Berita Terkini
Trending Tags

Pemkab Madiun Gencarkan Deteksi Dini HIV dan TBC

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month Senin, 6 Okt 2025
  • visibility 104
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Pemkab Madiun gencar pencegahan dan pengendalian HIV/AIDS serta Tuberkulosis (TBC). Foto : Tova Pradana – Sinergia

Sinergia | Kab. Madiun – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun memperkuat langkah pencegahan dan pengendalian HIV/AIDS serta Tuberkulosis (TBC) melalui program deteksi dini dan layanan kesehatan gratis. Kegiatan ini berlangsung di Posyandu Remaja Desa Luworo, Kecamatan Pilangkenceng, Sabtu (04/10/2025), dan dihadiri langsung oleh Bupati Madiun sekaligus Ketua Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD), Hari Wuryanto.

Bupati Madiun menegaskan bahwa pemeriksaan ini bertujuan mempercepat deteksi dini kasus HIV serta mencegah penularannya, terutama di kalangan usia produktif. Ia menilai, penyebaran HIV/AIDS tidak hanya disebabkan oleh faktor kesehatan semata, tetapi juga dipengaruhi oleh kondisi sosial ekonomi, rendahnya pendidikan, dan lemahnya pemahaman terhadap nilai-nilai agama.

“Penyebaran HIV/AIDS bukan semata persoalan kesehatan, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor sosial ekonomi dan rendahnya pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai agama,” ujar Hari Wuryanto.

Berdasarkan data KPAD Kabupaten Madiun per 03 Oktober 2025, tercatat 1.491 kasus HIV/AIDS tersebar di 15 kecamatan. Dari jumlah itu, sebanyak 779 orang masih hidup dan menjalani pendampingan aktif. Bupati yang akrab disapa Mas Hari menyebut, capaian tersebut merupakan hasil kerja sama dengan rumah sakit, 26 puskesmas, serta meningkatnya kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan secara mandiri.

Selain pendampingan pasien, KPAD juga aktif melakukan sosialisasi dan edukasi bagi kelompok berisiko tinggi seperti lelaki seks dengan lelaki (LSL), waria, wanita pekerja seks (WPS), ibu rumah tangga, dan masyarakat umum. Strategi ini, kata Hari, menjadi bagian dari upaya menyingkap “fenomena gunung es” kasus HIV agar bisa ditangani sejak tahap awal.

Pemeriksaan kesehatan gratis tersebut tidak hanya difokuskan pada HIV/AIDS, tetapi juga mencakup penyakit menular lain seperti TBC serta pencegahan stunting. “Kita ingin deteksi dini berbagai penyakit, termasuk TBC. Insya Allah ke depan akan ada mobil rontgen yang turun ke desa-desa. Stunting juga jadi perhatian karena target nasional tahun 2030 adalah zero stunting,” kata Hari Wuryanto.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun, dr. Heri Setyana, menambahkan bahwa skrining dini penting dilakukan untuk memisahkan kasus menular dan tidak menular. Jika ditemukan indikasi penyakit menular, warga akan segera menjalani pemeriksaan lanjutan dan pengobatan.

Selain pemeriksaan HIV, kegiatan di Posyandu Remaja Luworo juga menyediakan layanan kesehatan umum seperti pengecekan tekanan darah, berat badan, kadar gula, kolesterol, hingga asam urat. Dinas Kesehatan juga tengah menggiatkan Program Gerebek Dahak, upaya khusus penemuan kasus TBC di tingkat desa. Dari target 2.154 kasus TBC tahun ini, hingga awal Oktober baru tercatat 711 kasus.

“Kita masih harus bekerja keras agar target penemuan kasus tercapai. Masyarakat perlu waspada terhadap gejala TBC seperti batuk lebih dari dua minggu, berat badan turun drastis, atau anak-anak yang mengalami stunting,” jelas dr Heri.

Ia menegaskan keterkaitan antara HIV dan TBC yang sering kali terjadi bersamaan pada pasien. Karena itu, setiap pasien HIV wajib diperiksa TBC-nya, begitu juga sebaliknya.

Tova Pradana – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana

Rekomendasi Untuk Anda

  • BEM Madiun Tolak Pengesahan UU KUHAP, Nilai Banyak Pasal Multitafsir

    BEM Madiun Tolak Pengesahan UU KUHAP, Nilai Banyak Pasal Multitafsir

    • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 180
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Aliansi Mahasiswa yang tergabung dalam BEM Madiun menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Alun-Alun Kota Madiun pada Rabu (26/11/2025). Aksi tersebut merupakan bentuk penolakan atas disahkannya Undang-Undang Kitab Hukum Acara Pidana (UU KUHAP) oleh DPR RI beberapa waktu lalu. Koordinator lapangan aksi, Maikel Jeksen, menyampaikan bahwa demonstrasi ini merupakan hasil […]

    Bagikan
  • Ketersediaan Fasilitas UMKM Magetan Dinilai Belum Maksimal

    Ketersediaan Fasilitas UMKM Magetan Dinilai Belum Maksimal

    • calendar_month Jumat, 17 Okt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 156
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Pemerintah Kabupaten Magetan terus melakukan upaya demi memperkuat perekonomian lokal melalui dukungan terhadap Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta Industri Kecil Menengah (IKM). Sejumlah program strategis telah digulirkan, termasuk pembangunan Rumah Promosi dan Rumah Kemasan. Namun, hingga kini, sebagian pelaku usaha menilai manfaat kedua fasilitas tersebut belum sepenuhnya dirasakan. Rumah […]

    Bagikan
  • Dampak Efisiensi Anggaran, Wacana Pembangunan Caruban Sport Center Tertunda

    Dampak Efisiensi Anggaran, Wacana Pembangunan Caruban Sport Center Tertunda

    • calendar_month Selasa, 18 Feb 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 67
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Mega proyek Caruban Sport Center (CSC) yang rencananya tahapan pelaksanaan dilakukan pembangunannya tahun 2025 ini terancam batal. Ini menyusul adanya surat edaran terkait efisiensi anggaran berdasarkan Instruksi Presiden (Inpres) 1 tahun 2025. Akibatnya, progres pengadaan sport center yang rencananya menggunakan APBD 2025 terhambat tahun ini. Kabid Cipta Karya Dinas Pekerjaan […]

    Bagikan
  • Kayu Limbah Disulap Jadi Kerajinan Antik Bernilai Seni Tinggi

    Kayu Limbah Disulap Jadi Kerajinan Antik Bernilai Seni Tinggi

    • calendar_month Senin, 3 Mar 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 97
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Kayu limbah yang kerap diabaikan banyak orang disulap menjadi kerajinan antik bernilai seni tinggi di tangan Heri Ismakut, warga Desa Mojomati, Kecamatan Jetis, Ponorogo. Dengan teknik ukir tradisional dan pewarnaan khas tempo dulu, karya-karya Heri tidak hanya memperkenalkan kembali seni lama yang nyaris punah, tetapi juga memiliki nilai ekonomi tinggi. […]

    Bagikan
  • Cuaca Ekstrem Rusak Tanaman Sayur, Petani Ponorogo Merugi Dua Kali Lipat

    Cuaca Ekstrem Rusak Tanaman Sayur, Petani Ponorogo Merugi Dua Kali Lipat

    • calendar_month Jumat, 23 Mei 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 77
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Cuaca ekstrem yang melanda wilayah lereng Gunung Wilis dalam dua pekan terakhir membuat petani sayur-mayur di Ponorogo mengalami kerugian besar. Curah hujan tinggi menyebabkan banyak tanaman rusak dan membusuk sebelum masa panen. Langgeng Setiyono, seorang petani di Desa Pudak Kulon, Kecamatan Pudak, mengaku hasil panennya turun drastis. Biasanya ia bisa memanen […]

    Bagikan
  • Ditengah Sorotan Publik, Disbudpar Magetan Klaim Kunjungan Wisatawan di Telaga Sarangan Meningkat

    Ditengah Sorotan Publik, Disbudpar Magetan Klaim Kunjungan Wisatawan di Telaga Sarangan Meningkat

    • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 196
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Ditengah sorotan publik beberapa waktu ini, Telaga Sarangan kembali menegaskan posisinya sebagai ikon wisata Kabupaten Magetan. Sepanjang 2025, jumlah wisatawan yang datang ke destinasi andalan di lereng Gunung Lawu itu mencapai 1.094.668 orang. Angka tersebut meningkat sekitar 14 ribu pengunjung dibanding capaian 2024 yang berada di angka 1.080.666 wisatawan. Kepala Bidang […]

    Bagikan
expand_less