Berita Terkini
Trending Tags

Harga Kedelai dan Minyak Goreng Melonjak, UMKM Ngawi Pangkas Produksi hingga Naikkan Harga Jual

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
  • visibility 303
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Harga bahan baku naik, UMKM Ngawi pangkas produksi. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Ngawi – Kenaikan harga bahan baku terus menekan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Tidak hanya harga kedelai yang melonjak, kelangkaan minyak goreng kemasan juga memaksa pelaku usaha beralih ke minyak goreng curah yang harganya ikut mengalami kenaikan.

Kondisi tersebut dialami Muhadi Suko Utomo (54), perajin kedelai goreng di Desa Beran, Kecamatan Ngawi. Demi menjaga usahanya tetap bertahan, ia terpaksa mengurangi hari produksi, memangkas kapasitas produksi, hingga menaikkan harga jual produknya.

Jika sebelumnya proses produksi dilakukan sekitar 20 hari dalam sebulan, kini aktivitas menggoreng kedelai hanya berlangsung delapan hari. Pengurangan jam operasional tersebut berdampak langsung terhadap tiga orang karyawan yang bekerja di tempat usahanya.

Selain itu, kapasitas produksi juga merosot drastis. Dari sebelumnya mampu menghasilkan sekitar delapan kuintal kedelai goreng per hari, kini produksinya hanya mencapai sekitar empat kuintal atau turun hingga 50 persen.

Muhadi menjelaskan, tekanan biaya produksi mulai terasa sejak sekitar tiga bulan terakhir. Harga kedelai yang sebelumnya Rp8.500 per kilogram kini naik menjadi Rp10.500 per kilogram. Kenaikan juga terjadi pada harga plastik kemasan yang melonjak dari Rp28 ribu menjadi Rp55 ribu per kilogram.

Beban biaya semakin berat karena harga minyak goreng curah ikut meningkat dari Rp16 ribu menjadi Rp19.300 per kilogram. Sementara itu, minyak goreng kemasan yang selama ini digunakan semakin sulit diperoleh di pasaran dengan harga yang jauh lebih mahal.

Akibat kondisi tersebut, Muhadi akhirnya beralih menggunakan minyak goreng curah agar kegiatan produksi tetap berjalan.

Karyawan usaha, Mustaqim, mengatakan perubahan bahan baku tersebut dilakukan karena minyak goreng kemasan sudah sulit diperoleh.

“Dulu memakai minyak goreng kemasan. Sekarang beralih ke minyak goreng curah karena minyak kemasan harganya mahal dan barangnya juga langka,” ujarnya.

Untuk mengurangi kerugian yang semakin besar, Muhadi juga menaikkan harga jual kedelai goreng sebesar Rp5.000 per kemasan isi lima kilogram. Harga yang sebelumnya Rp77 ribu kini menjadi Rp82 ribu per kemasan.

Meski harga dinaikkan, keuntungan yang diperoleh tidak bertambah signifikan karena hampir seluruh kenaikan tersebut digunakan untuk menutup biaya produksi yang terus membengkak.

Muhadi mengaku situasi ini menjadi tantangan berat bagi pelaku UMKM. Selain harus menjaga kualitas produk, mereka juga harus mempertahankan pelanggan di tengah daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya pulih.

“Sekarang minyak goreng susah dicari, harganya juga naik. Kami terpaksa menaikkan harga jual dan mengurangi jam produksi supaya usaha tetap bisa berjalan,” kata Muhadi.

Produk kedelai goreng miliknya selama ini tidak hanya dipasarkan di wilayah Ngawi, tetapi juga dikirim ke sejumlah daerah seperti Madiun, Ponorogo, hingga beberapa kota di Jawa Tengah.

Pelaku usaha berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk menstabilkan harga bahan baku, khususnya kedelai dan minyak goreng. Menurut mereka, kestabilan pasokan dan harga menjadi faktor penting agar UMKM tetap mampu berproduksi, mempertahankan tenaga kerja, serta menjaga daya saing di tengah tingginya biaya operasional. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kesiapsiagaan, BPBD Kota Madiun Gelar Sosialisasi Mitigasi Bencana

    Kesiapsiagaan, BPBD Kota Madiun Gelar Sosialisasi Mitigasi Bencana

    • calendar_month Selasa, 19 Agt 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 112
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Madiun menggelar sosialisasi mitigasi bencana kepada masyarakat pada Selasa (19/08/2025) di TPA Winongo. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kesiapsiagaan warga menghadapi potensi bencana yang sewaktu-waktu bisa terjadi. Kepala Pelaksana BPBD Kota Madiun, Wahyudi, menjelaskan bahwa bencana alam tidak bisa diprediksi […]

    Bagikan
  • Pemkab Magetan Usulkan Renovasi Pasar Sayur Jadi Pasar Induk Regional

    Pemkab Magetan Usulkan Renovasi Pasar Sayur Jadi Pasar Induk Regional

    • calendar_month Senin, 27 Okt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 122
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Pemerintah Kabupaten Magetan tengah mempersiapkan sejumlah kelengkapan administrasi untuk mendukung rencana renovasi Pasar Sayur Magetan yang akan dikembangkan menjadi Pasar Induk Magetan. Langkah ini dilakukan setelah adanya kunjungan dari Direktorat Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PUPR sebagai tindak lanjut dari hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Komisi DPR RI. Kepala Dinas Perindustrian […]

    Bagikan
  • Soal Kepala Daerah Tak Ikut Retreat, Budiman Sudjatmiko : Kesetiaan Pada Partai Akan Berakhir, Ketika Kesetiaan Pada Negara Dimulai

    Soal Kepala Daerah Tak Ikut Retreat, Budiman Sudjatmiko : Kesetiaan Pada Partai Akan Berakhir, Ketika Kesetiaan Pada Negara Dimulai

    • calendar_month Sabtu, 22 Feb 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 129
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Ketidak ikut sertaan sejumlah kepala daerah di Indonesia dalam acara orientasi atau retreat di Akmil Magelang Jawa Tengah mendapat sorotan sejumlah tokoh. Mantan Politisi PDI Perjuangan, Budiman Sudjatmiko, juga menyayangkan para kepala daerah dari PDIP yang tidak mengikuti instruksi Presiden Prabowo tersebut.  Mantan Aktivis era 98 itu menyebut  ketidakhadiran mereka […]

    Bagikan
  • Angkutan Lebaran 2025, KAI Daop 7 Sediakan 127.248 Tempat Duduk

    Angkutan Lebaran 2025, KAI Daop 7 Sediakan 127.248 Tempat Duduk

    • calendar_month Senin, 24 Mar 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 85
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – PT Kereta Api Indonesia (Persero) menetapkan masa Angkutan Lebaran 2025 terhitung mulai 21 Maret hingga 11 April 2025, termasuk di wilayah Daop 7 Madiun. Guna kesiapan momen tahunan tersebut, KAI Daop 7 Madiun menggelar Apel Gelar Pasukan Angkutan Lebaran 2025 yang dipimpin langsung oleh Direktur Pengembangan Usaha dan Kelembagaan (D7) […]

    Bagikan
  • Hujan Deras, Jalan Sikatan Gang Gereja Kota Madiun dan Rumah Warga Terendam

    Hujan Deras, Jalan Sikatan Gang Gereja Kota Madiun dan Rumah Warga Terendam

    • calendar_month Senin, 27 Jan 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 152
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Hujan deras yang mengguyur Kota Madiun pada Senin sore (27/1/2025) menyebabkan banjir di beberapa titik, salah satunya di Jalan Sikatan Gang Gereja RT 16 RW 05. Banjir ini merendam sekitar 17 rumah warga. Banjir mulai menggenangi kawasan itu usai terjadi hujan lebat dengan ketinggian air mencapai sepaha di Gang Gereja […]

    Bagikan
  • Ikrar Setia NKRI, Satu Warga Binaan Terorisme Kembali ke Pangkuan Ibu Pertiwi

    Ikrar Setia NKRI, Satu Warga Binaan Terorisme Kembali ke Pangkuan Ibu Pertiwi

    • calendar_month Kamis, 20 Mar 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 112
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Seorang warga binaan terorisme Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Madiun secara resmi menyatakan ikrar setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Prosesi ikrar pada Rabu (19/3/2025) disaksikan oleh jajaran Lapas, aparat penegak hukum, dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Ikrar setia NKRI ini berlangsung khidmat di Aula Lapas Kelas I Madiun. […]

    Bagikan
expand_less