Berita Terkini
Trending Tags

Harga Beras Lokal di Magetan Naik, Gabah Tembus Rp9.500 per Kilogram

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month 3 jam yang lalu
  • visibility 29
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Harga beras lokal Magetan naik menjadi Rp15 ribu. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Harga beras lokal di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, mulai mengalami kenaikan seiring tingginya harga gabah kering giling (GKG) di tingkat petani dan pasar. Saat ini, harga beras lokal di tingkat pedagang mencapai Rp15.000 per kilogram, naik sekitar Rp1.000 dari sebelumnya Rp14.000 per kilogram.

Kenaikan harga tersebut terjadi ketika harga GKG masih bertahan pada kisaran Rp9.300 hingga Rp9.500 per kilogram. Kondisi ini membuat biaya bahan baku penggilingan beras tetap tinggi dan turut mendorong harga jual di tingkat konsumen.

Harni (65), pedagang beras di Pasar Sayur Magetan, mengatakan kenaikan harga beras lokal mulai terasa dalam beberapa waktu terakhir.

“Beras lokal naik Rp1.000, sekarang Rp15 ribu per kilogram,” ujar Harni.

Menurutnya, tingginya harga gabah menjadi salah satu faktor utama yang membuat harga beras belum kembali turun. Harga GKG yang mencapai Rp9.300-Rp9.500 per kilogram membuat pedagang harus menyesuaikan harga jual agar tetap menutup biaya pembelian bahan baku.

“Gabah sekarang Rp9.300 sampai Rp9.500 per kilogram,” katanya.

Kenaikan tidak hanya terjadi pada beras. Sejumlah komoditas pangan di Pasar Sayur Magetan juga mengalami perubahan harga.

Harga kacang tanah kini mencapai Rp42.000 per kilogram, naik dari sebelumnya Rp35.000. Kacang hijau meningkat dari Rp25.000 menjadi Rp30.000 per kilogram.

Kenaikan juga terjadi pada komoditas ketan, dari Rp20.000 menjadi Rp25.000 per kilogram. Sementara harga jagung naik dari sekitar Rp6.700 menjadi Rp7.500 per kilogram.

Di tengah kenaikan tersebut, beberapa komoditas masih relatif stabil atau justru mengalami penurunan. Harga kedelai bertahan di kisaran Rp11.500 per kilogram, sedangkan kacang tolo turun dari Rp25.000 menjadi Rp20.000 per kilogram.

Selain harga gabah, kondisi cuaca turut menjadi perhatian. Kemarau panjang yang berlangsung belakangan disebut memengaruhi aktivitas pertanian di sejumlah wilayah Magetan.

Minimnya ketersediaan air membuat sebagian petani memilih mengurangi penanaman padi dan beralih ke tanaman palawija yang dinilai lebih sesuai dengan kondisi lahan saat ini.

“Karena kemarau panjang, banyak petani beralih ke palawija,” ungkap Harni.

Perubahan pola tanam tersebut berpotensi memengaruhi ketersediaan gabah. Ketika sebagian lahan sawah tidak ditanami padi, pasokan gabah dapat berkurang sehingga harga bahan baku beras tetap berada pada level tinggi.

Kondisi tersebut pada akhirnya berpengaruh terhadap harga beras yang dibayarkan konsumen. Meskipun pemerintah melalui Bulog telah menyalurkan bantuan pangan berupa beras kepada masyarakat, harga beras lokal di pasar masih menunjukkan kenaikan.

Situasi ini menjadi perhatian karena berlangsung di tengah tekanan kemarau terhadap sektor pertanian. Apabila ketersediaan air dan pasokan gabah belum kembali normal, harga beras dan sejumlah komoditas pangan lainnya masih berpotensi bergerak mengikuti kondisi pasokan serta biaya produksi di lapangan. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • BPBD Kota Madiun Evakuasi Rumah Roboh dan Pohon Tumbang Pasca Hujan Angin

    BPBD Kota Madiun Evakuasi Rumah Roboh dan Pohon Tumbang Pasca Hujan Angin

    • calendar_month Kamis, 23 Okt 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 186
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Madiun kembali melakukan evakuasi pascabencana akibat hujan disertai angin kencang yang melanda wilayah setempat pada Jumat (17/10/2025). Kegiatan evakuasi kali ini difokuskan di rumah milik Ririn yang mengalami kerusakan cukup parah akibat atap roboh di wilayah Kecamatan Manguharjo. Kasi Kegawatdaruratan dan Logistik BPBD Kota […]

    Bagikan
  • Lahan Tanam Berkurang, Produksi Padi di Kota Madiun Justru Meningkat

    Lahan Tanam Berkurang, Produksi Padi di Kota Madiun Justru Meningkat

    • calendar_month Kamis, 10 Apr 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 162
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Di tengah semakin sempitnya lahan pertanian, para petani di Kota Madiun justru menunjukkan pencapaian luar biasa. Produksi padi tahun 2024 mengalami kenaikan, meski luas lahan pertanian mengalami penyusutan. Kepala BPS Kota Madiun, Abdul Azis menyampaikan lahan pertanian di Kota Pendekar mengalami penurunan sebesar 0,65 persen, dari 2.204 hektare menjadi 2.190 […]

    Bagikan
  • Pertamina Patra Niaga Tambah 1,09 Juta Tabung LPG 3 Kg di Jawa Timur Jelang Imlek dan Ramadan 2026

    Pertamina Patra Niaga Tambah 1,09 Juta Tabung LPG 3 Kg di Jawa Timur Jelang Imlek dan Ramadan 2026

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 403
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Pertamina Patra Niaga memastikan pasokan energi di Jawa Timur dalam kondisi aman dan mencukupi selama libur panjang Imlek dan menjelang Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah. Perusahaan menambah lebih dari 1 juta tabung LPG 3 kilogram untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan masyarakat. Libur panjang berlangsung selama empat hari, mulai Sabtu (14/2/2026) hingga Selasa […]

    Bagikan
  • 241 PPPK Tahap 2 di Ponorogo Tandatangani Perjanjian Kerja

    241 PPPK Tahap 2 di Ponorogo Tandatangani Perjanjian Kerja

    • calendar_month Rabu, 17 Sep 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 190
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Sebanyak 241 pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) tahap 2 di Kabupaten Ponorogo mulai menandatangani perjanjian kerja (PK) di kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) setempat, Rabu (17/9/2025). Mereka meneken perjanjian kerja untuk masa kontrak lima tahun setelah dinyatakan lolos sebagai aparatur sipil negara (ASN). Salah satunya adalah […]

    Bagikan
  • Polres Madiun Kota Gelar Apel Siaga Bencana Hadapi Potensi Bencana Hidrometeorologi

    Polres Madiun Kota Gelar Apel Siaga Bencana Hadapi Potensi Bencana Hidrometeorologi

    • calendar_month Rabu, 5 Nov 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 164
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Menyambut datangnya musim penghujan, personel gabungan dari TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta sejumlah instansi Pemerintah Kota Madiun menggelar apel kesiapsiagaan bencana di halaman Polres Madiun Kota, Rabu (05/11/2025). Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan seluruh personel dan peralatan pendukung dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah […]

    Bagikan
  • Pencarian Bocah 4 Tahun Hilang di Madiun Belum Membuahkan Hasil, Radius Diperluas

    Pencarian Bocah 4 Tahun Hilang di Madiun Belum Membuahkan Hasil, Radius Diperluas

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 263
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Upaya pencarian terhadap Rizuka Putra Ramadhan (4), bocah yang dilaporkan hilang di Desa Tulung, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, hingga Selasa (14/4/2026) siang masih belum membuahkan hasil. Tim gabungan dari BPBD, kepolisian, relawan, hingga Brimob terus menyisir sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi terakhir korban. Kapolsek Saradan, AKP Sukoco, mengatakan pencarian dilakukan […]

    Bagikan
expand_less