Bara Dapur Picu Kebakaran Rumah di Saradan Madiun, Dua Kambing Ikut Terbakar!
- account_circle Sinergia Mediatama
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 42
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Madiun – Kebakaran melanda rumah milik Kaminem di Dusun Purworejo, RT 14/RW 05, Desa Tulung, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, Kamis (15/10/2026) siang. Kebakaran yang diduga dipicu sisa bara dapur tersebut menghanguskan satu ruang dapur beserta isinya dan menyebabkan dua ekor kambing milik korban turut terbakar.
Akibat kejadian itu, kerugian materiil ditaksir mencapai Rp50 juta. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut.
Kabid Kesiapsiagaan dan Pengendalian Bahaya Kebakaran Satpol PP Kabupaten Madiun, Andy Koerniawan, mengatakan petugas menerima laporan dari warga sekitar pukul 14.22 WIB. Petugas pemadam kebakaran kemudian diberangkatkan dan tiba di lokasi sekitar pukul 14.37 WIB untuk melakukan pemadaman.
“Petugas langsung menuju lokasi setelah menerima laporan. Tidak ada kendala dalam proses pemadaman, dan api berhasil dipastikan padam sekitar pukul 16.15 WIB,” ujarnya.

Dalam penanganan tersebut, Satpol PP Kabupaten Madiun mengerahkan satu unit mobil pemadam kebakaran. Personel Batalyon Infanteri TP 532 TNI AD turut membantu proses penanganan di lokasi.
Sejumlah unsur juga terlibat dalam penanganan kejadian, di antaranya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Madiun, Polsek Saradan, serta perangkat Desa Tulung.
Berdasarkan laporan awal petugas, kebakaran diduga bermula dari sisa bara di dapur yang kemudian menyambar bagian rumah. Api selanjutnya membakar ruang dapur beserta isinya dan turut mengenai dua ekor kambing milik korban.
Meski api berhasil dipadamkan, insiden tersebut menyebabkan kerugian materiil yang diperkirakan mencapai Rp50 juta. Hingga proses penanganan selesai, tidak ada laporan korban luka ringan, luka berat, maupun korban meninggal dunia.
Andy mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terlebih saat musim kemarau masih berlangsung. Warga diminta tidak membakar sampah sembarangan karena api berisiko merambat dan memicu kebakaran apabila tidak diawasi.
“Untuk tidak sembarang membakar sampah, dikarenakan musim kemarau masih berlangsung,” imbaunya.
Ia juga mengingatkan warga agar memastikan bara api benar-benar padam setelah digunakan dan tidak meninggalkan sumber api tanpa pengawasan. Langkah sederhana tersebut penting untuk mencegah kebakaran yang dapat mengancam keselamatan penghuni rumah serta menimbulkan kerugian materiil. (Krs/Tov)
- Penulis: Sinergia Mediatama
- Editor: Krs/Diez





