Specta Night Kota Madiun Sedot Animo Ribuan Masyarakat, Pemkot Siapkan Evaluasi
- account_circle Kriswanto
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 37
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Kota Madiun – Kawasan Pahlawan Street Center (PSC) Kota Madiun kembali dipadati masyarakat pada Sabtu malam (19/9/2026). Gelaran Specta Night yang dikemas dalam kegiatan Car Free Night (CFN) tersebut menghadirkan beragam hiburan dan kreativitas komunitas.
Deretan mobil modifikasi yang berjajar di sisi timur PSC menjadi salah satu daya tarik bagi pengunjung. Sementara itu, di bawah replika Patung Liberty, masyarakat juga dapat menyaksikan penampilan solo vokal hingga pertunjukan seni tari tunggal.
Kegiatan yang digelar setiap malam Minggu ketiga setiap bulan itu turut dipantau langsung Plt Wali Kota Madiun F Bagus Panuntun. Menurutnya, pelaksanaan Specta Night kali ini masih menjadi tahap uji coba sehingga sejumlah hal perlu dievaluasi untuk penyelenggaraan berikutnya.
“Ya ini sebenarnya kan pertama kali kita berharap Specta Night ini kita coba trial dengan pola setengah jalan tadi, tapi ternyata harus full begitu,” ujar Bagus.

Ia mengatakan, ke depan kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada keramaian, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat dan komunitas untuk menampilkan kreativitas.
“Ini adalah tempat ajang kreativitas untuk show. Bagaimana menarik orang malam itu, wisatawan datang di minggu ketiga di setiap bulan itu melihat kreativitas pertunjukan yang nanti akan ditampilkan oleh aktivis atau komunitas-komunitas,” katanya.
Saat memantau kegiatan, Bagus menyebut telah melihat sejumlah penampilan dan aktivitas komunitas, mulai dari tari, musik hingga komunitas otomotif.

Menurut dia, konsep tersebut akan ditata lebih baik pada tahun berikutnya. Salah satunya dengan membuat pembagian zona sehingga berbagai komunitas dapat menampilkan kreativitasnya secara lebih terarah.
“Nah ini yang saya harapkan nanti ke depannya ditata ulang di tahun depan, bikin zona-zona seperti saat CFD. Nanti supaya kreativitas teman-teman itu bisa tereksplor di sini dan sekaligus itu jadi daya tarik,” jelasnya.
Pemkot Madiun juga membuka kesempatan bagi berbagai komunitas yang ingin berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Pendaftaran dilakukan melalui Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Madiun.
“Ke Disbudparpora. Karena Madiun Urban Sunday Experience atau Car Free Day dan juga Car Free Night ini yang membawahi adalah Disbudparpora,” kata Bagus.
Ia menegaskan kesempatan tampil tersebut terbuka bagi semua komunitas. Nantinya, peserta akan diseleksi dan ditempatkan sesuai zona yang telah disiapkan.
“Semua komunitas silakan mendaftar, boleh. Nanti akan kita filter, kita bagi per zona,” ujarnya.
Tingginya aktivitas masyarakat terlihat dari ramainya kawasan PSC selama kegiatan berlangsung. Bagus memperkirakan jumlah pengunjung yang datang mencapai lebih dari 10.000 orang.

“Kalau perkiraan pasti lebih dari 10.000,” ungkapnya.
Meski mendapat sambutan besar dari masyarakat, pelaksanaan Specta Night juga masih menghadapi sejumlah kendala. Salah satunya kepadatan kendaraan di beberapa titik.
Bagus mengatakan, petugas sempat melakukan penyekatan untuk mengantisipasi terjadinya penumpukan kendaraan. Kondisi yang cukup padat membuat langkah penutupan akses harus segera dilakukan.
“Iya tadi ada kendala, crowded begitu. Makanya akhirnya kita langsung gerak cepat, kita langsung tutup supaya enggak ada terjadi tumpukan,” pungkasnya.
Pemkot Madiun selanjutnya akan melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan Specta Night. Termasuk nama paten kegiatan yang akan rutin dilaksanakan. Evaluasi tersebut diharapkan dapat menjadi dasar untuk menata konsep kegiatan agar semakin tertib sekaligus memberikan ruang lebih luas bagi kreativitas masyarakat dan komunitas di Kota Madiun. (Krs)
- Penulis: Kriswanto
- Editor: Diez





