Dampak Polemik PSHT di Padepokan Agung Madiun, Sejumlah Sekolah Terapkan Pembelajaran Daring
- account_circle Kriswanto
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 44
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Kota Madiun — Ketegangan antara massa Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) yang diketuai M. Taufiq dengan aparat keamanan sempat memanas saat hendak merangsek ke Padepokan Agung Madiun (PAM), Jalan Merak Nomor 10, Kota Madiun, Selasa (22/9/2026).
Situasi tersebut berdampak pada aktivitas pendidikan di sekitar padepokan. Sejumlah sekolah yang berada tidak jauh dari lokasi memilih memulangkan siswa lebih awal.
Dinas Pendidikan Kota Madiun menginstruksikan agar pembelajaran bagi siswa di sekolah yang terdampak dilakukan secara daring pada pekan ini.
Kabid Kurikulum, Pembinaan Bahasa dan Sastra Dinas Pendidikan Kota Madiun, Slamet Hariyadi, mengatakan kebijakan tersebut diterapkan khususnya untuk SMPN 7 Madiun dan SDN 03 Nambangan Kidul.
“Mulai hari ini sementara sampai dengan hari Jumat kita kondisikan untuk belajar dari rumah secara online,” kata Slamet Rabu (23/9/2026).
Menurut dia, pembelajaran daring tidak mengubah materi maupun jadwal pelajaran yang telah ditetapkan sekolah. Guru tetap diminta memberikan materi sesuai jam pelajaran sekaligus memantau aktivitas siswa selama mengikuti pembelajaran dari rumah.
“Materi pelajaran tetap sama sebagaimana jam pelajaran yang ada di setiap harinya. Guru kita minta untuk memantau terus pembelajaran,” ujarnya.
Dinas Pendidikan juga meminta sekolah melakukan pemantauan terhadap keberadaan siswa setelah pembelajaran selesai. Kebijakan tersebut akan dievaluasi dengan mempertimbangkan perkembangan situasi keamanan di sekitar sekolah.
“Kita mau melihat situasi kondisi yang berkembang. Jadi kita lakukan evaluasi nanti setelah hari Jumat,” kata Slamet.
Ia menegaskan, aspek keselamatan siswa dan guru menjadi pertimbangan utama dalam penerapan pembelajaran dari rumah. Namun, proses pendidikan tetap berjalan karena sekolah telah memiliki sistem pembelajaran daring melalui learning management system (LMS).
“Yang dikedepankan adalah keselamatan siswa, tetapi pembelajaran belajar mereka tidak ada kendala, karena kita sudah punya LMS terkait dengan pembelajaran daring,” jelasnya.
Humas SMPN 7 Madiun, Reti Setianingrum, mengatakan sekolah mengikuti arahan Dinas Pendidikan terkait pelaksanaan pembelajaran di tengah situasi tersebut.
Menurutnya, sekolah berkoordinasi dengan para guru untuk menentukan pola pembelajaran. Dinas Pendidikan juga mengimbau agar pembelajaran sementara dilakukan secara daring atau dari rumah.
“Kekhawatiran pastinya ada, apalagi ini menyangkut anak-anak yang memang belum bisa untuk mobile secara mandiri. Jadi kita posisikan mereka untuk belajar di rumah,” katanya.
Reti menyebut kebijakan tersebut juga mempertimbangkan posisi SMPN 7 Madiun yang bersebelahan langsung dengan padepokan.
Untuk sementara, pembelajaran dilakukan secara daring sambil melihat perkembangan situasi keamanan pada Kamis dan Jumat.
“Yang pasti untuk hari ini, Rabu tanggal 23 ini kita posisikan anak daring sambil melihat kondisinya untuk dua hari ke depan, Kamis dan Jumat,” ujarnya.
Jika kondisi dinilai memungkinkan, siswa akan kembali mengikuti pembelajaran secara tatap muka di sekolah. Namun, apabila situasi belum memungkinkan, pembelajaran daring akan kembali diterapkan.
Pihak sekolah juga terus berkoordinasi dengan unsur keamanan di wilayah setempat, termasuk Babinsa dan Bhabinkamtibmas.
Dirinya berharap situasi di sekitar sekolah segera kembali aman dan terkendali sehingga siswa maupun guru dapat menjalankan kegiatan belajar mengajar seperti biasa.
“Harapannya kita juga pastinya aman terkendali, karena posisinya kita juga bersebelahan langsung dengan padepokan. Anak-anak juga aman berada di sekolah dan bisa mengikuti pembelajaran seperti biasa,” pungkasnya.(Krs).
- Penulis: Kriswanto





