Senin, 19 Okt 2026
Trending Tags

Harga Beras Lokal di Magetan Naik, Gabah Tembus Rp9.500 per Kilogram

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Rabu, 2 Sep 2026
  • visibility 276
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Harga beras lokal Magetan naik menjadi Rp15 ribu. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Harga beras lokal di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, mulai mengalami kenaikan seiring tingginya harga gabah kering giling (GKG) di tingkat petani dan pasar. Saat ini, harga beras lokal di tingkat pedagang mencapai Rp15.000 per kilogram, naik sekitar Rp1.000 dari sebelumnya Rp14.000 per kilogram.

Kenaikan harga tersebut terjadi ketika harga GKG masih bertahan pada kisaran Rp9.300 hingga Rp9.500 per kilogram. Kondisi ini membuat biaya bahan baku penggilingan beras tetap tinggi dan turut mendorong harga jual di tingkat konsumen.

Harni (65), pedagang beras di Pasar Sayur Magetan, mengatakan kenaikan harga beras lokal mulai terasa dalam beberapa waktu terakhir.

“Beras lokal naik Rp1.000, sekarang Rp15 ribu per kilogram,” ujar Harni.

Menurutnya, tingginya harga gabah menjadi salah satu faktor utama yang membuat harga beras belum kembali turun. Harga GKG yang mencapai Rp9.300-Rp9.500 per kilogram membuat pedagang harus menyesuaikan harga jual agar tetap menutup biaya pembelian bahan baku.

“Gabah sekarang Rp9.300 sampai Rp9.500 per kilogram,” katanya.

Kenaikan tidak hanya terjadi pada beras. Sejumlah komoditas pangan di Pasar Sayur Magetan juga mengalami perubahan harga.

Harga kacang tanah kini mencapai Rp42.000 per kilogram, naik dari sebelumnya Rp35.000. Kacang hijau meningkat dari Rp25.000 menjadi Rp30.000 per kilogram.

Kenaikan juga terjadi pada komoditas ketan, dari Rp20.000 menjadi Rp25.000 per kilogram. Sementara harga jagung naik dari sekitar Rp6.700 menjadi Rp7.500 per kilogram.

Di tengah kenaikan tersebut, beberapa komoditas masih relatif stabil atau justru mengalami penurunan. Harga kedelai bertahan di kisaran Rp11.500 per kilogram, sedangkan kacang tolo turun dari Rp25.000 menjadi Rp20.000 per kilogram.

Selain harga gabah, kondisi cuaca turut menjadi perhatian. Kemarau panjang yang berlangsung belakangan disebut memengaruhi aktivitas pertanian di sejumlah wilayah Magetan.

Minimnya ketersediaan air membuat sebagian petani memilih mengurangi penanaman padi dan beralih ke tanaman palawija yang dinilai lebih sesuai dengan kondisi lahan saat ini.

“Karena kemarau panjang, banyak petani beralih ke palawija,” ungkap Harni.

Perubahan pola tanam tersebut berpotensi memengaruhi ketersediaan gabah. Ketika sebagian lahan sawah tidak ditanami padi, pasokan gabah dapat berkurang sehingga harga bahan baku beras tetap berada pada level tinggi.

Kondisi tersebut pada akhirnya berpengaruh terhadap harga beras yang dibayarkan konsumen. Meskipun pemerintah melalui Bulog telah menyalurkan bantuan pangan berupa beras kepada masyarakat, harga beras lokal di pasar masih menunjukkan kenaikan.

Situasi ini menjadi perhatian karena berlangsung di tengah tekanan kemarau terhadap sektor pertanian. Apabila ketersediaan air dan pasokan gabah belum kembali normal, harga beras dan sejumlah komoditas pangan lainnya masih berpotensi bergerak mengikuti kondisi pasokan serta biaya produksi di lapangan. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tambang di Magetan, Izin Dari Provinsi Jateng, Operasi di Jatim

    Tambang di Magetan, Izin Dari Provinsi Jateng, Operasi di Jatim

    • calendar_month Rabu, 7 Mei 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 206
    • 0Komentar

    Aktivitas Tambang Parang Magetan Tuai Protes Warga Sinergia | Kab. Magetan – Aktivitas tambang seluas lebih dari 10 hektar di Desa Sayutan, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, mendadak menjadi sorotan. Pasalnya, kegiatan pertambangan yang dijalankan oleh CV Putra Anugerah tersebut diduga belum mengantongi izin resmi dari Provinsi Jawa Timur, meski telah beroperasi di wilayah Magetan. Kondisi […]

    Bagikan
  • Pengemis di Exit Tol Dumpil Viral Usai Pukul Pengendara, Dinsos Madiun Lakukan Evakuasi

    Pengemis di Exit Tol Dumpil Viral Usai Pukul Pengendara, Dinsos Madiun Lakukan Evakuasi

    • calendar_month Rabu, 17 Sep 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 163
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Aksi seorang pengemis perempuan yang memukul kepala pengendara motor di perempatan Exit Tol Dumpil, Desa Bagi, Kecamatan Madiun, viral di media sosial. Peristiwa itu membuat resah para pengguna jalan hingga memicu penanganan dari Dinas Sosial (Dinsos) bersama Satpol PP Kabupaten Madiun. Perempuan tersebut diketahui bernama Meliana Santi Dewi (46), warga […]

    Bagikan
  • Orasi di DPRD, Puluhan Mahasiswa Madiun Kecam Maraknya Kabel WIFI Liar Dan Jalan Berlubang

    Orasi di DPRD, Puluhan Mahasiswa Madiun Kecam Maraknya Kabel WIFI Liar Dan Jalan Berlubang

    • calendar_month Kamis, 20 Feb 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 225
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Puluhan mahasiswa yang mengatasnamakan Forum Mahasiswa Madiun Raya (Formmad Raya) menggelar aksi di kantor DPRD Kabupaten Madiun Kamis (20/02/2025). Aksi ini dilakukan untuk menuntut perhatian serius dari pemerintah daerah mengenai dua permasalahan yang dirasa sangat mengganggu kenyamanan warga. Mulai dari semrawutnya kabel WiFi yang terlihat tidak tertata rapi dan kerusakan […]

    Bagikan
  • Sirkuit Suryo Dikebut, Pemkab Magetan Bidik Gelar Kejurnas

    Sirkuit Suryo Dikebut, Pemkab Magetan Bidik Gelar Kejurnas

    • calendar_month Jumat, 3 Apr 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 313
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Pengembangan Sirkuit Suryo di Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, terus dipercepat. Hal itu setelah Pemerintah Kabupaten Magetan menerima Bantuan Keuangan Khusus (BKK) senilai Rp10 miliar dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Dana tersebut diserahkan secara simbolis oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, pada Minggu (29/3/2026) lalu. Bantuan ini menjadi penopang utama pembangunan […]

    Bagikan
  • DPRD dan Pemkab Madiun Sepakati KUA-PPAS 2026, Anggaran Rp2,05 Triliun Disiapkan

    DPRD dan Pemkab Madiun Sepakati KUA-PPAS 2026, Anggaran Rp2,05 Triliun Disiapkan

    • calendar_month Kamis, 4 Sep 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 247
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – DPRD Kabupaten Madiun bersama Pemerintah Kabupaten Madiun resmi menyetujui Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) tahun 2026. Kesepakatan itu dituangkan melalui penandatanganan bersama antara pimpinan DPRD dan Bupati Madiun dalam rapat paripurna, Kamis (04/09/2025). Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Madiun, Mujono, menjelaskan bahwa dokumen KUA-PPAS menjadi pedoman […]

    Bagikan
  • Retakan Tanah Makin Parah di Madiun, Tim Kaji Cepat Pemprov Jatim Temukan Pondasi Rumah Mulai Turun

    Retakan Tanah Makin Parah di Madiun, Tim Kaji Cepat Pemprov Jatim Temukan Pondasi Rumah Mulai Turun

    • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 255
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Fenomena retakan tanah di Dusun Morosowo, Desa Mendak, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, menjadi perhatian serius tim kaji cepat Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Retakan tersebut dilaporkan merusak sejumlah rumah warga dan menyebabkan sebagian pondasi mengalami penurunan. Pada Jumat (07/11/2025), tim gabungan dari Departemen Teknik Geologi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Dinas […]

    Bagikan
expand_less