Jumat, 23 Okt 2026
Trending Tags

Kejar Target Nasional, Disdukcapil Magetan Jemput Bola Rekam KTP-el ke Sekolah

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Selasa, 8 Sep 2026
  • visibility 144
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Disdukcapil Magetan jemput bola rekam KTP-el ke sekolah. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Magetan terus mengejar target perekaman Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP-el) dengan menyasar pelajar yang memasuki usia wajib memiliki identitas kependudukan.

Salah satu upaya yang dilakukan yakni melalui layanan jemput bola perekaman KTP-el ke sejumlah SMA, SMK, dan sekolah luar biasa (SLB) di seluruh wilayah Kabupaten Magetan. Program tersebut menyasar siswa berusia 16 tahun enam bulan hingga 17 tahun yang belum melakukan perekaman.

Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk Disdukcapil Magetan, Noor Endah Fillaili, mengatakan layanan jemput bola ke sekolah merupakan agenda rutin tahunan yang kembali dilaksanakan pada 2026.

“Untuk kegiatan jemput bola ini sebenarnya merupakan jadwal rutin tahunan. Pada 2026, ada sekitar 52 sekolah yang menjadi sasaran perekaman KTP-el,” kata Noor.

Kegiatan tersebut telah dimulai sejak 21 Juli 2026 dan dijadwalkan berlangsung hingga 2 Oktober 2026. Dari puluhan sekolah yang menjadi sasaran, sebanyak 10 SLB turut diprioritaskan dalam pelayanan.

Menurut Noor, pemilihan sekolah sebagai lokasi perekaman bukan tanpa alasan. Pelajar merupakan kelompok pemula yang memasuki usia produktif dan akan segera membutuhkan dokumen kependudukan untuk berbagai keperluan.

Bagi pelajar yang telah berusia 17 tahun, KTP-el dapat langsung dicetak setelah proses perekaman. Sementara itu, siswa yang melakukan perekaman saat berusia 16 tahun enam bulan belum langsung menerima KTP-el. Dokumen tersebut akan dicetak ketika yang bersangkutan telah genap berusia 17 tahun.

Image Not Found
Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk Disdukcapil Magetan, Noor Endah Fillaili. Foto : Kus-Sinergia

“Yang kami sasar utamanya anak usia 16 tahun enam bulan dan 17 tahun. Kalau sudah 17 tahun langsung kita cetak dan kita kirimkan ke sekolah,” jelasnya.

Keberadaan KTP-el dinilai penting bagi kelompok usia tersebut karena menjadi salah satu dokumen dasar untuk mengakses berbagai layanan dan kebutuhan administrasi ketika memasuki usia produktif. Di antaranya untuk pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM), keperluan kepemiluan, maupun berbagai pelayanan publik lainnya.

Noor menyebut, strategi jemput bola ke sekolah juga menjadi langkah untuk memastikan perekaman pemula dilakukan secara lebih seragam dan tidak menunggu pelajar datang sendiri ke kantor pelayanan.

“Lebih ditekankan pada perekaman pemula karena pasti dibutuhkan. Untuk usia produktif, peruntukannya banyak sekali, termasuk untuk pembuatan SIM, pemilu, dan sebagainya,” ujarnya.

Upaya tersebut turut menopang capaian perekaman KTP-el di Kabupaten Magetan. Berdasarkan data Disdukcapil, capaian perekaman saat ini telah mencapai sekitar 99,7 persen, melampaui target nasional sebesar 99 persen.

Meski capaian tersebut telah melewati target nasional, Disdukcapil tetap berupaya menyelesaikan perekaman bagi warga yang masih tersisa, khususnya kelompok pemula.

Selain layanan jemput bola ke sekolah, Disdukcapil Magetan tetap menjalankan berbagai pelayanan administrasi kependudukan melalui sejumlah kanal. Pelayanan tatap muka saat ini difokuskan di Mal Pelayanan Publik (MPP), sementara sebagian layanan lainnya tetap dilaksanakan melalui kantor Disdukcapil.

Pelayanan juga diperluas hingga tingkat kecamatan dan desa. Pemerintah desa turut membantu proses verifikasi maupun persetujuan dalam layanan administrasi kependudukan.

Namun, pelaksanaan jemput bola ke sekolah bukan tanpa kendala. Salah satu persoalan yang ditemui adalah penyampaian informasi kepada siswa yang terkadang tidak berjalan maksimal.

Disdukcapil telah berkoordinasi dengan pihak terkait mengenai jadwal pelayanan. Namun, informasi tersebut terkadang tidak sampai secara optimal kepada siswa sehingga jumlah pelajar yang mengikuti perekaman di hari pelayanan lebih sedikit dari yang diharapkan.

Selain persoalan komunikasi, sebagian siswa juga belum siap mengikuti perekaman ketika petugas datang. Ada pelajar yang memilih tidak mengikuti layanan karena belum mempersiapkan pakaian maupun penampilan.

“Kadang informasi sudah disampaikan, tetapi berhenti di kepala sekolah sehingga tidak tersampaikan ke siswa. Akibatnya, siswa yang ikut perekaman sedikit,” ungkap Noor.

Kendala teknis juga masih mungkin terjadi, terutama apabila terdapat pemeliharaan atau maintenance sistem dari pemerintah pusat. Kondisi tersebut dapat membuat proses perekaman harus menunggu hingga sistem kembali normal.

Meski demikian, Noor memastikan secara umum pelaksanaan jemput bola perekaman KTP-el ke sekolah berjalan lancar. Disdukcapil terus melakukan koordinasi dengan pihak sekolah agar semakin banyak pelajar yang memanfaatkan layanan tersebut.

Dengan capaian perekaman yang telah mencapai 99,7 persen, layanan jemput bola diharapkan mampu menyelesaikan sisa target sekaligus memastikan pelajar yang memasuki usia wajib KTP tidak tertinggal dalam kepemilikan dokumen identitas kependudukan. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tingkat Keterisian TPU Cukup Tinggi, Kebutuhan Lahan Makam di Kota Madiun Kian Mendesak

    Tingkat Keterisian TPU Cukup Tinggi, Kebutuhan Lahan Makam di Kota Madiun Kian Mendesak

    • calendar_month Senin, 19 Okt 2026
    • account_circle Mandor
    • visibility 145
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Tempat Pemakaman Umum ( TPU) menjadi perhatian. Kondisinya rata rata sudah 70 persen terisi. Padahal Pemkot Madiun saat ini punya 93 lokasi dengan luas keseluruhan sekitar 29,82 hektare.  Perluasan TPU perlu dipersiapkan sejak dini agar pemakaman tidak terkendala keterbatasan lahan.  Rencana tersebut mengemuka saat Plt Wali Kota Madiun F Bagus […]

    Bagikan
  • Skandal Narkoba Guncang Kepolisian Madiun, Empat Oknum Polisi Terlibat

    Skandal Narkoba Guncang Kepolisian Madiun, Empat Oknum Polisi Terlibat

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 310
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Skandal perkara narkotika mengguncang kepolisian di Madiun. Hal itu setelah Satuan Reserse Narkoba Polres Madiun menangkap seorang pria di wilayah Kabupaten Madiun. Hal mengejutkan terkuak dari hasil pengembangan yang dilakukan oleh tim penyidik. Seorang oknum anggota Polres Madiun Kota berinisial HD diamankan dengan barang bukti narkotika jenis sabu seberat 8,4 gram […]

    Bagikan
  • Diduga Terlibat Gratifikasi dan Manipulasi Pajak, Ketua Komisi II DPRD Ngawi Jadi Tersangka

    Diduga Terlibat Gratifikasi dan Manipulasi Pajak, Ketua Komisi II DPRD Ngawi Jadi Tersangka

    • calendar_month Senin, 26 Mei 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 210
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ngawi – Kejaksaan Negeri (Kejari) Ngawi resmi menetapkan Winarto, Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Ngawi, sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi terkait gratifikasi dan manipulasi penerimaan pajak daerah. Penetapan ini diumumkan pada Senin (26/05/2025) setelah serangkaian pemeriksaan intensif oleh tim penyidik. Politisi Partai Golkar tersebut diduga memainkan peran penting dalam proses pembebasan […]

    Bagikan
  • Mantan Komisaris PT PLP Diperiksa Kejaksaan, Potensi Tersangka Baru Kasus Korupsi PSU

    Mantan Komisaris PT PLP Diperiksa Kejaksaan, Potensi Tersangka Baru Kasus Korupsi PSU

    • calendar_month Rabu, 15 Jan 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 164
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Kejaksaan Negeri Kota Madiun terus menelisik Kasus dugaan penyalahgunaan prasarana, sarana, dan utilitas umum (PSU) di Perumahan Puri Asri Lestari (PAL) oleh PT Puri Larasati Propertindo (PLP). Pada Senin (13/1/2025) lalu, Sony Hendarto (SH) yang merupakan mantan komisaris PT PLP menjalani pemeriksaan di Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Madiun. Sony diperiksa […]

    Bagikan
  • Petani Ponorogo Gigit Jari, Puluhan Hektare Tanaman Padi Rusak Akibat Banjir

    Petani Ponorogo Gigit Jari, Puluhan Hektare Tanaman Padi Rusak Akibat Banjir

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 424
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Banjir yang melanda wilayah Kabupaten Ponorogo pada awal Januari 2026 menjadi petaka bagi para petani. Ratusan hektare lahan pertanian dilaporkan tergenang air, bahkan sebagian di antaranya dipastikan mengalami gagal panen atau puso. Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dispertahankan) Ponorogo mencatat, sedikitnya 538 hektare lahan pertanian terendam banjir yang terjadi pada […]

    Bagikan
  • Bazar UMKM 1001 Malam Fest Meriahkan Libur Panjang Idul Adha di PSC Kota Madiun

    Bazar UMKM 1001 Malam Fest Meriahkan Libur Panjang Idul Adha di PSC Kota Madiun

    • calendar_month Rabu, 27 Mei 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 198
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun — Suasana kawasan Pahlawan Street Center (PSC) Kota Madiun tampak lebih semarak dengan dibukanya Bazar UMKM bertema 1001 Malam Fest Selasa (26/5/2026). Kegiatan yang digelar selama libur panjang Idul Adha menghadirkan puluhan pelaku UMKM binaan pemerintah kota dengan beragam sajian kuliner dan produk unggulan. Pembukaan bazar dilakukan langsung oleh Plt Wali […]

    Bagikan
expand_less