Kamis, 5 Nov 2026
Trending Tags

Warga Sayutan Desak Tambang Ditutup Permanen, Bupati Magetan Diminta Cek Lokasi

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Sabtu, 20 Jun 2026
  • visibility 242
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Warga Sayutan temui bupati tolak aktivitas tambang. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Penolakan terhadap aktivitas pertambangan di Desa Sayutan, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, kembali menguat. Sejumlah warga yang selama ini menolak keberadaan tambang mendatangi Kantor Bupati Magetan, Jumat (19/6/2026), untuk menyampaikan langsung aspirasi mereka agar kegiatan penambangan dihentikan secara permanen.

Didampingi tim kuasa hukum dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) No Viral No Justice (NVNJ), lima perwakilan warga diterima dalam audiensi yang berlangsung di ruang kerja Bupati Magetan. Dalam pertemuan tersebut, warga menyampaikan berbagai dampak yang mereka khawatirkan akibat aktivitas pertambangan yang berada tidak jauh dari kawasan permukiman dan sumber mata air masyarakat.

Kuasa hukum warga, Ahmad Setiawan atau yang akrab disapa Wiryo, mengatakan audiensi dilakukan agar pemerintah daerah mengetahui secara langsung kondisi yang terjadi di lapangan sekaligus memahami keresahan yang dirasakan masyarakat selama ini.

“Kami ingin pemerintah daerah mengetahui kondisi riil yang dirasakan warga. Harapannya, Pemkab Magetan tidak hanya mendengar, tetapi juga ikut memperjuangkan aspirasi masyarakat kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang memiliki kewenangan dalam sektor pertambangan,” ujarnya.

Dalam audiensi itu, warga juga menyoroti surat dari Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Timur yang memerintahkan penghentian sementara aktivitas tambang. Meski langkah tersebut dianggap sebagai perkembangan positif, masyarakat menilai penghentian sementara belum menjawab tuntutan utama mereka.

Warga tetap menginginkan penutupan tambang secara permanen. Mereka juga meminta Bupati Magetan turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi lapangan dan mendengarkan aspirasi masyarakat secara terbuka.

Desakan tersebut diperkuat oleh sejumlah temuan hasil evaluasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur terhadap perusahaan pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP). Berdasarkan hasil pemeriksaan, perusahaan disebut belum memenuhi beberapa kewajiban penting yang menjadi syarat operasional kegiatan pertambangan.

Beberapa pelanggaran yang ditemukan antara lain belum adanya Kepala Teknik Tambang (KTT) yang disahkan oleh instansi berwenang, belum ditempatkannya jaminan reklamasi dan jaminan pascatambang, serta belum terbitnya persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) Tahun 2026.

Selain persoalan administratif, hasil peninjauan lapangan juga mengungkap adanya aktivitas penambangan yang diduga tidak sesuai dengan dokumen studi kelayakan yang telah disetujui sebelumnya. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran karena lokasi tambang berada relatif dekat dengan permukiman warga.

Pemerintah provinsi juga mencatat adanya indikasi sedimentasi pada aliran sungai yang selama ini menjadi sumber mata air bagi masyarakat sekitar. Temuan tersebut semakin memperkuat kekhawatiran warga terhadap potensi dampak lingkungan yang dapat ditimbulkan apabila aktivitas tambang terus berlanjut.

Meski masih mengedepankan jalur dialog, pihak kuasa hukum menyatakan tengah menyiapkan langkah hukum lanjutan apabila aspirasi masyarakat tidak mendapatkan tindak lanjut yang memadai dari pihak terkait.

Sementara itu, Bupati Magetan Nanik Endang Rusminiarti menyatakan telah melakukan komunikasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengenai polemik tambang di Desa Sayutan. Ia juga berkomitmen untuk turun langsung ke lokasi guna melihat kondisi lapangan sekaligus berdialog dengan masyarakat.

Komitmen tersebut disambut positif oleh warga. Mereka berharap kunjungan bupati dapat menjadi langkah awal untuk menemukan solusi yang berpihak pada keselamatan lingkungan dan kepentingan masyarakat, sekaligus memberikan kepastian atas polemik pertambangan yang hingga kini masih memicu penolakan di Desa Sayutan. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkab Madiun Gelar FGD Proklim, Ajak Semua Pihak Hadapi Dampak Perubahan Iklim

    Pemkab Madiun Gelar FGD Proklim, Ajak Semua Pihak Hadapi Dampak Perubahan Iklim

    • calendar_month Kamis, 12 Jun 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 201
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun menggelar Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka pelaksanaan Program Kampung Iklim (Proklim), Kamis (12/06/2025). Kegiatan tersebut dilaksanakan di ruang IT Pusat Pemerintahan (Puspem) Kabupaten Madiun dan dihadiri oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, perwakilan camat dan kepala desa dari lokasi Proklim, pengusaha, jajaran Perhutani dari KPH Lawu, […]

    Bagikan
  • PHK Massal, Serikat Pekerja PT GWI Desak Dialog dengan Manajemen

    PHK Massal, Serikat Pekerja PT GWI Desak Dialog dengan Manajemen

    • calendar_month Rabu, 27 Agt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 296
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun — Ratusan buruh PT Global Way Indonesia (GWI), produsen bola resmi Piala Dunia 2022, terancam kehilangan pekerjaan setelah perusahaan berencana melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran. Serikat pekerja mendesak manajemen mempercepat perundingan untuk menjamin kepastian nasib karyawan. Ketua Serikat Pekerja PT GWI Federasi Serikat Buruh Independen, Sunardi, menyebut sekitar 800 lebih […]

    Bagikan
  • APBD TA. 2026 Disepakati, Ini Program Strategis yang Dijalankan Pemkab Madiun

    APBD TA. 2026 Disepakati, Ini Program Strategis yang Dijalankan Pemkab Madiun

    • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 262
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Madiun resmi menyetujui Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun Anggaran 2026. Persetujuan tersebut diberikan dalam rapat paripurna yang digelar pada Rabu (26/11/2025) dan disepakati oleh seluruh fraksi DPRD Kabupaten Madiun. Dalam laporan yang dibacakan, Pendapatan Daerah tahun 2026 ditetapkan sebesar Rp. 1 […]

    Bagikan
  • Bapanas dan Satgas Pangan Pantau Stabilitas Harga Beras di Kota Madiun

    Bapanas dan Satgas Pangan Pantau Stabilitas Harga Beras di Kota Madiun

    • calendar_month Jumat, 24 Okt 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 206
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun — Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama Satgas Pangan Bareskrim Polri, Ditkrimsus Polda Jawa Timur, Satgas Pangan Kota Madiun, Dinas Ketahanan Pangan Provinsi dan Kota Madiun, serta Dinas Perdagangan Provinsi dan Kota Madiun, melakukan monitoring pengendalian harga beras di Kota Madiun, Jumat (24/10/2025). Deputi Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Bapanas, Andriko […]

    Bagikan
  • Kendalikan Inflasi, Pemkab Ponorogo Jalin Kerjasama dengan Daerah Penyuplai Bahan Pangan

    Kendalikan Inflasi, Pemkab Ponorogo Jalin Kerjasama dengan Daerah Penyuplai Bahan Pangan

    • calendar_month Kamis, 13 Mar 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 163
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo bakal menjalin kerjasama dengan daerah lain guna memastikan pasokan bahan pangan tetap stabil menjelang IdulFitri. Langkah ini sebagai upaya dalam pengendalian inflasi dan menjaga daya beli masyarakat. Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, menegaskan sejumlah komoditas pangan di Kota Reog masih bergantung pada pasokan dari luar daerah, seperti sayur […]

    Bagikan
  • Membahayakan, PLN Madiun Imbau Warga Hentikan Penggunaan Jebakan Tikus Listrik

    Membahayakan, PLN Madiun Imbau Warga Hentikan Penggunaan Jebakan Tikus Listrik

    • calendar_month Jumat, 23 Mei 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 167
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Menanggapi banyaknya kasus warga tersengat jebakan tikus beraliran listrik di wilayah Madiun dan sekitarnya, pihak PLN Madiun menegaskan pentingnya kesadaran masyarakat dalam menggunakan listrik secara aman dan sesuai standar. Manajer PLN UP3 Madiun Suhandopo bersama dengan Asman Transaksi Energi PLN UP3 Madiun, Umar Sholehen, menekankan bahwa penggunaan aliran listrik untuk […]

    Bagikan
expand_less