Berita Terkini
Trending Tags

Relokasi 100 KK Korban Bencana di Kabupaten Madiun Baru Dieksekusi 2027, Terkendala Izin Kawasan Hutan

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month Senin, 6 Jul 2026
  • visibility 113
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Disperkim rencana relokasi bagi warga yang tinggal di kawasan rawan bencana.

Sinergia | Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun melalui Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) terus mematangkan rencana relokasi bagi warga yang tinggal di kawasan rawan bencana. Sebanyak 100 kepala keluarga (KK) dari dua desa menjadi sasaran relokasi, namun pelaksanaan fisiknya diperkirakan baru dapat dimulai pada 2027 karena masih menunggu proses perizinan penggunaan kawasan hutan.

Kepala Disperkim Kabupaten Madiun, Gunawi, mengatakan relokasi akan dilakukan untuk 18 KK di Desa Mendak, Kecamatan Dagangan, yang terdampak tanah retak dan berpotensi longsor.

Selain itu, sebanyak 82 KK di Dusun Kebonduren, Desa Kenongorejo, Kecamatan Pilangkenceng, juga akan direlokasi akibat kawasan tempat tinggal mereka rawan banjir.

“Luas lahan yang diajukan untuk relokasi di Kebonduren mencapai 2,6 hektare, sedangkan di Mendak sekitar 0,55 hektare,” ujar Gunawi, Senin (6/7).

Saat ini, Disperkim tengah menyusun dokumen Survey Investigation Design (SID) sebagai syarat utama untuk mengajukan izin penggunaan kawasan hutan produksi milik Perum Perhutani yang akan dijadikan lokasi relokasi.

Menurut Gunawi, proses perizinan tersebut harus melalui sejumlah tahapan. Mulai dari pertimbangan teknis Divisi Perencanaan Perhutani Malang dan Cabang Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur, sebelum diajukan kepada Gubernur Jawa Timur.

“Setelah ada rekomendasi gubernur, usulan diteruskan kepada Menteri Kehutanan. Selanjutnya diproses melalui Balai Penguatan Kawasan Hutan Yogyakarta,” jelasnya.

Ia memperkirakan persetujuan dari pemerintah pusat paling cepat dapat terbit pada akhir 2026. Setelah izin penggunaan kawasan hutan diterbitkan, pemerintah daerah baru dapat memulai penataan lahan untuk lokasi permukiman baru.

Tahap awal yang akan dikerjakan meliputi pematangan lahan serta pembangunan infrastruktur dasar, seperti jalan lingkungan, saluran drainase, jaringan air bersih, dan fasilitas pendukung lainnya.

“Langkah awal eksekusi nanti meliputi pematangan lahan serta pembangunan infrastruktur dasar berupa jalan lingkungan, saluran drainase, hingga fasilitas air bersih dan fasilitas pendukung lainnya,” katanya.

Dengan masih panjangnya proses administrasi, Disperkim memastikan pembangunan fisik relokasi belum bisa dilakukan tahun ini. Eksekusi proyek diperkirakan baru dimulai pada 2027, baik untuk warga di Kebonduren maupun Desa Mendak.

“Kemungkinan eksekusi setelah persetujuan terbit baru bisa direalisasikan pada 2027. Kami berharap seluruh proses berjalan lancar agar keselamatan masyarakat, khususnya warga terdampak bencana, dapat segera terjamin,” pungkas Gunawi.(Tov).

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tingkatkan Kewaspadaan, Pemkab Madiun Bahas Ancaman Bencana Hidrometeorologi

    Tingkatkan Kewaspadaan, Pemkab Madiun Bahas Ancaman Bencana Hidrometeorologi

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 204
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab.Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun bersiap menghadapi peningkatan risiko bencana hidrometeorologi seiring peralihan musim dari kemarau ke penghujan. Kesiapsiagaan ini dibahas dalam rapat koordinasi Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) yang digelar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat pada Senin, (1/12/2025). Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Madiun, Boby Saktia Putra Lubis, menjelaskan bahwa rapat […]

    Bagikan
  • Pemkot Madiun Bakal Terima 66 Persen PKB-BBNKB, Target Senilai Rp. 31 Miliar

    Pemkot Madiun Bakal Terima 66 Persen PKB-BBNKB, Target Senilai Rp. 31 Miliar

    • calendar_month Senin, 6 Jan 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 162
    • 0Komentar

    KOTA MADIUN – Pundi-pundi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Madiun tahun 2025 bakal bertambah. Hal ini seiring potensi sektor pajak daerah dari Opsen Pajak Kendaraan Bermotor dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (PKB dan BBNKB). Tahun 2025 ini, Pemkot Madiun memiliki target PAD sebesar Rp. 138,9 miliar. “Ya mulai tahun ini kita akan mendapatkan pemasukan […]

    Bagikan
  • Mengintip Keseruan Fashion Batik on the Train and Station

    Mengintip Keseruan Fashion Batik on the Train and Station

    • calendar_month Kamis, 2 Okt 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 168
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Batik merupakan identitas budaya bangsa Indonesia. 2 Oktober pun diperingati sebagai Hari Batik Nasional. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun berkolaborasi dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Magetan serta pegiat batik dan desainer lokal Magetan, menghadirkan gelaran unik bertajuk “Fashion Batik on the Train and Station”, […]

    Bagikan
  • Kasus Ternak Suspek PMK Makin Bertambah, Pemkab Enggan Tutup Pasar Hewan

    Kasus Ternak Suspek PMK Makin Bertambah, Pemkab Enggan Tutup Pasar Hewan

    • calendar_month Jumat, 10 Jan 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 116
    • 0Komentar

    Sinergia – Kab Madiun | Gejala hewan ternak mengalami Penyakit Mulut dan Kuku (PMK ) makin bertambah setiap harinya. Namun Pemerintah Kabupaten Madiun masih enggan melakukan kebijakan penutupan sementara pada pasar hewan di wilayahnya. Saat ditemui awak media PJ Bupati Madiun Tontro Pahlawanto mengakui jika ada beberapa wilayah di Kabupaten Madiun yang terdampak virus PMK […]

    Bagikan
  • Bertahan Hidup dari Kerja Serabutan, Darus Salam Kerap Tak Tercatat Sebagai Penerima Bansos

    Bertahan Hidup dari Kerja Serabutan, Darus Salam Kerap Tak Tercatat Sebagai Penerima Bansos

    • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 244
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Di sebuah rumah sederhana berlantai tanah di Dusun Gunting, Desa Kradinan, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun, Darus Salam (52) menjalani hidup dengan segala keterbatasan. Meski hidup dalam kondisi ekonomi yang serba pas-pasan, namanya hingga kini tak pernah tercantum sebagai penerima bantuan sosial (bansos). Setiap hari, Darus bekerja serabutan demi menghidupi keluarganya. Apa […]

    Bagikan
  • Dari Tusuk Sate ke Tanah Suci, Nahrowi Siap Berangkat Haji

    Dari Tusuk Sate ke Tanah Suci, Nahrowi Siap Berangkat Haji

    • calendar_month Senin, 5 Mei 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Tekun dan tak kenal lelah, Nahrowi (52), seorang perajin tusuk sate asal Kelurahan Bangunsari, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun, akhirnya mendapat kesempatan berangkat haji tahun ini. Pria yang telah menekuni usaha tusuk sate selama bertahun-tahun itu dijadwalkan masuk gelombang kedua pemberangkatan jemaah haji dari Kabupaten Madiun pada 17 Mei 2025. “Dulu […]

    Bagikan
expand_less