Normalisasi Sungai di Madiun Capai 75 Persen, Lebih dari 20 Titik Ditangani
- account_circle Tova Pradana
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 26
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Madiun – Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Madiun mencatat progres normalisasi sungai dan saluran irigasi di wilayah Madiun telah mencapai 75 persen. Hingga Oktober 2026, lebih dari 20 titik telah masuk penanganan untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus mengantisipasi potensi banjir menjelang musim penghujan.
Koordinator Sungai BBWS Madiun, Hermawan Prastyo, mengatakan pekerjaan saat ini difokuskan pada saluran irigasi untuk memenuhi kebutuhan air lahan pertanian. Upaya tersebut diharapkan menjaga produktivitas sawah dan menekan risiko gagal panen.
“Normalisasi yang diajukan masih berfokus pada ketahanan pangan, terutama saluran untuk mencukupi kebutuhan sawah,” ujar Hermawan, Rabu (21/10/2026).
Penentuan lokasi pengerjaan mempertimbangkan usulan pemerintah desa dan kondisi wilayah, terutama daerah yang kerap terdampak banjir. Sejumlah lokasi di Kabupaten Madiun yang telah ditangani meliputi Tempursari, Tiron, Kedungjati, Sogo, Kebonagung, Glonggong, Mancaan, Wonoasri, dan Ngadirejo.

Dalam pelaksanaannya, BBWS Madiun berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan pemerintah desa setempat. Normalisasi dilakukan menggunakan excavator untuk mengangkat sedimentasi yang menghambat aliran air.
“Biasanya yang kami libatkan BPBD dan pemerintah desa setempat, sedangkan peralatan yang digunakan ekskavator,” pungkasnya.
Keterangan foto: Salah satu sungai di Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun, yang telah menjalani pengerukan atau normalisasi untuk memperlancar aliran air. (Tov)
- Penulis: Tova Pradana
- Editor: Krz/Diez





