Berita Terkini
Trending Tags

Perguruan PSCP Pusat Magetan Bantah Maklumat Beredar, Sebut Hoaks dan Minta Anggota Tak Terprovokasi

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Jumat, 28 Agt 2026
  • visibility 264
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Pengurus PSCP Magetan minta anggota tidak terprovokasi. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Pengurus Pusat Perguruan Pencak Silat Cempaka Putih (PSCP) Pusat Magetan menerbitkan surat sanggahan terkait beredarnya maklumat di media sosial yang dinilai memuat sejumlah informasi tidak benar. Pengurus meminta seluruh warga perguruan tidak mudah terprovokasi dan tetap menjaga kondusivitas.

Surat bernomor PP/00112/PSCP.Pst/VIII/2026 tersebut ditandatangani pada 25 Agustus 2026 dan ditujukan kepada seluruh ketua pengda, ketua cabang, ketua ranting, ketua subranting, serta warga Perguruan Pencak Silat Cempaka Putih di mana pun berada.

Humas Perguruan Pencak Silat Cempaka Putih Pusat Magetan, Bambang Kuswoyo, mengatakan surat sanggahan diterbitkan untuk meluruskan informasi yang beredar dan mencegah munculnya kesalahpahaman di kalangan anggota.

“Kami menyampaikan klarifikasi ini supaya warga perguruan tidak menerima informasi secara mentah, terutama informasi yang beredar di media sosial. Kami berharap seluruh anggota tetap tenang dan tidak terprovokasi,” kata Bambang Kuswoyo, Jumat (28/8/2026).

Salah satu poin yang diklarifikasi berkaitan dengan undangan dari Polda Jawa Timur pada 3 Agustus 2026. Dalam maklumat yang beredar, agenda tersebut disebut sebagai pertemuan mediasi.

Namun, berdasarkan surat sanggahan Pengurus Pusat PSCP Magetan, undangan tersebut bukan merupakan agenda mediasi. Pertemuan disebut berkaitan dengan koordinasi mengenai Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) Nomor S.Tap/Henti.Lidik/44/VII/HUK.12.23/Ditreskrimsus/Polda Jatim atas laporan Suroto yang disebut sebagai KBCP.

Selain itu, pertemuan tersebut juga berkaitan dengan penegasan mengenai penggunaan logo dan atribut perguruan. Dalam surat sanggahan disebutkan, pihak KBCP tidak diperbolehkan menggunakan logo maupun atribut PSCP karena telah memiliki logo sendiri.

Persoalan yang menjadi latar belakang laporan tersebut berkaitan dengan penggunaan pakaian sakral oleh warga Perguruan Pencak Silat Cempaka Putih Pusat Magetan dalam kegiatan pelantikan pada Desember 2023. Dalam laporan tersebut, nama Joko Suryono dan Estiko Hadi disebut sebagai pihak terlapor.

Pengurus Pusat PSCP Magetan menyatakan laporan tersebut telah dihentikan oleh Polda Jawa Timur. Penghentian itu disebut dilakukan karena perkara tersebut tidak memenuhi unsur pidana atau tidak cukup bukti untuk dilanjutkan ke proses hukum berikutnya.

“Yang perlu kami luruskan adalah status laporan tersebut. Berdasarkan surat yang kami terima dan menjadi dasar klarifikasi kami, proses laporan itu sudah dihentikan. Karena itu, jangan sampai informasi yang beredar kemudian dipahami seolah-olah masih ada proses hukum yang berjalan,” ujar Bambang.

Pengurus PSCP juga membantah bagian dalam maklumat yang menyebut kedua belah pihak diperbolehkan menggunakan pakaian sakral dan tidak saling melaporkan.

Menurut Pengurus Pusat PSCP, pernyataan tersebut bukan merupakan hasil kesepakatan antara kedua belah pihak, melainkan imbauan dari Polda Jawa Timur. Bambang menegaskan, pihaknya perlu memberikan penjelasan mengenai hal tersebut agar tidak muncul pemahaman berbeda di tengah warga perguruan.

“Kalau dalam maklumat itu disebut sebagai kesepakatan kedua belah pihak, itu yang kami luruskan. Yang kami pahami dan kami sampaikan dalam surat sanggahan, hal tersebut merupakan imbauan dari Polda Jawa Timur, bukan kesepakatan sebagaimana dituliskan dalam maklumat yang beredar,” jelasnya.

Selain persoalan tersebut, Pengurus PSCP menjelaskan bahwa pakaian sakral pencak silat dapat memiliki bentuk yang sama. Identitas masing-masing perguruan dibedakan melalui logo atau badge yang digunakan.

Menurut Bambang, penjelasan mengenai atribut tersebut penting agar anggota tidak salah memahami persoalan pakaian sakral maupun identitas perguruan.

Image Not Found
PSCP Pusat Magetan terbitkan surat sanggahan maklumat. Foto : Istimewa

Dalam surat sanggahan, Pengurus Pusat PSCP menyebut maklumat yang beredar sebagai hoaks dan menilai informasi tersebut dibuat oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Pengurus menilai penyebaran informasi tersebut berpotensi menimbulkan kesalahpahaman dan mengganggu kerukunan di antara warga Perguruan Pencak Silat Cempaka Putih Pusat Magetan.

Bambang meminta anggota tidak mengambil kesimpulan hanya berdasarkan informasi yang diterima melalui media sosial.

“Kami mengimbau kepada seluruh warga Cempaka Putih untuk tetap menjaga persaudaraan. Jangan mudah terpancing oleh informasi yang sumbernya tidak jelas. Kalau ada informasi yang meragukan, silakan dikonfirmasi kepada pengurus, jangan langsung disebarluaskan,” tegas Bambang.

Ia juga berharap persoalan tersebut tidak berkembang menjadi konflik di antara anggota maupun pihak-pihak yang berkaitan dengan perguruan.

Sebagai bentuk klarifikasi resmi, surat sanggahan tersebut diminta disebarluaskan melalui media cetak maupun media daring agar dapat diketahui secara luas oleh warga perguruan. Surat tersebut juga ditembuskan kepada Polda Jawa Timur dan Polres Magetan.

Pengurus Pusat PSCP menegaskan, langkah klarifikasi dilakukan untuk memberikan informasi yang mereka anggap benar kepada anggota sekaligus mencegah penyebaran informasi yang dapat memicu kesalahpahaman.

Bambang kembali mengingatkan seluruh warga perguruan agar mengedepankan ketenangan dan menjaga hubungan baik antarsesama anggota.

“Kami ingin persoalan ini tidak menjadi pemicu perpecahan. Yang paling penting sekarang adalah menjaga kondusivitas, persaudaraan dan kerukunan. Mari sama-sama menyaring informasi sebelum mempercayai maupun menyebarkannya,” pungkas Bambang. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polisi Menduga Bayi Mengapung Dibuang 2 Hari Sebelum Ditemukan

    Polisi Menduga Bayi Mengapung Dibuang 2 Hari Sebelum Ditemukan

    • calendar_month Kamis, 9 Jan 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 133
    • 0Komentar

    Sinergia – Kab Madiun | Peristiwa penemuan jasad bayi yang mengapung ditengah sungai sono pada Kamis siang ( 09/01/2025) menarik simpati publik. Pihak kepolisian yang mendatangi lokasi kejadian di Desa Tiron Kecamatan Madiun Kabupaten Madiun Jawa Timur telah mengevaluasi jawab balita itu sekitar pukul 15.0 WIB. Usai dievakuasi tim identifikasi dari Satreskrim Polres Madiun langsung […]

    Bagikan
  • Jelang Suran Agung, TNI-Polri Ajak Ratusan Pendekar Silat di Magetan Psikoedukasi

    Jelang Suran Agung, TNI-Polri Ajak Ratusan Pendekar Silat di Magetan Psikoedukasi

    • calendar_month Kamis, 15 Mei 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 143
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Mengantisipasi potensi konflik antarperguruan menjelang peringatan Suran Agung, aparat TNI dan Polri di Magetan menggelar kegiatan edukasi mental berbasis psikoedukasi kepada ratusan pesilat dari 13 perguruan silat, Kamis (15/05/2025). Acara berlangsung di Magetan Park, dan menjadi bagian dari langkah preventif Operasi Aman Suro yang digelar Polda Jatim. Kegiatan dikemas dalam bentuk […]

    Bagikan
  • Aksi Bela Negara dan Semangat Patriotisme Melalui Olahraga

    Aksi Bela Negara dan Semangat Patriotisme Melalui Olahraga

    • calendar_month Senin, 14 Apr 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 369
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Tentara Nasional Indonesia (TNI) sebagai garda terdepan dalam menjaga keutuhan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Selain peran tersebut, TNI juga memiliki peran besar lainnya dalam menumbuhkembangkan jiwa patriotisme dan nasionalisme di tengah-tengah kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Berbagai upaya pun terus dilakukan untuk mewujudkannya, salah satunya melalui olahraga. Seperti yang […]

    Bagikan
  • Tren Pamer Akta Cerai Usai Sidang di Pengadilan Agama Mencuat di Magetan

    Tren Pamer Akta Cerai Usai Sidang di Pengadilan Agama Mencuat di Magetan

    • calendar_month Kamis, 9 Okt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 161
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Muncul ke permukaan publik, fenomena perceraian di Kabupaten Magetan menjadi perhatian. Selain jumlah perkara yang cukup tinggi, kini muncul tren baru di kalangan perempuan yang baru saja bercerai. Beberapa di antaranya tampak berpose di depan Kantor Pengadilan Agama (PA) Kelas IB Magetan sambil memamerkan akta cerai. Mereka tampak bangga status baru […]

    Bagikan
  • Ibu di Madiun Meninggal Mendadak saat Cari Kayu Bakar, Diduga Alami Sakit Jantung

    Ibu di Madiun Meninggal Mendadak saat Cari Kayu Bakar, Diduga Alami Sakit Jantung

    • calendar_month Kamis, 29 Mei 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 176
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Warga Desa Sirapan, Kecamatan Madiun, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, digemparkan oleh penemuan jasad seorang perempuan di kawasan hutan milik Perhutani, tepatnya di Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Bulu, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Ngadirejo, pada Kamis (29/05/2025) siang. Peristiwa tersebut diketahui setelah seorang anak kecil berteriak meminta pertolongan kepada warga sekitar. […]

    Bagikan
  • Cuaca 42 Derajat, Jemaah Haji Asal Madiun Diminta Kurangi Aktifitas Ibadah Sunnah Jelang Puncak Haji

    Cuaca 42 Derajat, Jemaah Haji Asal Madiun Diminta Kurangi Aktifitas Ibadah Sunnah Jelang Puncak Haji

    • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 210
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Jelang puncak rangkaian ibadah Haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Madiun intens memantau kondisi ratusan jamaah di Tanah Suci. Kepala Kantor Kementerian Haji Kabupaten Madiun, Bisri Mustofa, meminta ratusan jemaah haji asal Kabupaten Madiun mengurangi aktivitas ibadah sunah menjelang puncak haji. Imbauan itu disampaikan […]

    Bagikan
expand_less