Kejurkot Panjat Tebing Kota Madiun 2026 Diikuti 80 Peserta, FPTI Siapkan Bibit Atlet untuk Porprov
- account_circle Kriswanto
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 69
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Kota Madiun — Kejuaraan Kota (Kejurkot) Panjat Tebing Kota Madiun 2026 mendapat respons positif dari para atlet. Tercatat, sebanyak 80 peserta telah mendaftar untuk mengikuti kompetisi yang digelar Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kota Madiun tersebut.
Kejurkot Panjat Tebing Kota Madiun 2026 dijadwalkan berlangsung pada 22-23 Agustus 2026 di halaman Stadion Wilis Kota Madiun. Jumlah peserta masih berpeluang bertambah hingga mencapai target 100 atlet.
Ketua Umum FPTI Kota Madiun, Armaya, mengatakan tingginya animo peserta menjadi sinyal positif bagi upaya menghidupkan kembali olahraga panjat tebing di Kota Madiun yang sempat vakum dalam penyelenggaraan kompetisi.
“Ini menjadi tolok ukur kami, FPTI Kota Madiun, untuk melakukan kegiatan-kegiatan positif. Panjat tebing ini harus terus kita dorong agar masyarakat, terutama anak-anak mulai SD, SMP hingga SMA, memiliki semangat untuk bergabung dengan FPTI Kota Madiun,” ujarnya.
Menurut Armaya, Kejurkot tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga momentum untuk menjaring bibit atlet potensial sejak usia dini hingga kelompok junior.
“Animonya ternyata banyak. Sampai saat ini 80 peserta, bahkan ada informasi dari panitia masih ada tambahan. Mudah-mudahan target saya 100 peserta bisa tercapai,” katanya.
Ia menegaskan hasil Kejurkot akan menjadi bahan evaluasi FPTI Kota Madiun dalam menentukan atlet yang memiliki potensi untuk mendapatkan pembinaan lebih lanjut.
FPTI Kota Madiun juga berencana berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) serta Pemkot Madiun untuk mengembangkan agenda kompetisi panjat tebing secara berkelanjutan.
“Ini nanti kita arahkan pada pembinaan. Ke depan, insyaallah kami akan berkoordinasi dengan Disparpora dan Pak Wali Kota. Tahun depan kami berharap bisa mengadakan Kejuaraan Piala Wali Kota untuk panjat tebing,” ungkap Armaya.
Sementara itu, Ketua Harian FPTI Kota Madiun, Fajar Kartiko Nugroho, mengatakan kompetisi tersebut digelar sebagai bagian dari program pembinaan dan pembibitan atlet.
Menurutnya, meski kompetisi sempat vakum, aktivitas latihan atlet panjat tebing di Kota Madiun tetap berjalan rutin. Karena itu, Kejurkot menjadi kesempatan bagi atlet untuk menguji kemampuan sekaligus mendapatkan pengalaman bertanding.
“Setelah kita vakum sekian lama untuk membuat kompetisi, meskipun latihan setiap hari dan setiap minggunya tetap berjalan, ternyata animo peserta cukup tinggi. Sampai sekarang sudah ada sekitar 80 peserta yang terdaftar,” jelasnya.
Fajar menjelaskan Kejurkot Panjat Tebing Kota Madiun 2026 mempertandingkan dua kategori, yakni Speed dan Lead. Nomor Speed menitikberatkan pada kemampuan atlet menyelesaikan jalur dalam waktu tercepat, sedangkan Lead menguji kemampuan atlet menaklukkan jalur dengan tingkat kesulitan tertentu.
“Untuk teknisnya, besok kita mempertandingkan dua kategori, yakni Speed dan Lead. Speed lebih kepada tingkat kecepatan, sedangkan Lead berkaitan dengan tingkat kesulitan,” katanya.
FPTI Kota Madiun selanjutnya akan melakukan pemetaan terhadap atlet berdasarkan hasil pertandingan. Atlet yang dinilai potensial akan diarahkan masuk dalam program pembinaan dan diproyeksikan mengikuti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur maupun kejuaraan lainnya.
“Dari hasil Kejurkot ini akan kita evaluasi. Kami akan membuat semacam pusat pelatihan, sehingga atlet-atlet hasil kejuaraan ini nantinya bisa masuk dalam program pembinaan dan diproyeksikan untuk Porprov maupun kejuaraan-kejuaraan lain di tingkat daerah,” pungkasnya.
Kejurkot Panjat Tebing Kota Madiun 2026 diharapkan tidak berhenti sebagai ajang perebutan prestasi. Kompetisi tersebut sekaligus menjadi sarana mengukur kemampuan atlet, memberikan pengalaman bertanding, serta memetakan potensi atlet sebagai bagian dari persiapan menghadapi berbagai kejuaraan pada 2027-2029. (Krs)
- Penulis: Kriswanto
- Editor: Diez



