Berita Terkini
Trending Tags

Evaluasi SPMB 2026 Kota Madiun, 15 SDN dan 3 SMPN Masih Kekurangan Siswa, Dinas Pendidikan Kaji Solusi

  • account_circle Kriswanto
  • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
  • visibility 162
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Pemkot Madiun evaluasi pemerataan siswa di sekolah negeri. Foto : Kris-Sinergia

Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun melalui Dinas Pendidikan melakukan evaluasi terkait pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027. Pasalnya, masih terdapat 18 sekolah negeri yang belum memenuhi kuota peserta didik. Berdasarkan data pada laman spmb.madiunkota.go.id, sebanyak 15 Sekolah Dasar Negeri (SDN) dan 3 Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) masih mengalami kekurangan siswa setelah proses penerimaan selesai.

Dinas Pendidikan tengah dikaji agar kekurangan peserta didik di sejumlah sekolah dapat diatasi tanpa mengabaikan ketentuan yang berlaku. Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun mengatakan pembahasan mengenai sekolah yang belum memenuhi pagu masih berlangsung di internal Dinas Pendidikan. Menurutnya, pemerintah berupaya mencari langkah terbaik agar kuota yang belum terpenuhi dapat diisi.

“Masih dirapatkan di Dinas Pendidikan supaya pagu-pagu yang berkurang itu nanti bisa terisi oleh siswa-siswa,” ujar Bagus.

Saat ditanya mengenai kemungkinan penerapan regrouping sekolah akibat minimnya jumlah peserta didik, Bagus belum memberikan kepastian. Ia menyebut keputusan tersebut masih menunggu hasil kajian Dinas Pendidikan. “Tunggu hasil evaluasi ya,” jawabnya singkat.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Madiun, Lismawati menjelaskan jumlah sekolah yang belum memenuhi pagu sebenarnya tidak terlalu jauh dari target yang telah ditetapkan. Karena itu, pemerintah belum memandang perlu mengambil langkah regrouping dalam waktu dekat.

“Evaluasi hasil SPMB memang ada beberapa sekolah yang belum terpenuhi, tetapi masih sesuai aturan karena tidak terlalu jauh dari pagu maksimal. Sebelum melakukan hal-hal seperti regrouping, tentu harus lebih cermat lagi,” katanya.

Menurut Lismawati, kekurangan siswa hanya terjadi di sekolah-sekolah tertentu. Sementara sebagian besar sekolah lainnya masih memiliki jumlah peserta didik yang relatif memadai, dengan rata-rata lebih dari 20 siswa per rombongan belajar.

Dalam pelaksanaan SPMB, Dinas Pendidikan telah melakukan penyesuaian terhadap pagu penerimaan siswa SD negeri. Jika berdasarkan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) kapasitas maksimal mencapai 28 siswa per rombongan belajar, Pemerintah Kota Madiun menetapkan pagu maksimal menjadi 27 siswa melalui Keputusan Wali Kota.

Kebijakan tersebut diambil berdasarkan hasil evaluasi agar distribusi calon peserta didik lebih merata dan memberikan kesempatan kepada sekolah lain memperoleh jumlah siswa yang lebih seimbang.

Lismawati menilai berkurangnya jumlah siswa tidak semata-mata dipengaruhi kualitas sekolah. Salah satu faktor yang berpengaruh adalah menurunnya angka kelahiran sebagai dampak keberhasilan program Keluarga Berencana (KB).

“Kalau faktor kualitas, saya kira di Kota Madiun sudah setara. Sarana prasarana sudah sama, guru-gurunya juga memiliki kualitas yang setara. Tinggal bagaimana masing-masing sekolah melakukan branding agar memiliki daya tarik bagi masyarakat,” ujarnya.

Selain faktor demografi, Dinas Pendidikan juga mendorong setiap sekolah meningkatkan inovasi dan strategi promosi agar mampu menarik minat calon peserta didik pada pelaksanaan SPMB di tahun berikutnya.  Data SPMB 2026 menjadi bahan evaluasi Pemerintah Kota Madiun untuk menyusun kebijakan penerimaan peserta didik yang lebih proporsional sekaligus menjaga pemerataan jumlah siswa di seluruh sekolah negeri. (Krs)

Bagikan
  • Penulis: Kriswanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Waspada ! Kasus Leptospirosis di Ngawi Meningkat, Enam Petani Terinfeksi hingga Mei 2026

    Waspada ! Kasus Leptospirosis di Ngawi Meningkat, Enam Petani Terinfeksi hingga Mei 2026

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 251
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi — Kasus leptospirosis atau penyakit yang dikenal luas sebagai “kencing tikus” mulai menunjukkan tren peningkatan di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Hingga pertengahan Mei 2026, Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat mencatat sedikitnya enam petani terkonfirmasi terinfeksi bakteri leptospira. Kepala Dinkes Ngawi, Heri Nur Fahrudin, menyebut angka tersebut tergolong tinggi jika dibandingkan periode yang sama […]

    Bagikan
  • Diskominfo Kota Madiun Eksekusi Kabel Fiber Optik Semrawut, Provider Diminta Sistem Ducting

    Diskominfo Kota Madiun Eksekusi Kabel Fiber Optik Semrawut, Provider Diminta Sistem Ducting

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 253
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Penertiban terhadap kabel fiber optik yang semrawut bukan sekedar gertak sambal dari Pemerintah Kota Madiun. Melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) setempat, penertiban dan perapian kabel itu mulai dilakukan pada Jumat (09/01/2026) di Jalan Panglima Sudirman Kota Madiun. Tunggul Priyono, Kepala Bidang […]

    Bagikan
  • Jemaah Haji Asal Ngawi Wafat Saat Akan Wukuf di Arafah, Diduga Sesak Napas dan Gula Darah Tinggi

    Jemaah Haji Asal Ngawi Wafat Saat Akan Wukuf di Arafah, Diduga Sesak Napas dan Gula Darah Tinggi

    • calendar_month Kamis, 5 Jun 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 119
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Kabar duka datang dari Tanah Suci. Seorang jemaah haji asal Kabupaten Ngawi, Sugiharto Isman Satromiharjo (59), meninggal dunia saat akan menjalani ibadah wukuf di Arafah, Kamis (05/06/2025). Almarhum diduga mengalami sesak napas parah disertai lonjakan kadar gula darah. Sugiharto merupakan warga Perumahan Griya Rahayu, Desa Jururejo, Kecamatan Ngawi, dan tergabung dalam […]

    Bagikan
  • ODGJ di Ponorogo 20 Tahun Dipasung, Evakuasi Sempat Ditolak Keluarga Play Button

    ODGJ di Ponorogo 20 Tahun Dipasung, Evakuasi Sempat Ditolak Keluarga

    • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 271
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Kirno (60), orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) asal Desa Temon, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo, dipasung oleh keluarganya selama hampir 20 tahun. Kasus ini mencuat ke publik setelah video kondisi Kirno viral di media sosial dan menyita perhatian luas. Sebelum mengalami gangguan jiwa, Kirno diketahui sempat menjalani kehidupan normal. Namun kondisi tersebut […]

    Bagikan
  • Dilaporkan Hilang Diduga Hanyut, Nenek Sri Wahyuni Ditemukan Lemas di Kebun Tebu

    Dilaporkan Hilang Diduga Hanyut, Nenek Sri Wahyuni Ditemukan Lemas di Kebun Tebu

    • calendar_month Jumat, 24 Okt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 186
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Setelah sempat dinyatakan hilang selama dua hari karena hanyut terbawa arus sungai, Sri Wahyuni (53), warga Desa Cantel, Kecamatan Pitu, Kabupaten Ngawi, akhirnya ditemukan dalam keadaan selamat, Jumat (24/10/2025) pagi. Ia ditemukan tergeletak lemas di area kebun tebu, sekitar 300 meter dari titik awal dilaporkan hanyut. Pencarian yang dilakukan oleh tim […]

    Bagikan
  • Waspada Ular di Pemukiman Warga, Satpol PP-Damkar Terima 40 Laporan

    Waspada Ular di Pemukiman Warga, Satpol PP-Damkar Terima 40 Laporan

    • calendar_month Selasa, 29 Apr 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 155
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Sepanjang April 2025, Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Kota Madiun menerima lonjakan laporan dari warga terkait kemunculan ular di permukiman. Tak hanya masuk rumah, sejumlah ular dilaporkan memangsa hewan ternak milik warga. Petugas Damkar Kota Madiun, Pandu, mengungkapkan bahwa selama bulan tersebut pihaknya telah […]

    Bagikan
expand_less