
Sinergia | Kab. Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun melalui Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerin) menggelar Job Fair 2025 di Pendopo Ronggo Djoemeno pada 7-8 Mei 2025. Job Fair ini sebagai upaya untuk mengentaskan angka Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kabupaten Maidun yang tinggi. Sesuai data BPS Provinsi Jawa Timur, TPT tahun 2024 di Kabupaten Madiun tercatat di angka 4,24 persen.
TPT Kabupaten Madiun diatas TPT kabupaten tetangga. Sebagai contoh, Kabupaten Ponorogo tercatat di angka 4,19 persen, Kabupaten Magetan 3,28 persen dan Kabupaten Ngawi hanya 2,40 persen. Untuk menekan penambahan jumlah TPT, Job Fair sengaja dibuka pada bulan Mei agar lulusan baru atau fresh graduate bisa langsung melamar kerja.
“Kita sengaja nyegat lulusan baru, sehingga ketika lulus bisa langsung melamar pekerjaan. Ada 56 perusahaan dengan lowongan kerja yang tersedia sejumlah 8.074 jenis,” kata Kepala Disnakerin Kabupaten Madiun, Imam Nurwedi, Kamis (08/05/2025).

Sementara, untuk penempatan Kabupaten/Kota Madiun tercatat 794 lowker, penempatan dalam provinsi 4.791 lowker, penempatan luar provinsi 1.432 lowker dan luar negeri sebanyak 1.057 lowker. Dari 56 perusahaan, 42 diataranya melakukan perekruran secara offline dan sisanya 14 perusahaan secara online.
Namun sayangnya, dengan jumlah TPT Kabupaten Madiun mencapai 19.000 orang, minat masyarakat untuk mengikuti Job Fair masih sedikit. Hal ini dibuktikan dengan jumlah pendaftar online dari dalam Kabupaten hanya sekitar 3.000 orang, sedangkan sisanya sejumlah 1.000 dari luar kabupaten.
“Pelaksanaan job fair kita harapkan bisa mengurangi pengangguran 0,5 persen. Diterima kerja atau tidak itu menjadi kewenangan perusahaan. Mereka pastinya memiliki kriteria pekerja yang berdasarkan posisi pekerjaan nantinya,” pungkas Imam.
Tova Pradana – Sinergia