Berita Terkini
Trending Tags

Pemuda Magetan Ciptakan Jet Car Bergaya Lamborghini, Tembus Pasar Wisata Air hingga Bali

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 43
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Jet Car diuji coba di Telaga Sarangan sebelum dikirim. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Kreativitas pemuda Kabupaten Magetan, Jawa Timur, mulai menunjukkan tajinya di industri wisata air. Berawal dari kebutuhan wahana speedboat di kawasan Telaga Sarangan, sejumlah pemuda di Desa Sidomulyo, Kecamatan Sidorejo, kini mampu mengembangkan produk sendiri hingga menciptakan Jet Car, speedboat yang dimodifikasi dengan desain menyerupai mobil sport dan dapat melaju di atas permukaan air.

Inovasi tersebut menjadi salah satu bukti bahwa potensi lokal tidak selalu harus bergantung pada produk dari luar daerah. Dengan memanfaatkan keterampilan yang mereka bangun sejak sekitar 2009, para pemuda Magetan tersebut kini tidak hanya memproduksi dan memperbaiki speedboat, tetapi juga mengembangkan desain baru sesuai kebutuhan destinasi wisata.

Founder & Market Promotion Tiniga Samudera Mandiri, Rudi Haryanto, mengatakan gagasan awal membuat speedboat sendiri muncul ketika pengelola wahana di Telaga Sarangan membutuhkan pengembangan unit baru. Saat itu, mereka melihat peluang untuk memproduksi sendiri kapal yang sebelumnya harus didatangkan dari luar daerah.

“Melihat potensi teman-teman, ada hal yang bisa dimunculkan daripada beli dari luar kota, apakah kita bisa bikin sendiri. Muncul idenya seperti itu,” kata Rudi.

Mereka kemudian membuat cetakan atau molding serta merancang spesifikasi dan bentuk speedboat baru. Produk tersebut ternyata mendapat respons positif dari pengguna wahana air di Sarangan.

Dari sinilah usaha tersebut berkembang. Produk yang semula dibuat untuk memenuhi kebutuhan lokal kemudian mulai dipasarkan ke berbagai daerah. Bahkan, mereka sempat menjalin kerja sama dengan Jasa Tirta I untuk pengembangan wahana air di sejumlah bendungan di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Setelah bertahun-tahun mengembangkan speedboat, inovasi terbaru yang mereka hasilkan adalah Jet Car. Produk ini memiliki bentuk menyerupai mobil sport, khususnya terinspirasi dari desain Lamborghini, tetapi dirancang untuk beroperasi di atas air.

Jet Car tersebut tetap menggunakan mesin tempel berkekuatan sekitar 40 horsepower. Selain mengutamakan tampilan, produsen juga melakukan pengembangan pada bagian akselerasi dan sejumlah komponen agar sesuai dengan kebutuhan penggunaan di wahana wisata air.

Image Not Found
Produk Jet Car karya Rudi menembus pasar Bali. Foto : Kus-Sinergia

“Konsepnya sport, lebih dekat dengan Lamborghini, tetapi bisa digunakan di air. Tetap memakai engine tempel 40 HP, kemudian akselerasi dan sebagainya kami coba replika yang lebih bagus,” ujar Rudi.

Sebelum dikirim kepada pemesan, Jet Car tersebut terlebih dahulu menjalani uji coba di Telaga Sarangan. Uji coba itu bahkan sempat menarik perhatian masyarakat dan beredar di media sosial. Namun, Rudi menegaskan Jet Car tersebut bukan untuk menggantikan seluruh wahana speedboat di Sarangan. Unit itu merupakan pesanan untuk destinasi wisata di daerah lain.

Setelah melalui tahap uji coba, salah satu unit kemudian dikirim ke Pantai Mutiara, Trenggalek. Pesanan lainnya juga telah dikirim ke Bali dan sejumlah daerah lain masih dalam tahap pembicaraan maupun pengerjaan.

Meski baru mulai dikembangkan secara serius pada 2026, permintaan terhadap Jet Car disebut cukup tinggi. Hingga kini, sedikitnya lebih dari lima unit telah dibuat dan dikirim ke sejumlah daerah.

Selain Trenggalek dan Bali, produk tersebut juga telah mendapat permintaan dari Bogor. Jepara menjadi salah satu tujuan pengembangan pasar berikutnya. Bahkan, terdapat pembicaraan untuk pengembangan wahana air di Sumenep serta sejumlah bendungan di Jawa Timur.

“Kalau Jet Car selama ini sudah lebih dari lima unit sementara,” kata Rudi.

Untuk satu unit Jet Car, harga yang ditawarkan bisa mencapai ratusan juta rupiah, tergantung spesifikasi dan permintaan pelanggan. Sementara itu, harga speedboat konvensional berbeda-beda berdasarkan ukuran serta mesin yang digunakan. Produk speedboat karya mereka selama ini telah menjangkau berbagai daerah, mulai dari Bogor, Bali, Trenggalek, Jepara hingga Raja Ampat dan Papua.

Di balik produksi tersebut terdapat tujuh pekerja yang seluruhnya merupakan warga asli Magetan. Mereka menangani berbagai tahapan pengerjaan, mulai dari pembuatan unit baru hingga perbaikan dan servis speedboat.

Bahan utama yang digunakan adalah fiberglass. Namun, sejumlah komponen disesuaikan dengan kebutuhan dan spesifikasi pemesan, terutama karena produk tersebut digunakan sebagai sarana transportasi maupun wahana rekreasi di atas air.

Proses pengerjaan satu unit membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga minggu. Lama pengerjaan bergantung pada tingkat kerumitan desain, proses pewarnaan, serta spesifikasi yang diminta pelanggan. Faktor cuaca juga dapat memengaruhi proses produksi.

Rudi mengatakan pengembangan Jet Car tidak berhenti pada bentuk yang sudah ada. Timnya masih melakukan riset untuk menghasilkan desain maupun konsep baru yang dapat disesuaikan dengan karakter masing-masing destinasi wisata.

Menurut dia, riset dan pengembangan Jet Car telah dilakukan selama sekitar satu tahun. Ke depan, bentuk baru sangat mungkin dibuat apabila ada permintaan dari pengelola destinasi wisata.

“Kami berharap ini menjadi salah satu ikon untuk beberapa tempat wisata lain yang mungkin akan menjadi pembeda,” ujarnya.

Inovasi tersebut sekaligus membuka peluang bagi pengembangan industri kreatif berbasis teknologi dan keterampilan lokal di Magetan. Dari sebuah kebutuhan sederhana di Telaga Sarangan, produk buatan tangan pemuda daerah kini mulai bergerak menembus pasar wisata air di berbagai wilayah Indonesia.

Perjalanan tersebut menunjukkan bahwa pengembangan destinasi wisata tidak hanya dapat dilakukan melalui pembangunan kawasan dan fasilitas, tetapi juga dengan mendorong masyarakat lokal menjadi produsen, inovator, sekaligus pelaku usaha yang mampu menciptakan produk wisata bernilai ekonomi. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mengintip Keindahan Seni Ukir Buah dan Sayur di Ponorogo

    Mengintip Keindahan Seni Ukir Buah dan Sayur di Ponorogo

    • calendar_month Rabu, 1 Okt 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 142
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Buah dan sayur biasanya hanya tersaji di meja makan sebagai pelengkap hidangan. Namun, di tangan kreatif para siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Ponorogo, aneka buah dan sayur itu disulap menjadi karya seni unik nan indah. Dengan bermodal pisau kecil, semangka, melon, hingga labu, para siswa SMKN 2 Ponorogo mengubah bahan […]

    Bagikan
  • Membanggakan! Mahasiswa Politeknik Negeri Madiun Sabet Gelar Juara Level Nasional dan Internasional.

    Membanggakan! Mahasiswa Politeknik Negeri Madiun Sabet Gelar Juara Level Nasional dan Internasional.

    • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 185
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Politeknik Negeri Madiun (PNM) semakin menunjukkan komitmennya dalam mencetak mahasiswa berprestasi. Baru baru ini, mahasiswanya berhasil membukukan prestasi di berbagai kejuaraan nasional juga internasional. Diantaranya, juara I ajang FIRA Indonesia Open 2025, International Robosport Tournament kategori Robot Transporter. Kejuaraan ini merupakan turnamen robosport internasional bergengsi yang diikuti oleh ratusan tim dari […]

    Bagikan
  • Puluhan Siswa Siswi Ikuti Pendidikan Kenegaraan Oleh Anggota DPR RI Guntur Sasono

    Puluhan Siswa Siswi Ikuti Pendidikan Kenegaraan Oleh Anggota DPR RI Guntur Sasono

    • calendar_month Kamis, 7 Agt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 142
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Anggota DPR RI dari Dapil Jawa Timur VIII, Guntur Sasono, menekankan pentingnya nilai kejujuran dan semangat nasionalisme kepada generasi muda. Penegasan itu ia sampaikan dalam sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang berlangsung di Aula SMK Negeri 2 Kota Madiun, Rabu (06/08/2025). Kegiatan bertajuk Kajian Kehidupan Ketatanegaraan Negara Kesatuan Republik Indonesia […]

    Bagikan
  • Pemkab Ponorogo Ngebut Pembangunan Infrastruktur, Target Rp 253 Miliar Hingga 2029

    Pemkab Ponorogo Ngebut Pembangunan Infrastruktur, Target Rp 253 Miliar Hingga 2029

    • calendar_month Selasa, 15 Apr 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 144
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo tancap gas mengejar percepatan pembangunan infrastruktur. Langkah ini diambil sebagai jawaban atas banyaknya keluhan masyarakat soal jalan rusak yang meresahkan, sekaligus bagian dari strategi jangka panjang demi konektivitas yang lebih baik. Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPKP) Ponorogo, Jamus Kunto, mengungkapkan pihaknya telah mengajukan […]

    Bagikan
  • Tabrak Truk Parkir Pemotor Tewas

    Tabrak Truk Parkir Pemotor Tewas

    • calendar_month Selasa, 24 Des 2024
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 170
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ngawi – Seorang pengendara sepeda motor di Ngawi tewas usai menabrak truk yang sedang parkir. Kejadian kecelakaan tersebut terjadi di jalan Ring Road Timur masuk Desa Kartoharjo, Kecamatan, Kabupaten Ngawi, pada Senin (23/12/2024) malam. Korban diketahui bernama Yanik Dewi Rasitriana (31) tahun warga Desa Tawun, Kecamatan Kasreman. Korban mengalami luka cukup parah […]

    Bagikan
  • Agus Prayitno Resmi Jadi Wakil Ketua DPRD Kabupaten Madiun Gantikan Ali Masngudi

    Agus Prayitno Resmi Jadi Wakil Ketua DPRD Kabupaten Madiun Gantikan Ali Masngudi

    • calendar_month Senin, 27 Jul 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 50
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Kursi Wakil Ketua DPRD Kabupaten Madiun resmi berganti. Agus Prayitno dari Partai Demokrat dilantik sebagai Wakil Ketua DPRD Kabupaten Madiun melalui mekanisme Pergantian Antar Waktu (PAW) untuk sisa masa jabatan 2024–2029 dalam rapat paripurna yang digelar di Gedung DPRD Kabupaten Madiun, Senin (27/7/2026). Pelantikan tersebut menandai berakhirnya masa jabatan Ali Masngudi […]

    Bagikan
expand_less