungan tersebut, Nanik yang juga membidangi Komunikasi […]

    Bagikan
  • Pemkot dan DPRD Kota Madiun Siapkan Regulasi Lindungi Warga dari Rentenir

    Pemkot dan DPRD Kota Madiun Siapkan Regulasi Lindungi Warga dari Rentenir

    • calendar_month Rabu, 10 Sep 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 111
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Upaya melindungi masyarakat dari jeratan utang berbunga tinggi kini menjadi perhatian serius Pemerintah Kota dan DPRD Kota Madiun. Hal itu masuk dalam pembahasan Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) Kota Madiun tahun 2026. DPRD Kota Madiun mengusulkan 4 Raperda Inisiatif, salah satunya Raperda tentang Perlindungan Masyarakat dari Rentenir. Ketua DPRD Kota […]

    Bagikan
expand_less