Berita Terkini
Trending Tags

Harga Beras Lokal di Magetan Naik, Gabah Tembus Rp9.500 per Kilogram

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Rabu, 2 Sep 2026
  • visibility 199
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Harga beras lokal Magetan naik menjadi Rp15 ribu. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Harga beras lokal di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, mulai mengalami kenaikan seiring tingginya harga gabah kering giling (GKG) di tingkat petani dan pasar. Saat ini, harga beras lokal di tingkat pedagang mencapai Rp15.000 per kilogram, naik sekitar Rp1.000 dari sebelumnya Rp14.000 per kilogram.

Kenaikan harga tersebut terjadi ketika harga GKG masih bertahan pada kisaran Rp9.300 hingga Rp9.500 per kilogram. Kondisi ini membuat biaya bahan baku penggilingan beras tetap tinggi dan turut mendorong harga jual di tingkat konsumen.

Harni (65), pedagang beras di Pasar Sayur Magetan, mengatakan kenaikan harga beras lokal mulai terasa dalam beberapa waktu terakhir.

“Beras lokal naik Rp1.000, sekarang Rp15 ribu per kilogram,” ujar Harni.

Menurutnya, tingginya harga gabah menjadi salah satu faktor utama yang membuat harga beras belum kembali turun. Harga GKG yang mencapai Rp9.300-Rp9.500 per kilogram membuat pedagang harus menyesuaikan harga jual agar tetap menutup biaya pembelian bahan baku.

“Gabah sekarang Rp9.300 sampai Rp9.500 per kilogram,” katanya.

Kenaikan tidak hanya terjadi pada beras. Sejumlah komoditas pangan di Pasar Sayur Magetan juga mengalami perubahan harga.

Harga kacang tanah kini mencapai Rp42.000 per kilogram, naik dari sebelumnya Rp35.000. Kacang hijau meningkat dari Rp25.000 menjadi Rp30.000 per kilogram.

Kenaikan juga terjadi pada komoditas ketan, dari Rp20.000 menjadi Rp25.000 per kilogram. Sementara harga jagung naik dari sekitar Rp6.700 menjadi Rp7.500 per kilogram.

Di tengah kenaikan tersebut, beberapa komoditas masih relatif stabil atau justru mengalami penurunan. Harga kedelai bertahan di kisaran Rp11.500 per kilogram, sedangkan kacang tolo turun dari Rp25.000 menjadi Rp20.000 per kilogram.

Selain harga gabah, kondisi cuaca turut menjadi perhatian. Kemarau panjang yang berlangsung belakangan disebut memengaruhi aktivitas pertanian di sejumlah wilayah Magetan.

Minimnya ketersediaan air membuat sebagian petani memilih mengurangi penanaman padi dan beralih ke tanaman palawija yang dinilai lebih sesuai dengan kondisi lahan saat ini.

“Karena kemarau panjang, banyak petani beralih ke palawija,” ungkap Harni.

Perubahan pola tanam tersebut berpotensi memengaruhi ketersediaan gabah. Ketika sebagian lahan sawah tidak ditanami padi, pasokan gabah dapat berkurang sehingga harga bahan baku beras tetap berada pada level tinggi.

Kondisi tersebut pada akhirnya berpengaruh terhadap harga beras yang dibayarkan konsumen. Meskipun pemerintah melalui Bulog telah menyalurkan bantuan pangan berupa beras kepada masyarakat, harga beras lokal di pasar masih menunjukkan kenaikan.

Situasi ini menjadi perhatian karena berlangsung di tengah tekanan kemarau terhadap sektor pertanian. Apabila ketersediaan air dan pasokan gabah belum kembali normal, harga beras dan sejumlah komoditas pangan lainnya masih berpotensi bergerak mengikuti kondisi pasokan serta biaya produksi di lapangan. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Razia Truk ODOL di Ponorogo, Sopir Tinggalkan Kendaraan karena Takut Ditilang

    Razia Truk ODOL di Ponorogo, Sopir Tinggalkan Kendaraan karena Takut Ditilang

    • calendar_month Rabu, 16 Apr 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 148
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Petugas gabungan dari Dinas Perhubungan (Dishub), Satuan Lalu Lintas (Satlantas), Polsek, dan Koramil menggelar razia terhadap truk Over Dimension Over Loading (ODOL) di wilayah Kecamatan Sampung, Kabupaten Ponorogo. Razia ini digelar sebagai tindak lanjut atas laporan masyarakat terkait maraknya truk tambang yang melintas dengan muatan berlebih dan berpotensi merusak jalan. […]

    Bagikan
  • Dispendukcapil Madiun Gelar Layanan “Leladi Sesami” di Pasar Pundensari

    Dispendukcapil Madiun Gelar Layanan “Leladi Sesami” di Pasar Pundensari

    • calendar_month Selasa, 29 Apr 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 194
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Madiun menghadirkan pelayanan jemput bola bertajuk Leladi Sesami di Pasar Pundensari, Desa Gunungsari, Kecamatan Madiun, Minggu (27/4/2025). Program ini dirancang untuk mendekatkan layanan administrasi kependudukan kepada masyarakat secara langsung di pusat aktivitas warga. Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan, Sayogyo, menyatakan bahwa Leladi […]

    Bagikan
  • TKD Dipangkas Rp. 243 Miliar, DPRD Ponorogo Ingatkan Pemkab Tak Salah Prioritas

    TKD Dipangkas Rp. 243 Miliar, DPRD Ponorogo Ingatkan Pemkab Tak Salah Prioritas

    • calendar_month Rabu, 15 Okt 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 130
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Pemangkasan Transfer Keuangan Daerah (TKD) oleh pemerintah pusat mendapat perhatian serius dari DPRD Ponorogo. Dewan meminta eksekutif berhati-hati dalam menyusun skala prioritas anggaran, agar program pembangunan tidak terganggu secara signifikan. Ketua DPRD Ponorogo Dwi Agus Prayitno mengatakan, total pemangkasan TKD mencapai Rp. 243,1 miliar. Jumlah tersebut berasal dari berbagai pos, mulai […]

    Bagikan
  • Bupati Hari Wur Minta Pengawasan MBG Diperketat Sebelum Didistribusikan

    Bupati Hari Wur Minta Pengawasan MBG Diperketat Sebelum Didistribusikan

    • calendar_month Rabu, 24 Sep 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 141
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Jumlah unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang diresmikan di Kabupaten Madiun bertambah. Kali ini, SPPG di Kelurahan Krajan Kecamatan Mejayan resmi beroperasi pada Rabu (24/09/2025). Peresmian dilakukan oleh Bupati Madiun, Hari Wuryanto didampingi Wakil Bupati Madiun, Dandim 0803/Madiun serta disaksikan oleh stakeholder terkait. Dapur ini bakal menyediakan makan bergizi […]

    Bagikan
  • Coverage Jamsostek Madiun Raya Baru 25,92 Persen, Pekerja Informal Jadi Tantangan Terbesar

    Coverage Jamsostek Madiun Raya Baru 25,92 Persen, Pekerja Informal Jadi Tantangan Terbesar

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 181
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan di wilayah Madiun Raya masih menghadapi pekerjaan rumah besar. Hingga pertengahan 2026, cakupan Universal Coverage Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (UCJ) di Kota Madiun, Kabupaten Madiun, dan Kabupaten Magetan baru mencapai 25,92 persen dari total 795.120 pekerja yang ada. Data BPJS Ketenagakerjaan Cabang Madiun menunjukkan, dari jumlah tersebut baru […]

    Bagikan
  • Tower Tak Berijin Membandel, Satpol PP Kabupaten Madiun Minta Proyek Dihentikan

    Tower Tak Berijin Membandel, Satpol PP Kabupaten Madiun Minta Proyek Dihentikan

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle Mandor
    • visibility 417
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab Madiun – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Madiun resmi melayangkan surat teguran terhadap proyek tower telekomunikasi tak berijin. Lokasinya berada di area sekitar makam di Desa Betek Kecamatan Madiun. Kabid Penegakan Peraturan Perundang undangan Daerah (PPHD) Satpol PP Kabupaten Madiun, Danny Yudi Satriawan, menjelaskan pihaknya menerima laporan masyarakat terkait pembangunan […]

    Bagikan
expand_less