Berita Terkini
Trending Tags

Bupati Madiun Pastikan Tahun 2027 Porsi ADD tetap 20 %, Tekankan Program Ketahanan Pangan

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 40
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Bupati Madiun pastikan ADD tetap 20 persen pada 2027. Foto : Tova-Sinergia

Sinergia | Madiun – Bupati Madiun Hari Wuryanto memastikan alokasi Dana Desa (ADD) sebesar 20 persen tetap diberikan kepada seluruh desa di Kabupaten Madiun pada 2027. Komitmen itu disampaikan saat Sarasehan Penyelarasan RPJMD Kabupaten Madiun dengan perencanaan desa dalam rangka penyusunan RKPDes 2027.

Kegiatan tersebut diikuti puluhan aparatur pemerintahan desa, mulai dari kepala desa, sekretaris desa hingga Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Penyelarasan perencanaan dilakukan agar program pembangunan desa sejalan dengan arah kebijakan Pemerintah Kabupaten Madiun dalam mewujudkan visi Madiun Bersahaja.

“ADD tetap komitmen kita berikan 20 persen, jangan khawatir. Kita sudah jelas,” kata Hari Wuryanto Rabu (12/8/2026).

Orang nomer satu di Kabupaten Madiun itu juga  mengatakan, penyelarasan RPJMD dan RPJMDes menjadi penting karena kondisi fiskal pemerintah daerah yang terbatas. Dengan perencanaan yang terintegrasi, anggaran di tingkat kabupaten maupun desa diharapkan dapat digunakan lebih efektif dan tepat sasaran.

“Kalau kita tidak sinkron, nanti kurang bisa efisien. Kami berharap kegiatan ini betul-betul bisa dilaksanakan dengan baik, sehingga dampaknya kepada masyarakat bisa dirasakan,” ujarnya.

Ketahanan Pangan Jadi Prioritas

Menurutnya, salah satu program utama yang perlu diselaraskan hingga tingkat desa adalah ketahanan pangan. Program tersebut dinilai penting untuk mendukung upaya mewujudkan swasembada pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Selain pangan, pemerintah juga mendorong desa memperkuat program di sektor pendidikan dan kesehatan.

“Yang utamanya adalah mulai dari ketahanan pangan untuk berswasembada. Kemudian program kita supaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mulai dari pendidikan dan kesehatan juga kita fokuskan,” jelasnya.

Bupati yang akrab disapa Mas Hari Wur itu menekankan, ketahanan pangan harus menjadi perhatian karena ketersediaan pangan berkaitan langsung dengan ketenangan dan kesejahteraan masyarakat.

“Wong iki nek wis enek panganane, ayem,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Hari juga meminta aparatur desa tidak bersikap masa bodoh terhadap berbagai persoalan yang muncul di tengah masyarakat.

Menurutnya, perkembangan demokrasi menuntut pemerintah desa terbuka terhadap kritik dan aspirasi warga. Setiap masukan harus direspons secara proporsional dan demokratis.

Ia juga meminta sejumlah kebutuhan dasar masyarakat masuk dalam skala prioritas perencanaan desa, di antaranya penanganan rumah tidak layak huni (RTLH), program satu pohon, pipanisasi, dukungan bagi guru PAUD dan TK, rehabilitasi jalan akses ekonomi, serta pengelolaan keuangan dan aset desa.

“Jangan masa bodoh terhadap permasalahan di masyarakat. Apapun kritik dan aspirasi masyarakat harus kita tanggapi dengan sikap demokratis,” pesannya.

Hari juga mengingatkan aparatur desa agar tidak alergi terhadap perkembangan teknologi. Di tengah era digitalisasi, pemerintah desa dituntut mampu beradaptasi dan memanfaatkan teknologi untuk menunjang pelayanan masyarakat.

Ia meminta aparatur desa terus belajar dan mengikuti perkembangan teknologi, namun tetap menggunakannya secara bijak.

Hari juga mengingatkan agar aparatur desa tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang beredar di media sosial.

Selain itu, ia memberikan peringatan tegas terkait judi online dan pinjaman online. Menurutnya, aparatur desa harus menjaga perilaku serta rekam digital karena aktivitas di ruang digital dapat terlacak melalui sistem.

“Jangan sekali-kali coba-coba kalau mau aman dan tidur nyenyak. Jejak digital terekam jelas melalui sistem,” tegasnya.

Menghadapi 2027, Hari meminta para kepala desa tetap fokus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Ia juga menyinggung kepala desa yang masa jabatannya memasuki periode lanjutan pada 2027.

Menurutnya, pelayanan kepada masyarakat harus menjadi prioritas utama pemerintah desa.

“Yang penting mereka melayani masyarakat dengan baik, mereka harusnya tetap lanjut,” pungkas Hari. (Tov)

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tabrak Lari, Mobil Hyundai Ditabrak Belakang, Ringsek Usai Hantam Pohon

    Tabrak Lari, Mobil Hyundai Ditabrak Belakang, Ringsek Usai Hantam Pohon

    • calendar_month Rabu, 11 Feb 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 342
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Sebuah mobil Hyundai Gets mengalami kerusakan parah setelah ditabrak dari belakang oleh sebuah minibus dan kemudian menabrak pohon di Jalan Insinyur Juanda, Kelurahan Tonatan, Kecamatan Ponorogo, Rabu (11/2/2026) siang. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun pengemudi sempat mengalami syok berat. Akibat kecelakaan itu, arus lalu lintas dari arah Kecamatan […]

    Bagikan
  • Diguyur Hujan Lebat, Rumah Warga Plaosan Longsor

    Diguyur Hujan Lebat, Rumah Warga Plaosan Longsor

    • calendar_month Sabtu, 8 Feb 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 124
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Bencana tanah longsor menimpa rumah milik Subiyo (55) warga Dusun Tawing RT 10/ RW 2 Desa Plumpung Kecamatan Plaosan Kabupaten Magetan pada Jumat (7/2/2205) pukul 20.30 WIB. Bangunan rumah beserta pondasi setinggi 3 meter dan lebar 5 meter ini longsor usai selama satu minggu terakhir wilayah di lereng gunung Lawu […]

    Bagikan
  • Pick up Bermuatan Lele Serempet Truk dan Hantam Warung di Ngawi, Empat Orang Terluka

    Pick up Bermuatan Lele Serempet Truk dan Hantam Warung di Ngawi, Empat Orang Terluka

    • calendar_month Rabu, 11 Feb 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 284
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Desa Dawu, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, Rabu (11/2/2026) sekitar pukul 12.00 WIB. Sebuah mobil pick up pengangkut ikan lele hilang kendali dan menabrak warung milik warga. Insiden tersebut menyebabkan empat orang mengalami luka-luka dan harus mendapatkan perawatan medis. Kecelakaan bermula ketika mobil pick up yang […]

    Bagikan
  • Harga Bumbu Dapur Melonjak 2 Kali Lipat di Pasar Legi Ponorogo

    Harga Bumbu Dapur Melonjak 2 Kali Lipat di Pasar Legi Ponorogo

    • calendar_month Kamis, 2 Jan 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 145
    • 0Komentar

    KAB. PONOROGO – Memasuki awal tahun 2025, sejumlah harga kebutuhan pokok di pasar tradisional di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, mengalami lonjakan signifikan. Kenaikan paling mencolok terjadi pada harga bumbu dapur, yang melonjak lebih dari dua kali lipat. Kondisi ini memaksa pembeli untuk lebih bijak dalam berbelanja agar tetap dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari. Harga cabai rawit, […]

    Bagikan
  • Gugat BRI Rp. 50 Miliar, Samsuri Tunjuk Haris Azhar Jadi Kuasa Hukum

    Gugat BRI Rp. 50 Miliar, Samsuri Tunjuk Haris Azhar Jadi Kuasa Hukum

    • calendar_month Senin, 21 Apr 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 150
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Sempat viral karena rumahnya ditempeli stiker penunggak utang, Samsuri, warga Kelurahan Patihan Wetan, Babadan, Ponorogo, memilih melawan. Tak tanggung-tanggung, ia menggugat PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Unit Pasar Pon ke Pengadilan Negeri (PN) Ponorogo. Nilai gugatannya fantastis: Rp 50 miliar. Samsuri menunjuk aktivis hak asasi manusia (HAM) ternama Haris Azhar […]

    Bagikan
  • Petani Madiun Keluhkan Sawah Tercemar Limbah Diduga dari SPPG

    Petani Madiun Keluhkan Sawah Tercemar Limbah Diduga dari SPPG

    • calendar_month Senin, 8 Des 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 221
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Petani di Desa Sumberejo, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, mengeluhkan sawah mereka tercemar limbah sisa makanan. Limbah tersebut diduga berasal dari aktivitas pencucian milik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Assalam. Limbah berupa air sisa cucian makanan itu mengalir ke lahan pertanian warga dan menimbulkan bau menyengat. Podo, salah satu petani mengatakan […]

    Bagikan
expand_less