Tetangga Ungkap Sosok Tono, Tersangka Pembunuh Ibu dan Anak di Madiun: Pendiam dan Jarang Pulang
- account_circle Tova Pradana
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 65
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Madiun – Dwi Bagus Martono alias Tono (40), tersangka kasus dugaan pembunuhan Dini Hardiyanti (30) dan anak kandungnya, AGF (4), di Kota Madiun, dikenal sebagai sosok pendiam dan jarang berinteraksi dengan tetangga. Pria yang merupakan suami siri dari Dini itu juga disebut jarang berada di rumah karena bekerja di luar daerah.
Kesaksian tersebut disampaikan Sunarsih, salah satu tetangga Tono dan istri sahnya, Martha Amalia Iflahah (34), yang tinggal di Jalan Kunir, Kelurahan Ngegong, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun.
Menurut Sunarsih, pasangan tersebut telah tinggal di lingkungan itu sekitar 10–13 tahun. Namun, Tono dinilai tidak banyak terlibat dalam aktivitas sosial warga karena jarang berada di rumah.
“Kalau Pak Tono itu orangnya enggak pernah bergaul sama lingkungan. Kerjanya katanya pelayaran, tapi kurang tahu. Jarang di rumah,” kata Sunarsih saat ditemui pada Selasa (27/10/2026).

Berbeda dengan Tono, Martha disebut masih menjalin komunikasi dengan sejumlah warga, terutama melalui kegiatan arisan. Meski tidak terlalu sering bergaul, Martha dinilai memiliki hubungan baik dengan tetangga.
Sunarsih menuturkan, Martha juga kerap berkontribusi dalam kegiatan peringatan HUT Kemerdekaan RI di lingkungan tempat tinggalnya, termasuk memberikan hadiah bagi anak-anak.
“Kalau Bu Martha itu guru statusnya. Kalau ada peringatan 17-an atau apa-apa, dia bagus, menyumbang banyak hadiah untuk anak-anak,” ujarnya.
Sunarsih juga membenarkan informasi bahwa Tono dan Martha pernah menunaikan ibadah haji pada 2025. Namun, ia mengaku tidak mengetahui secara terperinci aktivitas Tono selama berada di luar rumah maupun pekerjaannya.
Di rumah yang mereka tempati, Martha diketahui bekerja sebagai guru di salah satu sekolah dasar negeri di Kota Madiun. Ia juga telah lama membuka bimbingan belajar (bimbel) di rumah tersebut.
Menurut Sunarsih, kegiatan bimbingan belajar itu masih berjalan. Ia mengaku terakhir mengetahui aktivitas Martha pada Sabtu pagi, sedangkan keberadaan Tono belakangan ini jarang terlihat olehnya.
“Kalau Bu Martha, tahu hari Sabtu pagi. Kalau Pak Tono, enggak pernah lihat,” tuturnya.
Kasus dugaan pembunuhan terhadap Dini Hardiyanti dan anaknya, AGF, kini menjadi perhatian publik. Tersangka diamankan di Mapolda Jawa Timur. (Tov)
- Penulis: Tova Pradana
- Editor: Krz/Diez





