Berita Terkini
Trending Tags

Jumlah Siswa Makin Turun, SDN Mojorejo 2 Magetan Bakal Digabung

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Rabu, 26 Agt 2026
  • visibility 131
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
SDN Mojorejo 2 Magetan bakal diregrouping. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Pemerintah Kabupaten Magetan, Jawa Timur, mulai melakukan penataan satuan pendidikan dasar negeri yang mengalami penurunan jumlah peserta didik. Salah satu sekolah yang dipastikan masuk dalam rencana regrouping adalah SDN Mojorejo 2, yang selama dua tahun terakhir tidak mendapatkan siswa baru.

Kebijakan tersebut dilakukan sebagai bagian dari evaluasi terhadap keberadaan sekolah negeri di tengah perubahan jumlah dan sebaran peserta didik. Regrouping dinilai menjadi salah satu pilihan untuk memastikan pengelolaan sekolah tetap efektif sekaligus menyesuaikan kebutuhan pendidikan di masing-masing wilayah.

Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Magetan, Suhardi, mengatakan kondisi SDN Mojorejo 2 menjadi perhatian karena jumlah siswanya terus menurun. Dalam dua tahun terakhir, sekolah tersebut bahkan tidak memperoleh peserta didik baru.

“Memang ada sekolah yang kondisinya siswanya sangat minim. SDN Mojorejo 2 salah satunya, dan dalam dua tahun terakhir tidak mendapatkan siswa baru. Karena itu, sekolah tersebut akan kami lakukan regrouping,” kata Suhardi.

Selain faktor jumlah siswa, kondisi lokasi sekolah juga menjadi salah satu pertimbangan pemerintah daerah. Bangunan SDN Mojorejo 2 saat ini berada di kawasan yang dikelilingi deretan ruko dan bangunan Koperasi Desa Merah Putih. Meski berada tidak jauh dari jalan raya, sekolah tersebut juga berdekatan dengan sekolah pemangku lainnya.

Menurut Suhardi, penataan sekolah tidak bisa hanya didasarkan pada satu faktor. Pemerintah perlu melihat jumlah peserta didik, kondisi sekolah, sebaran satuan pendidikan, hingga kebutuhan tenaga pendidik di wilayah tersebut.

“Kami tidak hanya melihat jumlah siswa, tetapi juga melihat kondisi sekolah, jaraknya dengan sekolah lain, serta kebutuhan pendidikan di wilayah tersebut. Semua akan kami inventarisasi dan petakan terlebih dahulu,” ujarnya.

Saat ini, terdapat 353 SD negeri di Kabupaten Magetan. Berdasarkan data penerimaan peserta didik, pendaftar kelas satu SD melalui sistem daring mencapai 4.158 siswa. Jumlah tersebut berasal dari sejumlah jalur penerimaan, yakni afirmasi, domisili, prestasi, dan mutasi.

Image Not Found
Jumlah siswa SDN Mojorejo 2 terus menurun. Foto : Kus-Sinergia

Sementara itu, pada jenjang SMP negeri, Disdikpora Magetan menyediakan sekitar 6.100 kursi yang tersebar di 39 sekolah. Hingga penutupan pendaftaran secara daring, tercatat sekitar 5.220 calon siswa. Setelah dilakukan pengisian kuota, jumlah peserta didik bertambah sekitar 164 siswa.

Data tersebut menjadi bagian dari bahan evaluasi pemerintah daerah dalam melihat kebutuhan dan distribusi peserta didik di setiap satuan pendidikan. Penataan dilakukan agar keberadaan sekolah dapat disesuaikan dengan kondisi demografi serta jumlah siswa di wilayah masing-masing.

Regrouping juga tidak hanya menyangkut pemindahan peserta didik. Pemerintah daerah harus menata tenaga pendidik dan kepala sekolah yang berada di sekolah yang digabungkan.

“Guru dari sekolah yang diregrouping nantinya tidak serta-merta hilang. Mereka akan kami distribusikan ke sekolah lain sesuai kebutuhan. Begitu juga kepala sekolah, akan dilakukan penataan kembali,” jelas Suhardi.

Disdikpora Magetan memastikan proses penataan masih akan dilakukan secara bertahap. Pemerintah daerah saat ini melanjutkan inventarisasi dan pemetaan terhadap sekolah-sekolah yang memiliki kondisi serupa.

Langkah tersebut diperlukan untuk memastikan keputusan regrouping tidak dilakukan secara terburu-buru. Faktor akses pendidikan bagi masyarakat, jarak antarsekolah, jumlah peserta didik, kebutuhan guru, serta kondisi sarana dan prasarana akan menjadi bahan pertimbangan.

“Kami masih melakukan pemetaan. Jadi bukan hanya satu sekolah, tetapi kami lihat secara keseluruhan mana sekolah yang memang perlu ditata. Prinsipnya, layanan pendidikan kepada masyarakat tetap harus berjalan dengan baik,” pungkas Suhardi.

Dengan kebijakan tersebut, Pemkab Magetan berharap penataan satuan pendidikan dapat menciptakan distribusi peserta didik dan tenaga pendidik yang lebih proporsional. Di sisi lain, pemerintah juga dituntut memastikan regrouping tidak membuat akses masyarakat terhadap pendidikan dasar menjadi lebih sulit. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • 5 Pekerja Diduga Terinfeksi HIV, Lokalisasi Pasar Janti Ponorogo Ditutup Total

    5 Pekerja Diduga Terinfeksi HIV, Lokalisasi Pasar Janti Ponorogo Ditutup Total

    • calendar_month Senin, 12 Mei 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 150
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Hiruk pikuk lokalisasi Pasar Janti, Kecamatan Jenangan, mendadak senyap. Puluhan warung kopi esek-esek yang selama ini beroperasi di kawasan tersebut resmi ditutup oleh Satpol PP Kabupaten Ponorogo. Penutupan dilakukan setelah muncul temuan mencengangkan yakni lima pekerjanya diduga terinfeksi HIV. Langkah tegas itu diambil menyusul hasil tracing yang dilakukan sejak April lalu […]

    Bagikan
  • Bayi 7 Hari di Magetan Diduga Dianiaya, Polres Magetan Periksa 5 Saksi

    Bayi 7 Hari di Magetan Diduga Dianiaya, Polres Magetan Periksa 5 Saksi

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 207
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang bayi berusia tujuh hari di Kecamatan Kawedanan, Kabupaten Magetan, tengah mendapat perhatian serius aparat kepolisian. Peristiwa memilukan tersebut terjadi pada Sabtu (14/2/2026) sekitar pukul 15.30 WIB. Bayi yang masih sangat rentan itu ditemukan dalam kondisi terluka setelah sempat ditinggal sebentar oleh salah satu anggota keluarganya. Ketika […]

    Bagikan
  • WOW ! Tiga Pengemis di Ponorogo Pendapatan Capai Ratusan Ribu Per Hari

    WOW ! Tiga Pengemis di Ponorogo Pendapatan Capai Ratusan Ribu Per Hari

    • calendar_month Selasa, 11 Mar 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 152
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Ponorogo kembali menjaring pengemis di jalanan selama bulan Ramadhan. Kali ini, tiga pengemis yang merupakan penyandang disabilitas terjaring razia pada Selasa (11/03/2025). Ketiganya merupakan warga luar Ponorogo, masing-masing berasal dari Madiun, Sragen, dan Blitar. Kini, mereka dibawa ke rumah singgah Dinsos P3A […]

    Bagikan
  • Diterjang Longsor, Dua Rumah di Poncol Magetan Rusak Parah

    Diterjang Longsor, Dua Rumah di Poncol Magetan Rusak Parah

    • calendar_month Selasa, 20 Mei 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 130
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Poncol Magetan selama sepekan terakhir memicu bencana tanah longsor. Pada Senin (19/05/2025) sekitar pukul 16.00 WIB, terjadi tanah longsor yang menimpa dua rumah warga di Desa Plangkrongan. Material longsoran berasal dari talud sepanjang 10 meter dan lebar 6 meter yang berada di pekarangan rumah […]

    Bagikan
  • Lebih Senyap dan Modern, Ini Wajah Baru KA Bangunkarta dan Singasari yang Mulai Beroperasi

    Lebih Senyap dan Modern, Ini Wajah Baru KA Bangunkarta dan Singasari yang Mulai Beroperasi

    • calendar_month Minggu, 12 Apr 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 295
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Mulai pertengahan April 2026, pengalaman perjalanan kereta api dari wilayah Jawa Timur menuju Jakarta akan terasa berbeda. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun menghadirkan rangkaian kereta Stainless Steel New Generation (SSNG) pada dua layanan andalannya, yakni KA Bangunkarta dan KA Singasari. Perubahan ini efektif berlaku mulai 15 […]

    Bagikan
  • Dampak Insiden Bekasi Timur, KAI Daop 7 Batalkan Perjalanan KA Madiun Jaya dan KA Singasari, Tiket Dikembalikan 100 Persen

    Dampak Insiden Bekasi Timur, KAI Daop 7 Batalkan Perjalanan KA Madiun Jaya dan KA Singasari, Tiket Dikembalikan 100 Persen

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 365
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun — Insiden operasional di Stasiun Bekasi Timur, wilayah KAI Daop 1 Jakarta, berdampak luas terhadap perjalanan kereta api nasional, termasuk layanan di wilayah PT KAI Daop 7 Madiun pada Selasa (28/4/2026). Sejumlah perjalanan mengalami keterlambatan hingga pembatalan, sementara pelanggan diberikan opsi pengembalian tiket secara penuh. KAI menyampaikan bahwa penyesuaian pola operasi […]

    Bagikan
expand_less