Bulog Madiun Baru Serap 47 Persen Target Jagung, Petani Dijanjikan Harga Rp. 5.500/Kg
- account_circle Tova Pradana
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 33
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Madiun – Perum Bulog Kantor Cabang Madiun baru menyerap 4.756 ton jagung hingga akhir Agustus 2026. Angka tersebut baru mencapai 47,06 persen dari target penyerapan sepanjang tahun yang dipatok sebanyak 10.105 ton.
Penyerapan terus digenjot Bulog untuk memastikan hasil panen petani terserap pasar sekaligus menjaga harga jagung agar tidak jatuh di tingkat petani.
Pimpinan Cabang Bulog Madiun, Agung Sarianto, mengatakan pihaknya aktif melakukan pemantauan di sejumlah titik panen. Langkah itu dilakukan bersama kepolisian di wilayah kerja Bulog Madiun.
“Kami terus melakukan pemantauan dan koordinasi dengan pihak Polres di lapangan agar hasil panen petani bisa terserap,” kata Agung, Rabu (2/9/2026).
Untuk memberikan kepastian harga, pemerintah telah menetapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) jagung berdasarkan kadar air.
Jagung basah dengan kadar air 18-20 persen ditetapkan sebesar Rp5.500 per kilogram. Sementara jagung kering dengan kadar air 14 persen dibeli dengan harga Rp6.400 per kilogram.
Menurut Agung, harga tersebut menjadi salah satu instrumen untuk melindungi petani, terutama ketika harga di tingkat perusahaan pakan mengalami pergerakan.
“Untuk di tingkat perusahaan pakan ini memang harga jagung di kisaran Rp6.900 sampai Rp7 ribu. Karena untuk panen sendiri jagung tidak banyak atau hanya di spot-spot tertentu,” ujarnya.
Jagung yang telah diserap Bulog Madiun tidak hanya disimpan sebagai stok. Seluruh jagung hasil penyerapan tersebut telah disalurkan melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) jagung. Penyaluran dilakukan untuk memenuhi kebutuhan peternak di sejumlah wilayah Jawa Timur, di antaranya Ngawi, Ponorogo, dan Blitar.
Bulog Madiun memastikan kapasitas gudang masih mencukupi untuk menampung stok yang ada sekaligus hasil penyerapan jagung berikutnya. (Tov)
- Penulis: Tova Pradana
- Editor: Diez





