Berita Terkini
Trending Tags

Warga Sayutan Desak Tambang Ditutup Permanen, Bupati Magetan Diminta Cek Lokasi

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Sabtu, 20 Jun 2026
  • visibility 124
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Warga Sayutan temui bupati tolak aktivitas tambang. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Penolakan terhadap aktivitas pertambangan di Desa Sayutan, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, kembali menguat. Sejumlah warga yang selama ini menolak keberadaan tambang mendatangi Kantor Bupati Magetan, Jumat (19/6/2026), untuk menyampaikan langsung aspirasi mereka agar kegiatan penambangan dihentikan secara permanen.

Didampingi tim kuasa hukum dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) No Viral No Justice (NVNJ), lima perwakilan warga diterima dalam audiensi yang berlangsung di ruang kerja Bupati Magetan. Dalam pertemuan tersebut, warga menyampaikan berbagai dampak yang mereka khawatirkan akibat aktivitas pertambangan yang berada tidak jauh dari kawasan permukiman dan sumber mata air masyarakat.

Kuasa hukum warga, Ahmad Setiawan atau yang akrab disapa Wiryo, mengatakan audiensi dilakukan agar pemerintah daerah mengetahui secara langsung kondisi yang terjadi di lapangan sekaligus memahami keresahan yang dirasakan masyarakat selama ini.

“Kami ingin pemerintah daerah mengetahui kondisi riil yang dirasakan warga. Harapannya, Pemkab Magetan tidak hanya mendengar, tetapi juga ikut memperjuangkan aspirasi masyarakat kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang memiliki kewenangan dalam sektor pertambangan,” ujarnya.

Dalam audiensi itu, warga juga menyoroti surat dari Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Timur yang memerintahkan penghentian sementara aktivitas tambang. Meski langkah tersebut dianggap sebagai perkembangan positif, masyarakat menilai penghentian sementara belum menjawab tuntutan utama mereka.

Warga tetap menginginkan penutupan tambang secara permanen. Mereka juga meminta Bupati Magetan turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi lapangan dan mendengarkan aspirasi masyarakat secara terbuka.

Desakan tersebut diperkuat oleh sejumlah temuan hasil evaluasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur terhadap perusahaan pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP). Berdasarkan hasil pemeriksaan, perusahaan disebut belum memenuhi beberapa kewajiban penting yang menjadi syarat operasional kegiatan pertambangan.

Beberapa pelanggaran yang ditemukan antara lain belum adanya Kepala Teknik Tambang (KTT) yang disahkan oleh instansi berwenang, belum ditempatkannya jaminan reklamasi dan jaminan pascatambang, serta belum terbitnya persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) Tahun 2026.

Selain persoalan administratif, hasil peninjauan lapangan juga mengungkap adanya aktivitas penambangan yang diduga tidak sesuai dengan dokumen studi kelayakan yang telah disetujui sebelumnya. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran karena lokasi tambang berada relatif dekat dengan permukiman warga.

Pemerintah provinsi juga mencatat adanya indikasi sedimentasi pada aliran sungai yang selama ini menjadi sumber mata air bagi masyarakat sekitar. Temuan tersebut semakin memperkuat kekhawatiran warga terhadap potensi dampak lingkungan yang dapat ditimbulkan apabila aktivitas tambang terus berlanjut.

Meski masih mengedepankan jalur dialog, pihak kuasa hukum menyatakan tengah menyiapkan langkah hukum lanjutan apabila aspirasi masyarakat tidak mendapatkan tindak lanjut yang memadai dari pihak terkait.

Sementara itu, Bupati Magetan Nanik Endang Rusminiarti menyatakan telah melakukan komunikasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengenai polemik tambang di Desa Sayutan. Ia juga berkomitmen untuk turun langsung ke lokasi guna melihat kondisi lapangan sekaligus berdialog dengan masyarakat.

Komitmen tersebut disambut positif oleh warga. Mereka berharap kunjungan bupati dapat menjadi langkah awal untuk menemukan solusi yang berpihak pada keselamatan lingkungan dan kepentingan masyarakat, sekaligus memberikan kepastian atas polemik pertambangan yang hingga kini masih memicu penolakan di Desa Sayutan. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Koperasi Merah Putih di Ambang Krisis, Ini Langkah Wali Kota Madiun

    Koperasi Merah Putih di Ambang Krisis, Ini Langkah Wali Kota Madiun

    • calendar_month Senin, 27 Okt 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 177
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Wali Kota Madiun, Maidi, angkat bicara mengenai kondisi Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) yang kini berada di ujung tanduk. Koperasi yang sebelumnya mampu mencatat omzet hingga Rp. 6 juta per hari itu, kini hanya mampu menghasilkan sekitar Rp. 2 juta bahkan sempat di bawah angka tersebut. Menurut Wali Kota Maidi, […]

    Bagikan
  • PPI Madiun Jadi Tuan Rumah Simposium Nasional Transportasi FSTPT ke-28

    PPI Madiun Jadi Tuan Rumah Simposium Nasional Transportasi FSTPT ke-28

    • calendar_month Selasa, 2 Sep 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 186
    • 0Komentar

    Sinergia| Kota Madiun – Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan melalui Politeknik Perkeretaapian Indonesia (PPI) Madiun menjadi tuan rumah Simposium Forum Studi Transportasi Antar Perguruan Tinggi (FSTPT) ke-28 yang digelar Sabtu (30/08/2025). Simposium tahun ini mengusung tema “Railways as the Backbone of Indonesia’s Future Transport”. Tema tersebut dinilai sejalan dengan visi pemerintah dalam mewujudkan sistem transportasi […]

    Bagikan
  • Ribuan Peserta Meriahkan Pawai Onthel dan Motor Lawas di Kartoharjo

    Ribuan Peserta Meriahkan Pawai Onthel dan Motor Lawas di Kartoharjo

    • calendar_month Senin, 11 Agt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 134
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Lebih dari 600 warga dari berbagai daerah memadati halaman Kantor Kecamatan Kartoharjo, Minggu (10/08/2025). Mereka tampil unik dengan atribut dan busana ala tahun 1980-an untuk mengikuti pawai sepeda onthel dan motor klasik sejauh delapan kilometer, sebagai bagian dari peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia. Sejak pukul 06.00 WIB, peserta berdatangan membawa […]

    Bagikan
  • Tuntas Cari Lokasi, Pemkot Madiun Tetapkan Bengkok Winongo untuk Sekolah Rakyat

    Tuntas Cari Lokasi, Pemkot Madiun Tetapkan Bengkok Winongo untuk Sekolah Rakyat

    • calendar_month Jumat, 28 Nov 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 173
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Upaya menghadirkan Sekolah Rakyat (SR) di Kota Madiun akhirnya menemukan titik terang. Setelah dua lokasi sebelumnya tidak memenuhi kriteria, pemerintah pusat memberikan persetujuan penggunaan lahan eks tanah bengkok Kelurahan Winongo yang berada di barat Kantor Kecamatan Manguharjo sebagai area pembangunan SR. Kepala Dinsos-PPPA Kota Madiun, Heri Suwartono, mengungkapkan bahwa proses […]

    Bagikan
  • Memanah Sambil Berkuda, 81 Atlet Dari 3 Provinsi Unjuk Ketangkasa

    Memanah Sambil Berkuda, 81 Atlet Dari 3 Provinsi Unjuk Ketangkasa

    • calendar_month Senin, 21 Jul 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 131
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Sebanyak 81 atlet dari Bali, Jawa Tengah, dan Jawa Timur unjuk ketangkasan dalam kompetisi panahan berkuda yang digelar di Lapangan Nongkodono, Desa Nongkodono, Kecamatan Kauman, Ponorogo, Senin (21/07/2025). Ajang bertajuk Grebeg Tutup Suro Bantarangin 2025 ini bukan sekadar kompetisi, tetapi juga pertaruhan konsentrasi, keseimbangan, dan pengendalian diri. Para peserta harus […]

    Bagikan
  • DPRD Ponorogo Mulai Bahas Pembentukan 5 Desa Baru, Target Rampung Desember 2026

    DPRD Ponorogo Mulai Bahas Pembentukan 5 Desa Baru, Target Rampung Desember 2026

    • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 157
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – DPRD Kabupaten Ponorogo mulai membahas usulan pembentukan lima desa baru di Kecamatan Ngrayun dan Slahung. Pembahasan tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepakatan perubahan kedua Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) Tahun 2026 dalam rapat paripurna yang digelar di gedung DPRD Ponorogo, Rabu (10/6/2026). Lima desa yang diusulkan dibentuk melalui pemekaran wilayah tersebut […]

    Bagikan
expand_less