Pemuda Magetan Ciptakan Jet Car Bergaya Lamborghini, Tembus Pasar Wisata Air hingga Bali
- account_circle Kusnanto
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 33
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Magetan – Kreativitas pemuda Kabupaten Magetan, Jawa Timur, mulai menunjukkan tajinya di industri wisata air. Berawal dari kebutuhan wahana speedboat di kawasan Telaga Sarangan, sejumlah pemuda di Desa Sidomulyo, Kecamatan Sidorejo, kini mampu mengembangkan produk sendiri hingga menciptakan Jet Car, speedboat yang dimodifikasi dengan desain menyerupai mobil sport dan dapat melaju di atas permukaan air.
Inovasi tersebut menjadi salah satu bukti bahwa potensi lokal tidak selalu harus bergantung pada produk dari luar daerah. Dengan memanfaatkan keterampilan yang mereka bangun sejak sekitar 2009, para pemuda Magetan tersebut kini tidak hanya memproduksi dan memperbaiki speedboat, tetapi juga mengembangkan desain baru sesuai kebutuhan destinasi wisata.
Founder & Market Promotion Tiniga Samudera Mandiri, Rudi Haryanto, mengatakan gagasan awal membuat speedboat sendiri muncul ketika pengelola wahana di Telaga Sarangan membutuhkan pengembangan unit baru. Saat itu, mereka melihat peluang untuk memproduksi sendiri kapal yang sebelumnya harus didatangkan dari luar daerah.
“Melihat potensi teman-teman, ada hal yang bisa dimunculkan daripada beli dari luar kota, apakah kita bisa bikin sendiri. Muncul idenya seperti itu,” kata Rudi.
Mereka kemudian membuat cetakan atau molding serta merancang spesifikasi dan bentuk speedboat baru. Produk tersebut ternyata mendapat respons positif dari pengguna wahana air di Sarangan.
Dari sinilah usaha tersebut berkembang. Produk yang semula dibuat untuk memenuhi kebutuhan lokal kemudian mulai dipasarkan ke berbagai daerah. Bahkan, mereka sempat menjalin kerja sama dengan Jasa Tirta I untuk pengembangan wahana air di sejumlah bendungan di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Setelah bertahun-tahun mengembangkan speedboat, inovasi terbaru yang mereka hasilkan adalah Jet Car. Produk ini memiliki bentuk menyerupai mobil sport, khususnya terinspirasi dari desain Lamborghini, tetapi dirancang untuk beroperasi di atas air.
Jet Car tersebut tetap menggunakan mesin tempel berkekuatan sekitar 40 horsepower. Selain mengutamakan tampilan, produsen juga melakukan pengembangan pada bagian akselerasi dan sejumlah komponen agar sesuai dengan kebutuhan penggunaan di wahana wisata air.

“Konsepnya sport, lebih dekat dengan Lamborghini, tetapi bisa digunakan di air. Tetap memakai engine tempel 40 HP, kemudian akselerasi dan sebagainya kami coba replika yang lebih bagus,” ujar Rudi.
Sebelum dikirim kepada pemesan, Jet Car tersebut terlebih dahulu menjalani uji coba di Telaga Sarangan. Uji coba itu bahkan sempat menarik perhatian masyarakat dan beredar di media sosial. Namun, Rudi menegaskan Jet Car tersebut bukan untuk menggantikan seluruh wahana speedboat di Sarangan. Unit itu merupakan pesanan untuk destinasi wisata di daerah lain.
Setelah melalui tahap uji coba, salah satu unit kemudian dikirim ke Pantai Mutiara, Trenggalek. Pesanan lainnya juga telah dikirim ke Bali dan sejumlah daerah lain masih dalam tahap pembicaraan maupun pengerjaan.
Meski baru mulai dikembangkan secara serius pada 2026, permintaan terhadap Jet Car disebut cukup tinggi. Hingga kini, sedikitnya lebih dari lima unit telah dibuat dan dikirim ke sejumlah daerah.
Selain Trenggalek dan Bali, produk tersebut juga telah mendapat permintaan dari Bogor. Jepara menjadi salah satu tujuan pengembangan pasar berikutnya. Bahkan, terdapat pembicaraan untuk pengembangan wahana air di Sumenep serta sejumlah bendungan di Jawa Timur.
“Kalau Jet Car selama ini sudah lebih dari lima unit sementara,” kata Rudi.
Untuk satu unit Jet Car, harga yang ditawarkan bisa mencapai ratusan juta rupiah, tergantung spesifikasi dan permintaan pelanggan. Sementara itu, harga speedboat konvensional berbeda-beda berdasarkan ukuran serta mesin yang digunakan. Produk speedboat karya mereka selama ini telah menjangkau berbagai daerah, mulai dari Bogor, Bali, Trenggalek, Jepara hingga Raja Ampat dan Papua.
Di balik produksi tersebut terdapat tujuh pekerja yang seluruhnya merupakan warga asli Magetan. Mereka menangani berbagai tahapan pengerjaan, mulai dari pembuatan unit baru hingga perbaikan dan servis speedboat.
Bahan utama yang digunakan adalah fiberglass. Namun, sejumlah komponen disesuaikan dengan kebutuhan dan spesifikasi pemesan, terutama karena produk tersebut digunakan sebagai sarana transportasi maupun wahana rekreasi di atas air.
Proses pengerjaan satu unit membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga minggu. Lama pengerjaan bergantung pada tingkat kerumitan desain, proses pewarnaan, serta spesifikasi yang diminta pelanggan. Faktor cuaca juga dapat memengaruhi proses produksi.
Rudi mengatakan pengembangan Jet Car tidak berhenti pada bentuk yang sudah ada. Timnya masih melakukan riset untuk menghasilkan desain maupun konsep baru yang dapat disesuaikan dengan karakter masing-masing destinasi wisata.
Menurut dia, riset dan pengembangan Jet Car telah dilakukan selama sekitar satu tahun. Ke depan, bentuk baru sangat mungkin dibuat apabila ada permintaan dari pengelola destinasi wisata.
“Kami berharap ini menjadi salah satu ikon untuk beberapa tempat wisata lain yang mungkin akan menjadi pembeda,” ujarnya.
Inovasi tersebut sekaligus membuka peluang bagi pengembangan industri kreatif berbasis teknologi dan keterampilan lokal di Magetan. Dari sebuah kebutuhan sederhana di Telaga Sarangan, produk buatan tangan pemuda daerah kini mulai bergerak menembus pasar wisata air di berbagai wilayah Indonesia.
Perjalanan tersebut menunjukkan bahwa pengembangan destinasi wisata tidak hanya dapat dilakukan melalui pembangunan kawasan dan fasilitas, tetapi juga dengan mendorong masyarakat lokal menjadi produsen, inovator, sekaligus pelaku usaha yang mampu menciptakan produk wisata bernilai ekonomi. (Kus)
- Penulis: Kusnanto
- Editor: Diez





