Berita Terkini
Trending Tags

Perjalanan Jemaah Sindo Wisata Lempar Jumrah Sebagai Simbol Pembersihan Diri

  • account_circle Sinergia Mediatama
  • calendar_month Senin, 9 Jun 2025
  • visibility 168
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Jemaah Haji Khusus Sindo Wisata tengah melaksanakan Lempar Jumroh, Foto : Tim Liputan Haji Sinergia

Sinergia | Mina,Arab Saudi – Perjalanan panjang untuk menunaikan ibadah haji dilewati oleh Jemaah Haji Khusus Sindo Wisata. Usai melaksanakan wukuf di Arafah dan mabit di Muzdalifah dengan murur, jemaah Sindo Wisata pun bersiap untuk melaksanakan lempar jumrah. Pada 10 Dzulhijjah 1444 H, jemaah berangkat menuju ke Jamarat atau tempat melempar jumrah di Mina sekitar pukul 02.00 Waktu Arab Saudi.

Dari Ma’tab, jemaah Sindo Wisata berjalan kaki menuju ke Jamarat. Para jemaah tetap memakai Ihram dan telah dibekali dengan batu kerikil untuk melempar jumrah Aqabah.

“Alhamdulillah, para jemaah sudah bersiap untuk berangkat menuju Jamarat. Sudah disediakan juga dari Tim Sindo Wisata batu kerikil yang akan digunakan untuk melempar jumrah nanti,” terang Dieskha Idella, Reporter Haji Sinergia.

Image Not Found
Perjalanan panjang untuk menunaikan ibadah haji dilewati oleh Jemaah Haji Khusus Sindo Wisata, Foto : Tim Liputan Haji Sinergia

Hanya berjarak sekitar 1 km dari Ma’tab ke Jumrah Aqabah. Jemaah pun penuh semangat dan lantang meneriakkan Bismillahi Allahu Akbar, jemaah Sindo Wisata melempar 7 batu kerikil ke Jumrah Aqabah.

Diketahui, melontar jumrah ini merujuk pada kisah Nabi Ibrahim AS ketika diuji oleh Allah SWT untuk menyembelih putranya, Nabi Ismail AS. Dalam perjalanan melaksanakan perintah tersebut, iblis beberapa kali muncul dan mencoba menggoda Nabi Ibrahim, Siti Hajar, dan Ismail agar membatalkan perintah Allah.

Setiap lemparan merupakan simbol penolakan terhadap godaan setan dan keteguhan iman kepada Allah SWT. Hal ini menunjukkan bahwa setan akan terus mencoba menyesatkan manusia dari jalan kebenaran, dan setiap Muslim harus siap melawannya dengan tekad dan keimanan.

“Alhamdulillah baru selesai lempah Jumrah Aqabah dengan lancer. Lega sekali rasanya, selesai Wukuf, Mabit dan ini tadi lempar jumrah,” ujar Zainal Arifin, jemaah Sindo Wisata.

Usai melaksanakan lempar jumrah, jemaah Sindo Wisata melaksanakan Tahallul atau memotong rambut. Tahallul ini sebagai tanda bahwa jemaah haji telah melepaskan diri dari keadaan ihram dan diperbolehkan untuk melakukan hal-hal yang sebelumnya dilarang selama ihram.

Image Not Found
Nafar Tsani, Jemaah Sindo Wisata Melempar Jumrah Ula, Wusta dan Aqabah, Foto : Tim Liputan Haji Sinergia

Nafar Tsani, Jemaah Sindo Wisata Melempar Jumrah Ula, Wusta dan Aqabah

Jemaah haji dalam melempar jumrah dapat memilih untuk melaksanakan dengan Nafar Awal atau Nafar Tsani. Hal itu, mengacu pada dua pilihan waktu bagi jemaah haji untuk meninggalkan Mina setelah melontar jumrah. Keduanya memiliki aturan yang berbeda, terutama terkait jumlah hari dan jumlah lontaran batu kerikil yang harus dilakukan. 

Nah, untuk Jemaah Haji Khusus Sindo Wisata memilih untuk melaksanakan dengan Nafar Tsani. Jemaah yang memilih nafar tsani akan tinggal di Mina satu hari lebih lama dan melempar jumrah pada tiga hari tasyrik, yaitu tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijah. Dengan demikian, Nafar Tsani memberikan kesempatan bagi jemaah untuk menyelesaikan seluruh rangkaian lontar jumrah hingga hari terakhir.

Dalam lempar jumrah kali ini, jemaah Sindo Wisata menyiapkan 21 batu kerikil untuk dilemparkan di Jumrah Ula, Wusta dan Aqbah secara berurutan. Masing-masing jemaah melemparkan 7 batu kerikil di tiap jumrah. Meski hanya dibutuhkan 21 batu kerikil, namun jemaah tetap membawa cadangan batu kerikil.

Image Not Found
Lempar Jumrah, Simbol Keteguhan Iman kepada Allah SWT dan Penolakan Terhadap Godaan Setan, Foto : Tim Liputan Haji Sinergia

Lempar Jumrah, Simbol Keteguhan Iman kepada Allah SWT dan Penolakan Terhadap Godaan Setan

Jumrah Ula secara simbolis jumrah ini melambangkan godaan awal yang sering kali berupa rayuan halus dari setan. Godaan ini bisa datang dalam bentuk keinginan untuk melakukan dosa-dosa kecil yang tampaknya sepele, namun bisa membawa manusia jauh dari jalan kebenaran. Jumrah Wusta, godaan yang lebih kuat dibandingkan godaan awal. Dalam kehidupan ini bisa berupa godaan kekayaan, kekuasaan, atau hawa nafsu yang lebih besar.

Melempar Jumrah Wusta mengajarkan jemaah untuk tetap teguh dalam menghadapi godaan yang lebih berat dan tidak tergoda oleh hal-hal yang bisa merusak keimanan merekA. Jumrah Aqabah adalah jumrah terbesar yang dilontarkan. Hal itu melambangkan godaan terbesar yang bisa dialami oleh manusia. Setiap jemaah haji melempar tujuh kerikil ke jumrah ini sebagai simbol perlawanan terhadap godaan setan yang paling berat.

H. Ulul Azmi, Pimpin dan Sindo Wisata Jawa Timur yang turut mendampingi terus mengajak jemaah untuk meneguhkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT,. Setiap selesai menjalankan lempar jumrah pada hari tasyrik yaitu tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijah mengajak untuk berdoa bersama.

“Terus memohon ampunan kepada Allah SWT. Bersyukur atas nikmat yang telah diberikan sehingga kita bisa sampai dititik ini, menjalankan rukun Islam yang ke 5 ini. Mudah-mudahan jemaah Sindo Wisata senantiasa diberikan kesehatan, murah rezeki dan dalam perlindungan Allah SWT., dan bisa kembali lagi ke Tanah Suci ini, Aamiin Ya Rabbal Allamin,” doa H. Ulul Azmi yang diamine jemaah Sindo Wisata.

Image Not Found
Rukun dan Wajib Haji di Armuzna Selesai, Jemaah Kembali ke Hotel Transit, Foto : Tim Liputan Haji Sinergia

Rukun dan Wajib Haji di Armuzna Selesai, Jemaah Kembali ke Hotel Transit

Alhamdulillah, perjalanan Jemaah Haji Khusus Sindo Wisata dalam menjalankan rukun dan wajib haji telah usai. Wukuf di Arafah, Mabit di Muzdalifah hingga lempah jumrah di Mina telah dilalui dengan penuh khitmad dan perjuangan yang tak kenal lelah. Usai menjalani lempar jumrah terakhir pada 13 Dzulhijjah, jemaah Sindo Wisata bersiap untuk kembali ke hotel transit di Aziziah.

Banyak kesan mendalam dirasakan oleh seluruh jemaah Sindo Wisata selama di Armuzna. Perjalanan spiritual yang tidak akan dilupakan dengan penuh perjuangan dan air mata hingga sampai dititik rangkaian ibadah haji dapat dijalankan dengan khitmad dan lancar.

Tim Liputan Haji – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Sinergia Mediatama

Rekomendasi Untuk Anda

  • Diduga Sambungan Listrik Berlebihan, Rumah Warga Madiun Terbakar

    Diduga Sambungan Listrik Berlebihan, Rumah Warga Madiun Terbakar

    • calendar_month Selasa, 17 Jun 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 126
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Suasana Desa/Kecamatan Dolopo Kabupaten Madiun pada Senin petang (16/06/2025) mendadak riuh. Teriakan kebakaran terdengar dari warga lantaran kobaran api membumbung tinggi di rumah milik Marmi (70) warga setempat. Warga pun berusaha memadamkan api dengan alat seadanya sembari menunggu petugas pemadam kebakaran Kabupaten Madiun. Aiptu Hendri Setiawan, petugas Polsek Dolopo mengungkapkan […]

    Bagikan
  • Cemburu Berujung KDRT, Suami Diduga Hajar Istri hingga Mata Lebam dan Pandangan Kabur

    Cemburu Berujung KDRT, Suami Diduga Hajar Istri hingga Mata Lebam dan Pandangan Kabur

    • calendar_month Jumat, 28 Agt 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 113
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Persoalan sepele di tempat usaha berujung dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Seorang perempuan berinisial L (38), warga Kecamatan Magetan, diduga menjadi korban penganiayaan yang dilakukan suaminya sendiri, S (42). Akibat dugaan kekerasan tersebut, korban mengalami luka lebam dan bengkak pada bagian mata serta pipi kiri. […]

    Bagikan
  • Seribu Guru Honorer Ponorogo Desak Pemkab Buka Akses Dapodik

    Seribu Guru Honorer Ponorogo Desak Pemkab Buka Akses Dapodik

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 226
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Sekitar seribu guru honorer di Kabupaten Ponorogo menggelar aksi unjuk rasa, Selasa (26/5/2026), menuntut Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo membuka kembali akses Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Massa aksi bergerak dari Gedung DPRD Ponorogo menuju Kantor Pemkab Ponorogo untuk menyampaikan aspirasi terkait nasib guru honorer non-Dapodik. Aksi tersebut diikuti guru honorer yang tergabung […]

    Bagikan
  • Menapak Hari Esok, Langkah Kecil Menuju Cita-Cita Besar

    Menapak Hari Esok, Langkah Kecil Menuju Cita-Cita Besar

    • calendar_month Jumat, 16 Mei 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 139
    • 0Komentar

    Sinergia | Pacitan – Di sebuah panti asuhan sederhana di pinggiran kota, tawa riang anak-anak berpadu dengan suara lembaran buku yang dibuka. Di tempat yang bagi sebagian orang hanya dianggap sebagai penampungan, tumbuh harapan-harapan besar yang tak pernah padam. Mereka bukan hanya anak-anak yang ditinggalkan, tapi juga pejuang kecil yang tak mau menyerah pada keadaan. […]

    Bagikan
  • Program Door-to-Door dan Dapur Umum, Wali Kota Madiun Perkuat Pelayanan dan Ketahanan Pangan

    Program Door-to-Door dan Dapur Umum, Wali Kota Madiun Perkuat Pelayanan dan Ketahanan Pangan

    • calendar_month Senin, 3 Mar 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 123
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Setelah menggelar apel besar, Wali Kota Madiun, Maidi melakukan kirab keliling Kota Madiun pada Senin 3/3/2025. Walikota Madiun juga menyambangi lapak UMKM yang berada di Kelurahan Kanigoro yang nantinya akan digunakan sebagai kantor sementara.  Dalam kunjungannya, Wali Kota Madiun menjelaskan bahwa upaya memperkuat pelayanan kepada masyarakat,maka mulai hari ini seluruh […]

    Bagikan
  • Pohon Akasia Tumbang Timpa Dua Motor, Satu Penumpang Meninggal Dunia

    Pohon Akasia Tumbang Timpa Dua Motor, Satu Penumpang Meninggal Dunia

    • calendar_month Kamis, 3 Sep 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 89
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Sebatang pohon jenis akasia di tepi Jalan Provinsi Ponorogo-Trenggalek tumbang dan menimpa dua sepeda motor yang tengah melintas. Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Umum Jurusan Ponorogo-Trenggalek kilometer 5-6, Desa Winong, Kecamatan Jetis, Kabupaten Ponorogo, Kamis (3/9/2026) sekitar pukul 15.30 WIB. Tiga orang menjadi korban dalam peristiwa tersebut. Dua pengendara sepeda motor […]

    Bagikan
expand_less