Berita Terkini
Trending Tags

Kasus Bayi Alami Luka Bakar di Magetan Belum Temui Titik Terang, Keluarga Minta Pendampingan Hukum

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
  • visibility 113
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Keluarga korban bayi luka bakar di Magetan minta kepastian hukum. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Perkembangan penyelidikan kasus luka bakar yang dialami bayi perempuan berusia tujuh hari di Kecamatan Kawedanan, Kabupaten Magetan, hingga kini masih belum jelas. Laporan yang telah diajukan sejak Februari 2026 itu belum menghasilkan kepastian hukum yang diharapkan pihak keluarga.

Karena belum adanya kejelasan, keluarga korban akhirnya mengajukan permohonan pendampingan ke DPC PDI Perjuangan Magetan. Mereka menilai proses penanganan kasus berjalan lambat dan minim transparansi.

Paman korban, Sugiyono, menjelaskan dirinya bersama ibu korban mendatangi kantor DPC dengan didampingi kuasa hukum. Langkah tersebut diambil lantaran sejak laporan dibuat, keluarga belum menerima hasil resmi dari pemeriksaan medis maupun laboratorium.

“Kami sudah melapor sejak Februari, namun sampai sekarang belum ada kejelasan. hasil pemeriksaan di laboratorium forensik Polda Jatim juga belum Kami terima,” ujarnya, Senin petang (4/5/2026).

Ia menambahkan, kondisi bayi masih memerlukan perhatian serius. Luka di bagian mulut membuat korban kesulitan saat minum susu, meski telah menjalani perawatan selama hampir tiga pekan di rumah sakit.

“Kalau minum dari dot masih menangis karena kesakitan, jadi sementara harus menggunakan pipet,” ungkapnya.

Ketua DPC PDI Perjuangan Magetan, Diana AV Sasa, menyampaikan pihaknya siap memberikan bantuan hukum. Ia menilai kasus tersebut harus ditangani secara terbuka, mengingat adanya indikasi luka serius pada korban.

Selain itu, ia juga menyoroti belum adanya dokumen resmi terkait hasil uji forensik yang seharusnya menjadi dasar dalam proses hukum.

“Kami akan mengawal agar keluarga mendapatkan kepastian hukum. Kondisi korban juga masih memprihatinkan,” katanya.

Kuasa hukum korban, Riyan Satrya Prayoga, menegaskan akan segera berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk memastikan hasil penyelidikan disampaikan secara tertulis, bukan hanya secara lisan seperti yang terjadi selama ini.

“Kami ingin semua hasil pemeriksaan disampaikan secara resmi agar tidak menimbulkan ketidakpastian,” ujarnya.

Di sisi lain, Kanit IV PPA Satreskrim Polres Magetan, Totok Sudiartanto, menyatakan bahwa seluruh rangkaian penyelidikan telah dilakukan. Saat ini, proses memasuki tahap gelar perkara untuk menentukan tindak lanjut.

Ia menjelaskan, hasil pemeriksaan medis menunjukkan adanya luka bakar pada bagian mulut korban. Namun demikian, penyebab pasti kejadian tersebut masih dalam proses pendalaman.

“Proses penyelidikan sudah berjalan, sekarang tinggal menunggu gelar perkara untuk menentukan langkah berikutnya,” jelasnya.

Kasus ini terus menjadi perhatian karena menyangkut keselamatan bayi. Keluarga berharap, dengan adanya pendampingan hukum, proses penanganan dapat berlangsung lebih transparan dan segera memberikan kepastian. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPRD Madiun Tolak WFH dalam SE Hemat Energi, Usul ASN Wajib Bersepeda hingga Jalan Kaki

    DPRD Madiun Tolak WFH dalam SE Hemat Energi, Usul ASN Wajib Bersepeda hingga Jalan Kaki

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 207
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Ketua DPRD Kabupaten Madiun memberikan tanggapan tegas terkait rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun yang akan menerbitkan Surat Edaran (SE) tentang gerakan hemat energi bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), Senin (6/4/2026). Dalam pernyataannya, Ketua DPRD Fery mendorong agar Bupati Madiun segera merealisasikan SE tersebut. Namun, ia menekankan bahwa kebijakan hemat energi tidak […]

    Bagikan
  • Tak Wajib tapi Penting, TKA Bisa Jadi Tiket Emas ke Dunia Kampus dan Kerja

    Tak Wajib tapi Penting, TKA Bisa Jadi Tiket Emas ke Dunia Kampus dan Kerja

    • calendar_month Senin, 6 Okt 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 132
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Tes Kemampuan Akademik (TKA) bagi siswa kelas XII jenjang SMA/MA/SMK akan mulai dilaksanakan pada November 2025. Di Ponorogo, sekolah-sekolah kini tengah melakukan pendataan siswa yang berminat mengikuti program tersebut. Kasi SMA/SMK Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Jawa Timur Wilayah Ponorogo–Magetan, Eko Budi Santoso, menjelaskan bahwa TKA merupakan program baru dari Kementerian Pendidikan […]

    Bagikan
  • Kejati Jatim Turut Kawal Program Asacita Presiden Prabowo

    Kejati Jatim Turut Kawal Program Asacita Presiden Prabowo

    • calendar_month Rabu, 22 Jan 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 73
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur telah komitmen mengawal prioritas program nasional, termasuk makan bergizi gratis (MBG) dan ketahanan pangan.  Langkah itu ditegaskan Kepala Kejati Jatim, Mia Amiati usai meresmikan gedung baru Kejaksaan negeri Madiun, sekaligus melaksanakan tebar benih bersama jajaran Forpimda Kabupaten Madiun Jawa Timur Selasa kemarin (21/1/2025).  “Kami mendukung […]

    Bagikan
  • Hari Bhayangkara ke-79, Polres Magetan Gandeng Masyarakat, Apresiasi Jadi Simbol Sinergi

    Hari Bhayangkara ke-79, Polres Magetan Gandeng Masyarakat, Apresiasi Jadi Simbol Sinergi

    • calendar_month Rabu, 2 Jul 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 91
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Momentum peringatan Hari Bhayangkara ke-79 di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, tidak hanya diwarnai upacara seremonial, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi dan penghargaan bagi warga yang selama ini turut menjaga keamanan wilayah. Mengusung tema “Polri untuk Masyarakat”, Polres Magetan menghadirkan suasana penuh kekhidmatan sekaligus keakraban di Alun-Alun Magetan, Selasa (01/07/2025). Acara […]

    Bagikan
  • Sumur Dalam Bertambah, 15 Kelompok Tani di Ponorogo Terima Manfaat IATD

    Sumur Dalam Bertambah, 15 Kelompok Tani di Ponorogo Terima Manfaat IATD

    • calendar_month Sabtu, 20 Sep 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 83
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Program Irigasi Air Tanah Dalam (IATD) kembali digulirkan di Kabupaten Ponorogo tahun ini. Sebanyak 15 kelompok tani (poktan) ditetapkan sebagai penerima manfaat, dengan alokasi anggaran bervariasi sesuai kondisi lapangan. Poktan Margo Utomo di Desa Ngadirojo, Kecamatan Sooko, menjadi salah satu penerima. Lokasi yang berada di medan sulit membuat anggaran yang dikucurkan […]

    Bagikan
  • Puluhan Posisi Kepala Sekolah di Kabupaten Madiun Kosong, Diisi Pelaksana Tugas

    Puluhan Posisi Kepala Sekolah di Kabupaten Madiun Kosong, Diisi Pelaksana Tugas

    • calendar_month Jumat, 2 Mei 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 108
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun — Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) meninggalkan catatan bagi Dinas Pendidikan Kabupaten Madiun. Puluhan jabatan kepala sekolah tingkat sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) Negeri di Kabupaten Madiun saat ini dalam kondisi kosong. Untuk sementara, posisi tersebut diisi oleh pelaksana tugas (Plt) yang ditunjuk Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat. Sekretaris […]

    Bagikan
expand_less