Berita Terkini
Trending Tags

Warga Sayutan Desak Tambang Ditutup Permanen, Bupati Magetan Diminta Cek Lokasi

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 37
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Warga Sayutan temui bupati tolak aktivitas tambang. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Penolakan terhadap aktivitas pertambangan di Desa Sayutan, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, kembali menguat. Sejumlah warga yang selama ini menolak keberadaan tambang mendatangi Kantor Bupati Magetan, Jumat (19/6/2026), untuk menyampaikan langsung aspirasi mereka agar kegiatan penambangan dihentikan secara permanen.

Didampingi tim kuasa hukum dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) No Viral No Justice (NVNJ), lima perwakilan warga diterima dalam audiensi yang berlangsung di ruang kerja Bupati Magetan. Dalam pertemuan tersebut, warga menyampaikan berbagai dampak yang mereka khawatirkan akibat aktivitas pertambangan yang berada tidak jauh dari kawasan permukiman dan sumber mata air masyarakat.

Kuasa hukum warga, Ahmad Setiawan atau yang akrab disapa Wiryo, mengatakan audiensi dilakukan agar pemerintah daerah mengetahui secara langsung kondisi yang terjadi di lapangan sekaligus memahami keresahan yang dirasakan masyarakat selama ini.

“Kami ingin pemerintah daerah mengetahui kondisi riil yang dirasakan warga. Harapannya, Pemkab Magetan tidak hanya mendengar, tetapi juga ikut memperjuangkan aspirasi masyarakat kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang memiliki kewenangan dalam sektor pertambangan,” ujarnya.

Dalam audiensi itu, warga juga menyoroti surat dari Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Timur yang memerintahkan penghentian sementara aktivitas tambang. Meski langkah tersebut dianggap sebagai perkembangan positif, masyarakat menilai penghentian sementara belum menjawab tuntutan utama mereka.

Warga tetap menginginkan penutupan tambang secara permanen. Mereka juga meminta Bupati Magetan turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi lapangan dan mendengarkan aspirasi masyarakat secara terbuka.

Desakan tersebut diperkuat oleh sejumlah temuan hasil evaluasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur terhadap perusahaan pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP). Berdasarkan hasil pemeriksaan, perusahaan disebut belum memenuhi beberapa kewajiban penting yang menjadi syarat operasional kegiatan pertambangan.

Beberapa pelanggaran yang ditemukan antara lain belum adanya Kepala Teknik Tambang (KTT) yang disahkan oleh instansi berwenang, belum ditempatkannya jaminan reklamasi dan jaminan pascatambang, serta belum terbitnya persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) Tahun 2026.

Selain persoalan administratif, hasil peninjauan lapangan juga mengungkap adanya aktivitas penambangan yang diduga tidak sesuai dengan dokumen studi kelayakan yang telah disetujui sebelumnya. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran karena lokasi tambang berada relatif dekat dengan permukiman warga.

Pemerintah provinsi juga mencatat adanya indikasi sedimentasi pada aliran sungai yang selama ini menjadi sumber mata air bagi masyarakat sekitar. Temuan tersebut semakin memperkuat kekhawatiran warga terhadap potensi dampak lingkungan yang dapat ditimbulkan apabila aktivitas tambang terus berlanjut.

Meski masih mengedepankan jalur dialog, pihak kuasa hukum menyatakan tengah menyiapkan langkah hukum lanjutan apabila aspirasi masyarakat tidak mendapatkan tindak lanjut yang memadai dari pihak terkait.

Sementara itu, Bupati Magetan Nanik Endang Rusminiarti menyatakan telah melakukan komunikasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengenai polemik tambang di Desa Sayutan. Ia juga berkomitmen untuk turun langsung ke lokasi guna melihat kondisi lapangan sekaligus berdialog dengan masyarakat.

Komitmen tersebut disambut positif oleh warga. Mereka berharap kunjungan bupati dapat menjadi langkah awal untuk menemukan solusi yang berpihak pada keselamatan lingkungan dan kepentingan masyarakat, sekaligus memberikan kepastian atas polemik pertambangan yang hingga kini masih memicu penolakan di Desa Sayutan. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cerita Letda Cke Isdayun Yang Menggeluti Bertani Tebu

    Cerita Letda Cke Isdayun Yang Menggeluti Bertani Tebu

    • calendar_month Minggu, 6 Apr 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 137
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Di luar kesibukannya sebagai prajurit TNI AD, Letda Cke Isdayun yang kesehariannya menjabat sebagai Paur Penrem 081/DSJ juga menjadi petani tebu. Lahan tebu yang digarapnya itu seluas 1,25 hektare dan berada tak jauh dari rumahnya. Dari budidaya tebu yang dilakukan, ia mengaku dapat memberikan dampak bagi keluarga dan membantu para anggotanya. […]

    Bagikan
  • Sindikat Pencuri Sepeda Gunung Antarprovinsi Dibekuk Polres Magetan

    Sindikat Pencuri Sepeda Gunung Antarprovinsi Dibekuk Polres Magetan

    • calendar_month Kamis, 11 Jun 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 142
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Aksi sindikat pencurian sepeda gunung yang meresahkan warga Kabupaten Magetan akhirnya berhasil diungkap jajaran Polres Magetan. Dua pelaku yang dikenal sebagai spesialis pencurian sepeda gunung lintas provinsi berhasil ditangkap setelah sempat beraksi di sejumlah lokasi dan menggasak beberapa sepeda bernilai puluhan juta rupiah. Aksi para pelaku sebelumnya terekam kamera pengawas (CCTV) […]

    Bagikan
  • Rumah Dua Lantai di Kelurahan Magetan Terbakar, Warga Panik Selamatkan Diri

    Rumah Dua Lantai di Kelurahan Magetan Terbakar, Warga Panik Selamatkan Diri

    • calendar_month Minggu, 5 Okt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 117
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kepanikan melanda warga Kelurahan Magetan, Kecamatan Magetan, pada Sabtu (4/10/2025) pagi. Sekitar pukul 10.30 WIB, rumah dua lantai milik Rawat Subagyo dilalap api, membuat warga sekitar berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri. Asap tebal terlihat membumbung dari lantai dua bangunan tersebut. Beberapa warga yang berada di sekitar lokasi segera berteriak meminta […]

    Bagikan
  • Apel Terakhir Bersama ASN, Eddy Supriyanto Apresiasi Kinerja ASN Pemkot Madiun

    Apel Terakhir Bersama ASN, Eddy Supriyanto Apresiasi Kinerja ASN Pemkot Madiun

    • calendar_month Senin, 17 Feb 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 97
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun menggelar apel kerja yang dihadiri oleh seluruh ASN maupun non-ASN. Apel tersebut berlangsung di stadion wilis Kota Madiun yang dipimpin langsung oleh Pj Walikota Madiun, Eddy Supriyanto pada Senin (17/2/2025). Apel ini merupakan yang terakhir bagi dirinya, sekaligus menjadi momen perpisahan dengan para ASN dan masyarakat Kota […]

    Bagikan
  • Dua Calon Jemaah Haji Magetan Meninggal Dunia, Pelimpahan Hak Tunggu Keputusan Provinsi

    Dua Calon Jemaah Haji Magetan Meninggal Dunia, Pelimpahan Hak Tunggu Keputusan Provinsi

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 156
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan — Dua calon jemaah haji asal Kabupaten Magetan yang tergabung dalam kloter 21 dilaporkan meninggal dunia menjelang keberangkatan musim haji tahun ini. Hal itu menjadi atensi di tengah persiapan yang secara umum telah mencapai sekitar 90 persen. Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Magetan, Ida Dwi Martini, mengungkapkan bahwa satu jemaah yang […]

    Bagikan
  • Polres Madiun Kota Serahkan Motor ke Pemiliknya usai Ungkap Kasus Curanmor 

    Polres Madiun Kota Serahkan Motor ke Pemiliknya usai Ungkap Kasus Curanmor 

    • calendar_month Kamis, 30 Jan 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 115
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Perasaan haru dan lega dirasakan oleh Nitra Cahnia warga Jalan Puter Kelurahan Nambangan Kidul Kecamatan Manguharjo Kota Madiun saat di Mapolres Madiun Kota. Bagaimana tidak, usai konferensi pers ungkap kasus curat dan curanmor pada Kamis (30/1/2025), Nitra kembali mendapatkan motornya yang hilang dicuri pada Kamis (16/1/2025) lalu. Motor diserahkan langsung […]

    Bagikan
expand_less