Berita Terkini
Trending Tags

Menjelang Idul Adha, Besek Bambu dari Magetan Makin Dicari

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Jumat, 30 Mei 2025
  • visibility 150
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Seorang pengrajin besek asal Magetan kebanjiran orderan, Foto : Kusnanto – Sinergia

Sinergia | Kab. Magetan – Menjelang perayaan Idul Adha 1446 Hijriah, semangat dan aktivitas warga di Desa Durenan, Kecamatan Sidorejo, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, meningkat tajam. Desa ini tak sekadar bersiap menyambut hari besar keagamaan, namun juga menunjukkan denyut ekonomi yang hidup lewat sentra UMKM kerajinan anyaman bambunya.

Desa Durenan dikenal sebagai penghasil besek, wadah tradisional dari bambu yang digunakan untuk membungkus daging kurban. Dari tangan-tangan terampil para perajin, besek tidak hanya mengalir ke pasar lokal Magetan, tapi juga dikirim ke kota-kota tetangga seperti Madiun, Ngawi, Ponorogo, hingga menjangkau pasar kota-kota besar lainnya di Jawa.

Proses pembuatannya bukan perkara mudah. Diperlukan ketelatenan, kehati-hatian, dan dedikasi tinggi agar setiap besek yang dihasilkan bersih, kuat, dan nyaman digunakan. Di balik setiap helai bambu yang dianyam, ada cerita ketekunan dan harapan yang tumbuh dari para pelaku UMKM.

“Kalau jelang Idul Adha gini, pesanan bisa naik sampai enam puluh persen. Biasanya saya buat dua puluh pasang, tapi pas musim kurban bisa sampai enam puluh pasang per hari,” ujar Riska Septiani, seorang perajin besek dari desa tersebut, Jumat (30/05/2025).

Harga besek pun sangat terjangkau, berkisar dari Rp. 2.000 untuk ukuran kecil hingga Rp. 8.000 per pasang untuk ukuran terbesar. Dengan permintaan yang meningkat drastis saat musim kurban, perajin seperti Riska tak hanya menikmati berkah rezeki, namun juga menjaga tradisi warisan budaya leluhur tetap hidup di tengah masyarakat modern.

“Untuk bahan utamanya itu bambu jenis apus. Ada yang jual keliling, Mayoritas dari kami membelinya karena tidak memiliki tanaman bambu sendiri. Harga bahan baku biasanya ikut naik, mengikuti ramainya pesanan,” pungkasnya.

Kusnanto – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Warga Padas Tangkap Dua Anjing Liar Diduga Pemangsa Belasan Kambing Play Button

    Warga Padas Tangkap Dua Anjing Liar Diduga Pemangsa Belasan Kambing

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 235
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Warga Desa Padas, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, menangkap dua ekor anjing liar yang diduga menjadi pemangsa belasan kambing milik warga. Penangkapan dilakukan pada Selasa (27/1/2026), menyusul keresahan masyarakat akibat serangan hewan misterius yang terjadi dalam dua pekan terakhir. Dua anjing berjenis kelamin betina tersebut ditangkap dalam kondisi hidup saat […]

    Bagikan
  • Fun Walk Hari BPR-BPRS Jatim di Madiun Diserbu 10 Ribu Peserta, Perputaran Ekonomi UMKM Ikut Terdongkrak 

    Fun Walk Hari BPR-BPRS Jatim di Madiun Diserbu 10 Ribu Peserta, Perputaran Ekonomi UMKM Ikut Terdongkrak 

    • calendar_month Sabtu, 6 Jun 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 780
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Ribuan warga memadati Alun-alun Reksogati Caruban, Kabupaten Madiun, Sabtu (6/6/2026), untuk mengikuti kegiatan Fun Walk yang digelar DPD Perhimpunan Bank Perekonomian Rakyat Indonesia (Perbarindo) Jawa Timur. Acara yang menjadi puncak peringatan Hari BPR-BPRS Jawa Timur itu berlangsung meriah dengan jumlah peserta mencapai sekitar 10 ribu orang. Ketua DPD Perbarindo Jawa Timur, […]

    Bagikan
  • Soal Isu Pemotongan Bantuan PKH di Desa Tamanarum, Dinsos Magetan : Itu Sukarela

    Soal Isu Pemotongan Bantuan PKH di Desa Tamanarum, Dinsos Magetan : Itu Sukarela

    • calendar_month Selasa, 23 Sep 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 200
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Isu dugaan pemotongan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) sebesar Rp. 25 ribu di Desa Tamanarum, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, akhirnya terjawab. Dinas Sosial (Dinsos) Magetan bersama pihak BNI memastikan tidak ada potongan resmi sebesar itu, melainkan hanya biaya administrasi sistem sebesar Rp. 3 ribu sesuai ketentuan. Kepala Dinsos Magetan, Parminto Budi […]

    Bagikan
  • Pekerja Hiburan Malam di Ponorogo Terciduk Jadi Pengedar Obat Terlarang

    Pekerja Hiburan Malam di Ponorogo Terciduk Jadi Pengedar Obat Terlarang

    • calendar_month Jumat, 26 Sep 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 168
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Dunia hiburan malam di Ponorogo diguncang kabar mengejutkan. Seorang wanita pekerja hiburan malam berinisial IPC (30), asal Bandung, Jawa Barat, ternyata menyambi sebagai pengedar obat-obatan terlarang. Ia ditangkap Satuan Reserse Narkoba Polres Ponorogo bersama 10 orang lainnya dalam operasi Tumpas Narkoba Semeru. Selain IPC, polisi juga menciduk seorang perempuan lain berinisial […]

    Bagikan
  • Lambat Serap Anggaran, Puluhan OPD di Magetan Kena Sanksi TPP Ditunda

    Lambat Serap Anggaran, Puluhan OPD di Magetan Kena Sanksi TPP Ditunda

    • calendar_month Rabu, 16 Jul 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 123
    • 1Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Pemerintah Kabupaten Magetan mulai menerapkan sanksi tegas terhadap puluhan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang kinerjanya dinilai belum optimal dalam merealisasikan anggaran belanja. Hingga pertengahan Juli 2025, rata-rata serapan anggaran baru menyentuh angka 40 persen, jauh di bawah ekspektasi. Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Magetan, Muchtar Wahid, mengungkapkan bahwa keterlambatan ini berimbas  […]

    Bagikan
  • Politisi Gerindra Desak Pemkab Madiun Segera Bentuk Komisi Pengawas Pupuk dan Pestisida

    Politisi Gerindra Desak Pemkab Madiun Segera Bentuk Komisi Pengawas Pupuk dan Pestisida

    • calendar_month Selasa, 11 Nov 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 158
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Keberadaan lembaga Komisi Pengawas Pupuk dan Pestisida (KP3) di Kabupaten Madiun sangat mendesak perlu segera dibentuk. Hal itu mengingat penyaluran pupuk bersubsidi di lapangan masih menghadapi berbagai persoalan. Politisi Partai Gerindra Kabupaten Madiun, Eryk Priyo Santoso, mendesak pemerintah daerah segera membentuk kembali lembaga tersebut. “Penyaluran pupuk subsidi membutuhkan pengawasan yang […]

    Bagikan
expand_less