Minggu, 11 Okt 2026
Trending Tags

Kemarau Panjang Ancam Lima Kecamatan di Ponorogo, 3.000 Warga Berpotensi Terdampak

  • account_circle Ega Patria
  • calendar_month Selasa, 2 Jun 2026
  • visibility 280
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Gambar Ilustrasi

Sinergia | Ponorogo — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo memetakan lima kecamatan yang berpotensi mengalami kekeringan pada musim kemarau 2026. Sedikitnya sekitar 3.000 jiwa diperkirakan terdampak apabila pasokan air bersih mulai berkurang saat puncak kemarau.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Ponorogo, Agung Prasetyo, mengatakan musim kemarau diprediksi mulai berlangsung pada Juli mendatang. Berdasarkan hasil pemetaan yang mengacu pada kejadian kekeringan sebelumnya, wilayah rawan tersebar di Kecamatan Pulung, Slahung, Bungkal, Badegan, dan Sawoo.

“Pada 2024 ada lima kecamatan yang terdampak kekeringan. Untuk Sawoo kami masukkan karena terdapat tiga desa yang mengalami kesulitan air bersih,” kata Agung, Selasa (2/6/2026).

BPBD mencatat daerah rawan kekeringan berada di 10 desa yang tersebar pada 13 dukuh. Di Kecamatan Pulung, potensi kekeringan terdapat di Desa Karangpatihan dan Sidoharjo. Kecamatan Slahung meliputi Desa Duri dan Wates. Sementara Kecamatan Bungkal berada di Desa Munggu dan Wungu, sedangkan Kecamatan Badegan berada di Desa Dayakan.

Adapun Kecamatan Sawoo menjadi perhatian karena terdapat tiga desa yang berpotensi mengalami krisis air bersih, yakni Desa Pangkal, Prayungan, dan Tumpuk.

Meski demikian, BPBD menilai dampak kekeringan tahun ini kemungkinan tidak akan separah tahun-tahun sebelumnya. Sejumlah desa yang selama ini menjadi langganan kekeringan kini telah memiliki sumber air alternatif berupa sumur dalam.

Menurut Agung, Desa Karangpatihan, Duri, dan Wates yang sebelumnya rutin mengajukan bantuan distribusi air bersih sejak tahun lalu sudah tidak lagi karena kebutuhan air masyarakat dapat dipenuhi melalui sumur dalam.

Untuk mengantisipasi kondisi yang berkembang selama musim kemarau, BPBD akan melakukan pemantauan berkala terhadap debit sumber air di wilayah rawan. Langkah tersebut dilakukan agar penanganan dapat segera dilakukan apabila terjadi penurunan pasokan air bersih.

Selain pemantauan, BPBD juga menyiapkan skema penanganan darurat apabila sejumlah desa mulai mengalami kesulitan mendapatkan air bersih selama musim kemarau berlangsung.

“Jika nanti ada wilayah yang mulai mengalami kesulitan air bersih, tentu akan kami tindak lanjuti sesuai kondisi di lapangan,” ujar Agung. (Ega)

Bagikan
  • Penulis: Ega Patria
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polsek Padas Tindak Lanjuti Laporan Balap Liar Masuk Lewat Call Center 110

    Polsek Padas Tindak Lanjuti Laporan Balap Liar Masuk Lewat Call Center 110

    • calendar_month Selasa, 2 Jun 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 232
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Komitmen Polres Ngawi dalam memberikan respons cepat terhadap setiap laporan masyarakat kembali ditunjukkan melalui tindak lanjut aduan yang masuk melalui layanan Call Center 110. Kali ini, laporan terkait dugaan aksi balap liar di wilayah Kecamatan Padas langsung direspons dengan pengecekan lapangan oleh jajaran Polsek Padas. Laporan tersebut menyebutkan adanya aktivitas balap […]

    Bagikan
  • DPRD Soroti Rendahnya Serapan APBD Kabupaten Madiun 2025, Dianggap “Terlalu Parah”

    DPRD Soroti Rendahnya Serapan APBD Kabupaten Madiun 2025, Dianggap “Terlalu Parah”

    • calendar_month Selasa, 22 Jul 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 189
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – DPRD Kabupaten Madiun menyoroti rendahnya serapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran 2025 pada semester pertama. Hingga akhir Juni, realisasi belanja daerah masih di bawah 50 persen, memunculkan kekhawatiran akan efektivitas kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) setempat. Ketua DPRD Kabupaten Madiun, Fery Sudarsono, mengungkapkan kekecewaannya terhadap kondisi tersebut. […]

    Bagikan
  • PDI Perjuangan Soroti Perbedaan Data Kebakaran di Magetan, Dorong Pemerintah Bangun Satu Data

    PDI Perjuangan Soroti Perbedaan Data Kebakaran di Magetan, Dorong Pemerintah Bangun Satu Data

    • calendar_month Jumat, 2 Okt 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 119
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Magetan mendorong Pemerintah Kabupaten Magetan melakukan konsolidasi data kebakaran setelah menemukan adanya perbedaan angka yang dipublikasikan sejumlah instansi. Konsolidasi dinilai penting agar pemerintah, petugas penanganan kebakaran, dan masyarakat memiliki rujukan data yang sama. Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Magetan Diana Sasa mengatakan, perbedaan angka tersebut tidak serta-merta […]

    Bagikan
  • Aksi Wheelie di Depan Pendopo Magetan Viral, Polisi Tindak Pelaku

    Aksi Wheelie di Depan Pendopo Magetan Viral, Polisi Tindak Pelaku

    • calendar_month Kamis, 13 Agt 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 130
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Aksi ugal-ugalan sejumlah pengendara sepeda motor di Jalan Basuki Rahmat, tepat di depan Pendopo Surya Graha yang juga merupakan rumah dinas Bupati Magetan, Jawa Timur, viral di media sosial. Dalam video yang beredar, dua pemuda terlihat secara bergantian mengendarai sepeda motor sambil mengangkat roda depan atau wheelie di jalan raya. Aksi […]

    Bagikan
  • Pemkot Madiun Gelar Skrining TBC untuk Petugas Dapur Gizi

    Pemkot Madiun Gelar Skrining TBC untuk Petugas Dapur Gizi

    • calendar_month Jumat, 21 Nov 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 168
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun terus memperkuat pengawasan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sebagai langkah antisipasi penyebaran penyakit menular, Wali Kota Madiun, Maidi, memerintahkan pemeriksaan Tuberkulosis (TBC) bagi seluruh petugas di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) se-Kota Madiun. Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari deteksi dini untuk menekan kasus TBC […]

    Bagikan
  • Diduga Ada Pungutan Berkedok Uang Keamanan di Pasar Sayur Magetan, Pedagang Minta Pemkab Bertindak

    Diduga Ada Pungutan Berkedok Uang Keamanan di Pasar Sayur Magetan, Pedagang Minta Pemkab Bertindak

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 181
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Dugaan praktik pungutan liar (pungli) berkedok uang keamanan mencuat di lingkungan Pasar Sayur Magetan. Sejumlah pedagang mengaku diminta menyetorkan uang secara rutin setiap bulan kepada oknum petugas pasar tanpa disertai karcis atau bukti pembayaran resmi sebagaimana mekanisme retribusi yang berlaku. Praktik yang disebut telah berlangsung selama bertahun-tahun itu kini menjadi perhatian […]

    Bagikan
expand_less