Senin, 19 Okt 2026
Trending Tags

Perguruan PSCP Pusat Magetan Bantah Maklumat Beredar, Sebut Hoaks dan Minta Anggota Tak Terprovokasi

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Jumat, 28 Agt 2026
  • visibility 330
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Pengurus PSCP Magetan minta anggota tidak terprovokasi. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Pengurus Pusat Perguruan Pencak Silat Cempaka Putih (PSCP) Pusat Magetan menerbitkan surat sanggahan terkait beredarnya maklumat di media sosial yang dinilai memuat sejumlah informasi tidak benar. Pengurus meminta seluruh warga perguruan tidak mudah terprovokasi dan tetap menjaga kondusivitas.

Surat bernomor PP/00112/PSCP.Pst/VIII/2026 tersebut ditandatangani pada 25 Agustus 2026 dan ditujukan kepada seluruh ketua pengda, ketua cabang, ketua ranting, ketua subranting, serta warga Perguruan Pencak Silat Cempaka Putih di mana pun berada.

Humas Perguruan Pencak Silat Cempaka Putih Pusat Magetan, Bambang Kuswoyo, mengatakan surat sanggahan diterbitkan untuk meluruskan informasi yang beredar dan mencegah munculnya kesalahpahaman di kalangan anggota.

“Kami menyampaikan klarifikasi ini supaya warga perguruan tidak menerima informasi secara mentah, terutama informasi yang beredar di media sosial. Kami berharap seluruh anggota tetap tenang dan tidak terprovokasi,” kata Bambang Kuswoyo, Jumat (28/8/2026).

Salah satu poin yang diklarifikasi berkaitan dengan undangan dari Polda Jawa Timur pada 3 Agustus 2026. Dalam maklumat yang beredar, agenda tersebut disebut sebagai pertemuan mediasi.

Namun, berdasarkan surat sanggahan Pengurus Pusat PSCP Magetan, undangan tersebut bukan merupakan agenda mediasi. Pertemuan disebut berkaitan dengan koordinasi mengenai Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) Nomor S.Tap/Henti.Lidik/44/VII/HUK.12.23/Ditreskrimsus/Polda Jatim atas laporan Suroto yang disebut sebagai KBCP.

Selain itu, pertemuan tersebut juga berkaitan dengan penegasan mengenai penggunaan logo dan atribut perguruan. Dalam surat sanggahan disebutkan, pihak KBCP tidak diperbolehkan menggunakan logo maupun atribut PSCP karena telah memiliki logo sendiri.

Persoalan yang menjadi latar belakang laporan tersebut berkaitan dengan penggunaan pakaian sakral oleh warga Perguruan Pencak Silat Cempaka Putih Pusat Magetan dalam kegiatan pelantikan pada Desember 2023. Dalam laporan tersebut, nama Joko Suryono dan Estiko Hadi disebut sebagai pihak terlapor.

Pengurus Pusat PSCP Magetan menyatakan laporan tersebut telah dihentikan oleh Polda Jawa Timur. Penghentian itu disebut dilakukan karena perkara tersebut tidak memenuhi unsur pidana atau tidak cukup bukti untuk dilanjutkan ke proses hukum berikutnya.

“Yang perlu kami luruskan adalah status laporan tersebut. Berdasarkan surat yang kami terima dan menjadi dasar klarifikasi kami, proses laporan itu sudah dihentikan. Karena itu, jangan sampai informasi yang beredar kemudian dipahami seolah-olah masih ada proses hukum yang berjalan,” ujar Bambang.

Pengurus PSCP juga membantah bagian dalam maklumat yang menyebut kedua belah pihak diperbolehkan menggunakan pakaian sakral dan tidak saling melaporkan.

Menurut Pengurus Pusat PSCP, pernyataan tersebut bukan merupakan hasil kesepakatan antara kedua belah pihak, melainkan imbauan dari Polda Jawa Timur. Bambang menegaskan, pihaknya perlu memberikan penjelasan mengenai hal tersebut agar tidak muncul pemahaman berbeda di tengah warga perguruan.

“Kalau dalam maklumat itu disebut sebagai kesepakatan kedua belah pihak, itu yang kami luruskan. Yang kami pahami dan kami sampaikan dalam surat sanggahan, hal tersebut merupakan imbauan dari Polda Jawa Timur, bukan kesepakatan sebagaimana dituliskan dalam maklumat yang beredar,” jelasnya.

Selain persoalan tersebut, Pengurus PSCP menjelaskan bahwa pakaian sakral pencak silat dapat memiliki bentuk yang sama. Identitas masing-masing perguruan dibedakan melalui logo atau badge yang digunakan.

Menurut Bambang, penjelasan mengenai atribut tersebut penting agar anggota tidak salah memahami persoalan pakaian sakral maupun identitas perguruan.

Image Not Found
PSCP Pusat Magetan terbitkan surat sanggahan maklumat. Foto : Istimewa

Dalam surat sanggahan, Pengurus Pusat PSCP menyebut maklumat yang beredar sebagai hoaks dan menilai informasi tersebut dibuat oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Pengurus menilai penyebaran informasi tersebut berpotensi menimbulkan kesalahpahaman dan mengganggu kerukunan di antara warga Perguruan Pencak Silat Cempaka Putih Pusat Magetan.

Bambang meminta anggota tidak mengambil kesimpulan hanya berdasarkan informasi yang diterima melalui media sosial.

“Kami mengimbau kepada seluruh warga Cempaka Putih untuk tetap menjaga persaudaraan. Jangan mudah terpancing oleh informasi yang sumbernya tidak jelas. Kalau ada informasi yang meragukan, silakan dikonfirmasi kepada pengurus, jangan langsung disebarluaskan,” tegas Bambang.

Ia juga berharap persoalan tersebut tidak berkembang menjadi konflik di antara anggota maupun pihak-pihak yang berkaitan dengan perguruan.

Sebagai bentuk klarifikasi resmi, surat sanggahan tersebut diminta disebarluaskan melalui media cetak maupun media daring agar dapat diketahui secara luas oleh warga perguruan. Surat tersebut juga ditembuskan kepada Polda Jawa Timur dan Polres Magetan.

Pengurus Pusat PSCP menegaskan, langkah klarifikasi dilakukan untuk memberikan informasi yang mereka anggap benar kepada anggota sekaligus mencegah penyebaran informasi yang dapat memicu kesalahpahaman.

Bambang kembali mengingatkan seluruh warga perguruan agar mengedepankan ketenangan dan menjaga hubungan baik antarsesama anggota.

“Kami ingin persoalan ini tidak menjadi pemicu perpecahan. Yang paling penting sekarang adalah menjaga kondusivitas, persaudaraan dan kerukunan. Mari sama-sama menyaring informasi sebelum mempercayai maupun menyebarkannya,” pungkas Bambang. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menilik Keceriaan Outdoor Learning Anak-Anak Bersama Petugas Damkar Kota Madiun

    Menilik Keceriaan Outdoor Learning Anak-Anak Bersama Petugas Damkar Kota Madiun

    • calendar_month Jumat, 28 Nov 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 242
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Suasana ceria memenuhi Taman Hijau Demangan (THD) Kota Madiun saat para siswa TK Al Husna mengikuti kegiatan outdoor learning bersama petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Madiun, Jumat (27/11/2025). Kegiatan ini menjadi pengalaman belajar langsung bagi anak-anak untuk memahami cara memadamkan api baik secara tradisional maupun modern. Mereka bergiliran mencoba memadamkan […]

    Bagikan
  • Kehamilan di Luar Nikah Dominasi Dispensasi Nikah Anak di Kabupaten Madiun

    Kehamilan di Luar Nikah Dominasi Dispensasi Nikah Anak di Kabupaten Madiun

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 315
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Fenomena pernikahan dini di Kabupaten Madiun masih menjadi persoalan serius sepanjang 2025. Data Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Madiun menunjukkan, kehamilan di luar nikah menjadi faktor dominan yang mendorong remaja mengajukan dispensasi nikah. Pada tahun 2025, tercatat sebanyak 63 anak mengikuti konseling dispensasi […]

    Bagikan
  • DPRD Ponorogo Dukung Tracing HIV di Warung Remang-remang

    DPRD Ponorogo Dukung Tracing HIV di Warung Remang-remang

    • calendar_month Sabtu, 10 Mei 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 153
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – DPRD Ponorogo mendukung langkah Pemerintah Kabupaten Ponorogo melalui dinas terkait untuk melakukan pelacakan atau tracing kasus HIV dengan menyisir warung remang-remang. Upaya ini dilakukan guna memutus rantai penyebaran virus tersebut. Ketua DPRD Ponorogo, Dwi Agus Prayitno, mengatakan penyisiran hendaknya dilakukan secara berkelanjutan di lokasi-lokasi yang dianggap rawan. Hal ini menyusul ditemukannya […]

    Bagikan
  • Plt Wali Kota Madiun Tekankan Lurah dan Camat Wajib Pahami Prioritas Pembangunan Kota

    Plt Wali Kota Madiun Tekankan Lurah dan Camat Wajib Pahami Prioritas Pembangunan Kota

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 292
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun, menekankan pentingnya pemahaman aparatur wilayah terhadap arah pembangunan daerah. Hal itu disampaikannya dalam kegiatan Optimalisasi Produktivitas Kerja dan Bimbingan Teknis Aplikasi e-KAK dan m-SKP Tahun 2026 yang diikuti para lurah dan camat di wilayah Kecamatan Taman pada Kamis (05/03/2026) Menurut Bagus, perencanaan […]

    Bagikan
  • Mobil Terbakar di Tol Caruban Madiun, Tiga Penumpang Selamat

    Mobil Terbakar di Tol Caruban Madiun, Tiga Penumpang Selamat

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 1.139
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Sebuah mobil Ford Fiesta terbakar saat melintas di ruas Tol Nganjuk–Caruban, tepatnya di Jalur B KM 611+800, Desa Purworejo, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun, Minggu (8/2/2026) sekitar pukul 19.00 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun seluruh bagian kendaraan hangus terbakar. Kebakaran diduga bermula dari gangguan pada bagian mesin. Salah […]

    Bagikan
  • Tercatat di PBB, Kota Madiun Raih Terbaik I Indonesia’s SDGs Action Awards 2025

    Tercatat di PBB, Kota Madiun Raih Terbaik I Indonesia’s SDGs Action Awards 2025

    • calendar_month Rabu, 19 Nov 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 236
    • 0Komentar

    Sinergia | Jakarta – Prestasi membanggakan kembali diraih Kota Madiun di kancah nasional hingga internasional. Kota Pendekar resmi dinobatkan sebagai Terbaik I Indonesia’s SDGs Action Awards 2025 untuk kategori pemerintah kota. Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy di kantor Bappenas, Rabu (19/11/2025). Lebih istimewa lagi, capaian ini akan dibukukan […]

    Bagikan
expand_less