Rabu, 21 Okt 2026
Trending Tags

Sepekan Menuju Penggusuran, Ini Jeritan Warga Totog Magetan

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Senin, 2 Jun 2025
  • visibility 263
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Suasana rumah warga Totog Magetan yang akan di gusur, Foto : Kusnanto – Sinergia

Sinergia | Kab. Magetan – Satu per satu jendela ditutup lebih awal di sudut Totog, Kelurahan Maospati, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Suara tawa anak-anak yang biasa riuh di lorong-lorong sempit tak lagi terdengar. Hanya angin sore yang membawa sunyi, menyusup ke rumah-rumah mungil berukuran tak lebih dari 4×5 meter, tempat 18 keluarga kini menyimpan ketakutan yang sama yakni kehilangan tempat tinggal.

Waktu mereka kian menipis. Pemerintah setempat menetapkan batas akhir pengosongan rumah tinggal hanya sepekan lagi. Namun yang lebih menghimpit bukan hanya waktu, melainkan kenyataan bahwa penggusuran ini datang bertepatan dengan momen yang mestinya penting bagi anak-anak, yaitu ujian kenaikan kelas.

Lima anak usia sekolah di Totog kini hidup dalam dua dunia yang saling berbenturan, dunia belajar yang menuntut ketenangan, dan dunia nyata yang penuh kegelisahan. Buku pelajaran terbuka, tetapi pikiran mereka melayang, ke mana mereka akan pergi setelah rumah ini tiada?

“Anak saya itu masih kelas 4 SD, Mas,” ujar Sugeng Riyono, warga Totog, dengan suara yang serak tertahan. “Dia nanya terus, ‘Pak, nanti kita pindah ke mana?’ Saya cuma bisa diam. Gimana saya bisa jawab, kalau saya sendiri nggak tahu?” terangnya.

Bagi sebagian warga, kecemasan ini lebih dari sekadar soal tempat tinggal. Ada yang harus memikul beban lebih berat dalam sunyi. Seperti Supartini, nenek berusia 70 tahun yang kini menjadi satu-satunya sandaran hidup bagi dua cucunya yang yatim piatu. Salah satu dari mereka masih duduk di bangku SD, sementara yang lain terpaksa berhenti sekolah karena tak ada biaya.

Dengan tubuh renta, Supartini mencari nafkah sebagai tukang pijat keliling. Di sela kesibukannya, ia juga menyisakan kasih untuk tetangganya, Karyadi, seorang tunanetra yang kini hidup sendiri sejak istrinya meninggal.

“Kalau ada rejeki, saya bagi. Hidup begini, kalau nggak saling tolong, nggak kuat,” katanya lirih, menunduk.

Di rumah-rumah yang dulunya penuh harap, kini setiap dinding seakan menyimpan bisikan kegelisahan. Warga hanya ingin tetap tinggal di tempat yang mereka sebut rumah. Mereka ingin anak-anak mereka belajar tanpa takut, tidur tanpa mimpi buruk tentang relokasi, dan tumbuh tanpa harus kehilangan akar kehidupan.

“Kalau relokasi ini jadi, kami mau ke mana? Saya ikut anak saya pun nggak bisa, mereka sendiri masih ngontrak,” ucap Supartini, menahan harap.

Di balik genteng-genteng tua dan lantai yang mulai retak, ada hati-hati kecil yang tengah mencoba memahami arti kehilangan. Besok mereka akan mengerjakan ujian. Namun tak ada yang tahu, apakah setelah itu mereka masih bisa pulang ke rumah yang sama, ke sudut yang mereka kenal sejak lahir.

Pemerintah boleh bicara soal rencana, tapi warga Totog berbicara tentang kenyataan. Tentang bagaimana mereka ingin bertahan, saling menopang, dan tetap hidup meski dalam sempit dan susah.

Kusnanto – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rumah Dinas Lama Puskesmas Ponorogo Selatan Terbakar, Pelayanan Dipastikan Tetap Berjalan

    Rumah Dinas Lama Puskesmas Ponorogo Selatan Terbakar, Pelayanan Dipastikan Tetap Berjalan

    • calendar_month Kamis, 24 Sep 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 107
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Kebakaran yang melanda rumah dinas lama Puskesmas Ponorogo Selatan di Jalan Pacar, Kelurahan Tonatan, Kecamatan Ponorogo, Kamis (24/9/2026) dini hari, dipastikan tidak mengganggu pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Kepala Puskesmas Ponorogo Selatan, dr. Ani Damayanti, mengatakan bangunan yang terbakar merupakan rumah dinas lama yang selama ini dimanfaatkan sebagai gudang. Bangunan tersebut terpisah […]

    Bagikan
  • HUT ke-81 TNI, Warga Antusias Manfaatkan Pengobatan Gratis di Madiun

    HUT ke-81 TNI, Warga Antusias Manfaatkan Pengobatan Gratis di Madiun

    • calendar_month Minggu, 20 Sep 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 121
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Ratusan masyarakat antusias memanfaatkan layanan Bakti Kesehatan (Baktikes) dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang diselenggarakan Korem 081/DSJ di Taman Bantaran, Kota Madiun, Minggu (20/9/2026). Kegiatan yang dilaksanakan secara serentak oleh satuan jajaran TNI di seluruh Indonesia tersebut tidak hanya menghadirkan pelayanan kesehatan gratis, tetapi […]

    Bagikan
  • Angin Kencang Terjang Magetan, 15 Pohon Tumbang dan Rumah Hingga Pengendara Tertimpa Pohon

    Angin Kencang Terjang Magetan, 15 Pohon Tumbang dan Rumah Hingga Pengendara Tertimpa Pohon

    • calendar_month Sabtu, 24 Jan 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 324
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan — Angin kencang yang melanda wilayah Kabupaten Magetan sejak Sabtu (24/1/2026) memicu serangkaian kejadian pohon tumbang di sejumlah titik. Insiden paling parah terjadi di jalur wisata Sarangan–Tawangmangu, tepatnya di Kelurahan Sarangan, Kecamatan Plaosan. Sebuah pohon besar tumbang dan melintang di badan jalan sekitar pukul 07.00 WIB. Akibatnya, arus lalu lintas arah Magetan […]

    Bagikan
  • Magetan Targetkan Luas Tanam Padi 63 Ribu Hektare, Produksi Dipacu Lewat Percepatan Tanam

    Magetan Targetkan Luas Tanam Padi 63 Ribu Hektare, Produksi Dipacu Lewat Percepatan Tanam

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 277
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan — Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan, dan Ketahanan Pangan (DTPHPKP) Kabupaten Magetan menargetkan luas tambah tanam (LTT) padi mencapai sekitar 63 ribu hektare sepanjang 2026. Target tersebut diharapkan mampu mendorong peningkatan produksi gabah kering panen (GKP) seiring program swasembada pangan berkelanjutan. Kepala DTPHPKP Magetan, Uswatul Chasanah, mengatakan pihaknya terus memantau realisasi tanam […]

    Bagikan
  • Petani Magetan Keluhkan Pupuk Subsidi Masih Mahal, Diduga Ada “Kreasi Harga” di Kelompok Tani

    Petani Magetan Keluhkan Pupuk Subsidi Masih Mahal, Diduga Ada “Kreasi Harga” di Kelompok Tani

    • calendar_month Selasa, 4 Nov 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 301
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kebijakan pemerintah yang menurunkan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk bersubsidi sejak 22 Oktober 2025 seharusnya menjadi angin segar bagi para petani. Namun di lapangan, realitas justru berbanding terbalik. Di sejumlah wilayah Kabupaten Magetan, harga pupuk masih melambung. Petani pun mengeluh belum dapat merasakan manfaat dari kebijakan tersebut. Alih-alih menurun, harga pupuk […]

    Bagikan
  • Teror Hewan Liar Serang Kambing Warga Dagangan, DKPP Madiun Turunkan Tim

    Teror Hewan Liar Serang Kambing Warga Dagangan, DKPP Madiun Turunkan Tim

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 235
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Serangan hewan liar terhadap ternak kambing milik warga terjadi di sejumlah desa di Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun. Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Madiun menyebut, insiden ini telah berlangsung sejak pertengahan Januari 2026 dan menimbulkan korban ternak mati maupun luka-luka. Kepala Bidang Peternakan DKPP Kabupaten Madiun, Harris Imballo R. Siregar, […]

    Bagikan
expand_less